Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH ELEMEN MODAL INTELEKTUAL TERHADAP HARGA SAHAM MELALUI ROA SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI PADA BANK BUMN Endika Perdana
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.789 KB) | DOI: 10.35760/eb.2019.v24i2.1909

Abstract

Intellectual capital (IC) merupakan konsep dalam menilai kinerja keuangan yang cukup berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini. IC terdiri atas tiga elemen yaitu Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiendy (SCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE). Secara umum, IC menggambarkan tentang optimalisasi penggunaan elemen sumber daya perusahaan yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya struktural, dan sumber daya modal untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IC yang terdiri dari HCE, SCE dan CEE terhadap harga saham melalui kinerja keuangan bank (Return On Asset). Sampel penelitian ini terdiri atas bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan dipilih secara purposive sampling. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan HCE, SCE dan CEE berpengaruh terhadap ROA. Secara parsial hanya CEE yang memengaruhi kinerja (ROA). Variabel HCE, SCE, CEE, dan ROA  secara simultan berpengaruh terhadap Harga Saham. Variabel CEE memengaruhi nilai harga saham secara parsial.
Determinants and Impact of Digital Transformation on Small Business Performance in the Jabodetabek Area Endika Perdana; Budi Hermana; Adi Kuswanto
Return : Study of Management, Economic and Bussines Vol. 3 No. 10 (2024): Return : Study of Management, Economic And Bussines
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/return.v3i10.282

Abstract

Small business actors are currently facing many challenges, where competition from the small business sector itself is getting tougher and facing the COVID-19 pandemic situation that hit Indonesia in early 2020, this is the biggest challenge faced by business actors, especially small businesses, small business actors may lose many consumers who transact offline. In order to survive, small business actors try new alternatives, namely by selling digitally or online. Researchers identify that the application of digital transformation can improve company performance supported by factors that influence digital transformation. The purpose of this study is to analyze the influence of the factors that support digital transformation and analyze the effect of digital transformation on company performance. This research proves that the application of digital transformation in a business or business can improve business performance for a company or organization.
Pengaruh Kualitas Produk, Fear Of Missing Out (Fomo), Social  Influence, Digital Marketing, Event Marketing Terhadap  Keputusan Pembelian Jersey Sepak Bola Tim Nasional Indonesia (ERSPO) Ivan Maulana; Endika Perdana
Journal of Economic and Business Advancement Vol. 1 No. 4 (2026): June: Ascendia: Journal of Economic and Business Advancement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/x5032c50

Abstract

This study examines the causal relationships between product quality, fear of missing out (FOMO), social influence, digital marketing, and event marketing on purchasing decisions for the Indonesian National Team jersey produced by Erspo. Employing a quantitative explanatory design, data were collected from 238 respondents in the Jabodetabek area using purposive sampling and analyzed through SEM-PLS with SmartPLS 4.0. The findings reveal that product quality, FOMO, and social influence significantly and positively influence purchasing decisions, while digital marketing and event marketing demonstrate negative and non-significant effects. The model explains a moderate proportion of variance in purchasing decisions, indicating that consumer behavior is shaped by an interplay of symbolic, psychological, and social mechanisms. Social influence emerges as the most dominant factor, reflecting the role of collective identity and peer validation in shaping consumption patterns.  
Transformasi Kebiasaan Mendengarkan Musik di Era Streaming: Sintesis Sistematis Literatur Empiris Terkini Endika Perdana; Luthfy Aththur Desmadirega
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.19106

Abstract

Perkembangan platform musik digital telah mengubah pola konsumsi musik dari kepemilikan fisik menuju akses berbasis layanan streaming, sehingga memengaruhi perilaku konsumen dalam memilih, mengakses, dan mempertahankan penggunaan platform musik digital. Meskipun penelitian mengenai fenomena tersebut terus berkembang, temuan empiris masih tersebar pada berbagai disiplin ilmu dan menunjukkan inkonsistensi, terutama terkait faktor yang memengaruhi adopsi, loyalitas, willingness to pay, serta konstruksi identitas pengguna. Penelitian ini bertujuan menyintesis secara sistematis literatur empiris mengenai transformasi kebiasaan mendengarkan musik di era streaming serta mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian yang masih terbuka. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, EBSCO Business Source Complete, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2013–2023. Berdasarkan proses identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan penilaian kualitas, diperoleh 87 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kebiasaan mendengarkan musik merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh motivasi adopsi teknologi, persepsi nilai, personalisasi algoritmik, switching behavior, loyalitas platform, serta dimensi sosial dan kultural pengguna. Selain itu, penelitian menemukan dominasi studi kuantitatif dan konteks negara maju, sementara kajian mengenai identitas kultural, pengalaman subjektif pengguna, serta konteks negara berkembang masih relatif terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis konseptual yang mengintegrasikan perspektif adopsi teknologi dengan dimensi sosial-kultural dalam memahami perilaku konsumen platform musik digital, sekaligus memberikan arah bagi pengembangan penelitian dan strategi pengelolaan ekosistem musik digital pada masa mendatang.
Analisis Pengaruh Electronic Word of Mouth, Brand Image, dan Persepsi Harga terhadap Minat Beli Album Musik Secret Number Dikalangan Penggemar Musik KPop Generasi Z Ragil Yong Sen Dwi Putra; Endika Perdana
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 3 (2026): March: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/ndvsr041

Abstract

K-pop music is currently one of the most popular types of music among Indonesian people, especially Gen-Z, so that the interest in buying music albums among Gen-Z continues to increase along with the increasing influence of digital media and Korean cultural trends in Indonesia. This study aims to determine the effect of electronic word of mouth, brand image, and price perception on the interest in buying Secret Number music albums among Generation Z kpop music fans. The sample of this study amounted to 100 respondents. The sampling technique used was the purposive sampling method. This study uses primary data. The tests carried out include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, partial t-tests, simultaneous f-tests, and coefficient of determination tests. The results of the study show that the variables of electronic word of mouth, brand image, and price perception influence the interest in buying Secret Number music albums among Generation Z kpop music fans, and the most dominant variable influencing the interest in buying is the price perception variable.
PENGARUH PERSEPSI HARGA, KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS, KETEPATAN WAKTU, DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN KERETA CEPAT INDONESIA CHINA (WHOOSH) Putri Salsabila; Endika Perdana
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v5i1.2590

Abstract

Dominasi kendaraan pribadi yang memicu kemacetan membuat transportasi publik efisien semakin dibutuhkan. Sebagai kereta cepat pertama di Indonesia, Whoosh perlu dikaji agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini penting karena meningkatnya jumlah penumpang akan memengaruhi pengembangan dan peningkatan layanan di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persepsi harga, kualitas pelayanan, fasilitas, ketepatan waktu, dan electronic word of mouth (E-WOM) terhadap kepuasan pelanggan Kereta Cepat Indonesia China (Whoosh), baik secara parsial maupun simultan, serta mengidentifikasi variabel paling dominan. Penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif serta teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis metode purposive sampling dan analisis dilakukan dengan SmartPLS 3.0 melalui uji validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas, R-Square, Q-Square, F-Square, Goodness of Fit (GoF), dan hipotesis (path coefficient). Data primer sebanyak 205 responden berhasil dikumpulkan melalui kuesioner online (Google Form) dan dinyatakan valid untuk penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga, kualitas pelayanan, fasilitas, dan ketepatan waktu berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan E-WOM berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, kelima variabel berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, dengan kualitas pelayanan sebagai variabel paling dominan.