Pengembangan desa wisata berkelanjutan memerlukan kesiapan komunitas lokal dalam menyediakan layanan yang aman, sehat, bersih, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap kesiapan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Responden berjumlah 40 orang yang terdiri atas pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, kader kesehatan, aparatur nagari, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur tentang sanitasi destinasi, perilaku hidup bersih dan sehat, CHSE, keselamatan aktivitas wisata alam, pengelolaan sampah, serta partisipasi masyarakat. Instrumen menggunakan kuesioner kesiapan masyarakat berskala Likert dengan lima dimensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata kesiapan dari 60,08 menjadi 77,62 dengan selisih 17,53 poin; uji statistik memperoleh t = 18,17 dan p 0,001. Peningkatan tertinggi terjadi pada literasi kebersihan dan sanitasi, sedangkan peningkatan terendah berada pada partisipasi dan tata kelola lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan masyarakat, tetapi perlu diikuti pendampingan, monitoring, dan integrasi program lintas sektor agar perubahan perilaku dapat berkelanjutan.Kata Kunci: CHSE, sanitasi, partisipasi lokal, keberlanjutan, promosi
Copyrights © 2026