Soedjrwo -
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERAN FASILITATOR DENGAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR DI LSM ADEMOS Dewi Safitri Rizquna; Soedjrwo -
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.385 KB)

Abstract

Fasilitator merupakan seseorang  yang  menyediakan fasilitas  dalam  masyarakat. Peran  fasilitator sebagai pemegang kendali dalam menggerakan partisipasi masyarakat . dalam penelitian ini peran fasilitator yang dibahas adalah peran sebagai inspirator, sebagai informator, sebagai motivator, sebagai pendamping dan sebagai mediator dalam meningkatkan kemandirian warga belajar. Kemandirian warga belajar merupakan tolok ukur utama dalam mengembangkan program - programnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakaj ada hubungan antara peran fasilitator sebagai inspiratory, informatory, motivator, pembimbing serta mediator dan kemandirian warga belajar di LSM Ademos Bojonegoro. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui adanya hubungan dari satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan empat puluh warga belajar yang mengikuti program sebagai responden, dan sepuluh warga belajar program sinau bareng sebagai alat uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menggunakan analisis of variance (Anova) dan Uji t , menunjukkan bahwa adanya peran fasilitator sebagai inspirator, pembimbing dan mediator dalam meningkatkan kemandirian warga belajar. Dari hasil uji hipotesis Peran sebagai inspirator sebesar 0,001, peran sebagai pembimbing 0,000 dan peran sebagai mediator 0,000. Sehingga hipotesis penulis yang menyatakan bahwa œadanya hubungan yang signifikan antara peran fasilitator dengan kemandirian warga belajar dapat diterima.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) MANIK-MANIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK REMAJA Tutus Dwi Mitya; Soedjrwo -
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.57 KB)

Abstract

Pola Asuh adalah cara atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang dewasa secara sosial. Dengan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa pengasuhan anak yang dimaksud adalah kepemimpinan dan bimbingan yang dilakukan terhadap anakyang berkaitan dengan kepentingan hidupnya. Pola asuh menurut Hurlock dibagi tiga, yaitu Pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar remaja yang orang tuanya bekerja di UMKM manik-manik Dusun Gambang, Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui adanya pengaruh dari satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan 50 responden. Hasil penelitian menggunakan analisis of variance (Anova) dan uji t, menunjukkan bahwa adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar anak remaja. Dari hasil uji hipotesis pola asuh otoriter sebesar 0,001, pola asuh demokratis sebesar 0,000, dan pola asuh permisif sebesar 0,284. Sehingga hipotesis penulis mengatakan bahwa adanya hubungan yang signifian antara pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. 
PERAN INSTRUKTUR DALAM PELATIHAN KETERAMPILAN SULAM DI BALAI PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL PMKS SIDOARJO Yuda Aswidiyanto; Soedjrwo -
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, April 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.522 KB)

Abstract

Peran instruktur dalam proses pelatihan keterampilan sulam sangat penting dalam mencapai tujuan pelatihan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai: (1) Peran instruktur sebagai pelatih, pembimbing, fasilitator dan motivator dalam pelatihan keterampilan sulam; (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pelatihan keterampilan sulam. Penelitian ini menggunakan motode kualitatif, dengan mendiskripsikan, menguraikan dan menggambarkan peran instruktur. Subyek dalam penelitian ini meliputi, satu orang instruktur, satu orang staf rehabilitasi sosial dan dua puluh orang penerima manfaat pelatihan keterampilan sulam. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data berupa koleksi data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan di dapat lima kesimpulan. Pertama peran instruktur sebagai pelatih instruktur mampu menguasai materi pelatihan dan mendemonstrasikannya. Kedua sebagai pembimbing instruktur memberikan bimbingan keterampilan yang bertujuan untuk membantu penerima manfaat. Ketiga sebagai fasilitator instruktur memberikan fasilitas kemudahan dan juga menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Keempat sebagai motivator instruktur memberikan dorongan motivasi kepada penerima manfaat agar lebih bersemangat dalam mengikuti pelatihan. Kelima faktor pendukung dalam pelatihan ini adalah adanya sarana prasarana dan instruktur yang professional serta faktor penghambat dalam pelatihan ini yaitu tindak lanjut dari hasil karya sulaman yang hanya dipasarkan saat pameran saja dan juga sulitnya komunikasi dengan penerima manfaat.