Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI VISUAL BAHASA ARAB DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR PONOROGO JAWA TIMUR Kiki Nurjaman
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v5i2.5738

Abstract

ABSTRACT Islamic boarding schools are currently an alternative choice in continuing education. Since the entry of the pesantren system into Indonesia, Islamic boarding schools in Indonesia have continued to develop. Thus giving rise to the paradigm of santri graduates having their own values, which depend on the advantages or characteristics of the pesantren education. One of them is Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, East Java, which is famous for the excellence of its students by communicating in Arabic. The cottage, which is known as Gontor, was founded in 1926, and has a different system from other Islamic boarding schools. Arabic and English are tools for social interaction in everyday life. The students who have just entered Gontor are no exception. For this reason, from this research, it is possible to understand self-concept, the meaning of symbolic objects, the meaning of symbolic actions, and shared meaning among the residents of the cottage, which are conveyed through visual communication.
STRATEGI IMPERSONAL DALAM KLARIFIKASI KRISIS: (ANALISIS WACANA KRITIS PADA PERNYATAAN GREEN SM INDONESIA DI MEDIA SOSIAL) Kiki Nurjaman; Yogi Prima Muda; Rico; Mayang Riyantie
KOMUNIKATA57 Vol. 7 No. 1 (2026): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v7i1.2133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan strategi impersonal dalam teks klarifikasi Green SM Indonesia yang diunggah melalui media sosial Instagram terkait insiden kecelakaan pada 27 April 2026 di Bekasi Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis serta metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang meliputi dimensi analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks terdapat penggunaan diksi yang netral, struktur kalimat tidak langsung, serta penghilangan aktor yang mengarah pada strategi impersonal. Pada dimensi praktik diskursif, teks klarifikasi diproduksi sebagai bagian dari komunikasi krisis yang terencana dalam konteks Cyber Public Relations dengan memanfaatkan media sosial sebagai saluran komunikasi yang cepat dan luas. Sementara itu, pada dimensi praktik sosial, penggunaan bahasa impersonal mencerminkan upaya organisasi dalam mengelola makna, mempertahankan legitimasi, serta menghindari atribusi tanggung jawab secara eksplisit di tengah tekanan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi impersonal dalam klarifikasi krisis merupakan bagian dari upaya komunikasi organisasi untuk menjaga citra dan mengendalikan persepsi publik di era digital.