Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membumikan Teologi Transformatif Penyetaraan Sosial Umat Siti Robikah
FIKRAH Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5439.014 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v5i2.2066

Abstract

This article describes the renewal of Moeslim's Islamic thinking about transformative theology, and aims to introduce and revitalize Islamic thought that is almost forgotten. Islam as a foundation for the life of Muslims should not only prioritize the hablum min Allah and forget the hablum min an-nas, both must be balanced. This research is a reseacrh library, and the work of Moeslim Abdurrahman as the primary data. According to Moeslim worship in particular 'must be balanced with social care. This has become Moeslim's anxiety when he sees the reality of Muslims today being colonized by the flow of modernization which has led to the development of western capitalism, thus impacting increasing poverty and ignorance in Indonesia. This study yields findings that in transformative theology Moeslim offers reforms in the field of economics and education through community empowerment with job creation and the realization of a new model of pesantren which gives birth to Muslim thinkers based on liberation of oppression as the main objective of transformative theology.
Penafsiran Ulang QS. An-Nisa [4]: 34 dalam Perspektif Tafsir Maqasidi Siti Robikah
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 4 No. 1 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57217/aldhikra.v4i1.1007

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah lebih mendalam pesan yang disampaikan dalam Al-Qur’an surah al-Nisa 34 soal kepemimpinan perempuan. Ayat ini secara tekstual dipahami oleh mayoritas ulama tafsir bahwa laki-laki adalah pemimpin perempuan baik domestik maupun publik. Dengan menggunakan metode pembacaan tafsir maqasidi yang diinisiasi oleh Abdul Mustaqim, penelitian ini akan mencoba menafsirkan ulang QS. An-Nisa ayat 34. Ada tiga analisis yang harus dipahami dalam metode tafsir maqasidi Abdul Mustaqim, yaitu dengan analisis kebahasaan, analisis ‘ulum Al-Quran atau hermeneutis dan analisis maslahah. Ketiga analisis ini akan memberikan kebaharuan dalam penafsiran Al-Qur’an. QS. An-Nisa ayat 34 menggunakan term al-rij?l dan al-nisa’ yang menunjukkan pemaknaan laki-laki dan perempuan bukan makna jenis kelamin namun makna secara gender. Karena term laki-laki dan perempuan secara jenis kelamin ditunjukkan dengan kata al-?akar dan al-untsa. Maka dari itu, reinterpretasi yang ditawarkan oleh Tafsir Maqasidi QS. An-Nisa ayat 34 yaitu harus ada ketersalingan antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga bukan superioritas laki-laki atas perempuan. Hal ini dikarenakan kemaslahatan keluarga adalah kunci utama bagi kemaslahatan umat seluruhnya. Ketersalingan adalah jawaban atas ketidakadilan dalam sebuah keluarga. Goals yang ingin dicapai oleh Tafsir Maqasidi Abdul Mustaqim ini mencari jalan tengah atau istilah yang digunakan untuk jalan moderasi antara yang fundamental ekstrimis dan liberal.