Yuliana Choerul Reza
Universitas Budi Luhur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Komunikasi Organisasi Media Online Limapagi di Era Pandemi Dalam Perspektif Strukturalis Yuliana Choerul Reza; Ahmad Toni
Communication Vol 13, No 1 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v13i1.1681

Abstract

Pandemi berdampak bagi berbagai lini kehidupan tidak dipungkuri dunia industri kreatif atau media massa salah satunya adalah media online Limapagi. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini bermaksud melihat bagaimana manajemen komunikasi organisasi yang dilakukan media online Limapagi di masa pandemi seperti ini dengan perspektif strukturalis. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur menggunakan triangulasi sumber data diperoleh melalui metode berbasis dokumen baik buku maupun online dan wawancara dengan menerapkan teori Boneka Matouschka Rusia dan manajemen ilmiah taylor dalam perspektif strukturalis. Berdasarkan data yang telah dianalisis maka hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dalam menjaga eksistensi media Limapagi tetap bertahan di tengah pandemi dengan perarturan phsycal distancing dan meningkat peminat pembaca di website media online tersebut yaitu dengan menangani krisis tersebut dengan memilih strategi adaptif yaitu melakukan penyesuaian sistem kerja yang menjadi sistem shfiting dan work from home (wfh). Selain itu, Limapagi melakukan manajemen komunikasi yang efektif berupa rapat secara online melalukan video conference atau disebut virtual meeting melalui apikasi zoom dan dalam berkordinasi yang digunakan secara cepat dan intens baik kepada antar staff dan staff dengan atasan pada setiap bulannya melalui group chat di aplikasi Whatsapp. Manajemen komunikasi dengan perspektif strukturalis ternyata masih relevan untuk digunakan pada media Limapagi dengan melihat bagaimana cara pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur organisasi, serta rentang pengawasannya.
Internasionalisasi Budaya Indonesia melalui Video Musik: Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce pada Girl Band No Na Yuliana Choerul Reza; Rini Lestari
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.8388

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana No Na Band merepresentasikan budaya Indonesia melalui video musik “Shoot” dan “Superstitious” sebagai sebagai bagian dari proses internasionalisasi budaya melalui media populer. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya media populer sebagai sarana internasionalisasi budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dimana peneliti menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengidentifikasi sign, object, dan interpretant dalam elemen-elemen budaya Indonesia yang ditampilkan dalam karya No Na, seperti bahasa, musik tradisional, pakaian, dan visual budaya, serta cara elemen-elemen ini diterjemahkan dalam konteks musik modern. Data dikumpulkan melalui observasi video dan dokumentasi potongan scene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya Indonesia terbentuk melalui trikotomi tanda Peirce. Sign muncul dalam penggunaan elemen budaya seperti gamelan, lanskap sawah dan air terjun Bali, rumah adat, permainan tradisional (domikado dan congklak), gaya busana bernuansa tenun dan batik, serta simbol-simbol mitologis yang muncul dalam video. Object dari tanda-tanda tersebut adalah budaya Indonesia yang diacu secara langsung melalui musik tradisional, arsitektur Nusantara, permainan rakyat, kepercayaan lokal, dan estetika pakaian tradisional. Sementara itu, interpretant terbentuk ketika audiens memaknai elemen-elemen tersebut sebagai representasi identitas budaya Indonesia yang kaya, modern, dan relevan, sehingga menghasilkan pemahaman bahwa No Na Band mengusung misi memperkenalkan budaya Nusantara dalam format musik populer global.Abstract. This study aims to analyze how No Na Band represents Indonesian culture through the music videos “Shoot” and “Superstitious” as part of the cultural internationalization process mediated by popular media. The urgency of this research lies in the increasing significance of popular media as an instrument of cultural dissemination at the global level. The study employs a qualitative approach, applying Charles Sanders Peirce’s semiotic theory to identify the sign, object, and interpretant within cultural elements presented in No Na’s works such as language, traditional music, clothing, and cultural visuals, and to examine how these elements are translated into the context of modern music. Data were collected through video observation and documentation of selected scenes. The findings indicate that the representation of Indonesian culture is constructed through Peirce’s semiotic triad. Signs appear in the use of cultural elements such as gamelan, rice-field and waterfall landscapes in Bali, traditional houses, traditional games including domikado and congklak, fashion incorporating woven textiles and batik patterns, as well as mythological symbols featured in the videos. The objects referenced by these signs are Indonesian cultural forms including traditional music, Nusantara architecture, folk games, local beliefs, and traditional clothing aesthetics. Meanwhile, the interpretants are produced when audiences understand these elements as representations of a rich, contemporary, and relevant Indonesian cultural identity, leading to the interpretation that No Na Band aims to introduce Nusantara culture through globally accessible popular music.