Kajian mengenai Dinasti Abbasiyah telah banyak membahas perkembangan ilmu pengetahuan pada masa keemasannya, namun masih sedikit penelitian yang mensintesiskan warisan intelektual Abbasiyah sebagai model konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi warisan intelektual Dinasti Abbasiyah sebagai fondasi arsitektural bagi peradaban Islam abad ke-21 melalui sintesis empat pilar utama, yaitu Bait al-Hikmah, gerakan penerjemahan, dukungan politik terhadap ilmu pengetahuan, dan produksi pengetahuan orisinal. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Setelah melalui proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan seleksi, sebanyak 14 artikel ilmiah dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keberhasilan peradaban Abbasiyah tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh integrasi kelembagaan pendidikan, keterbukaan terhadap pertukaran pengetahuan lintas budaya, komitmen politik terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, dan budaya inovasi ilmiah yang saling memperkuat. Sinergi keempat aspek tersebut menghasilkan ekosistem keilmuan yang berkelanjutan dan relevan sebagai kerangka pengembangan pendidikan Islam di era global. Temuan ini berimplikasi pada penguatan kebijakan pendidikan Islam berbasis integrasi ilmu, pengembangan strategi dakwah intelektual, serta penyusunan model pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan peradaban abad ke-21.