Siti Mukaromah
ITKES Wiyata Husada Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETAHANAN DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI PENGOBATAN KEMOTERAPI : LITERATURE REVIEW Wahyu Dewi Sulistyarini; Erny Nury Nainggolan; Siti Mukaromah
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.542

Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosis kanker payudara. Penatalaksanaan yang menjadi alternatif pilihan utama untuk mengatasi kanker adalah kemoterapi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup baik secara fisik,psikologis, sosial, dan spiritual sehingga pasien tidak bersedia melanjutkan kemoterapi. Pasien yang tidak melanjutkan kemoterapi juga menolak tindakan operasi, atau tidak berobat dapat menyebabkan cepat meninggal atau penyebaran penyakit lebih cepat, kualitas hidup lebih rendah. Tujuan: Diketahui ketahanan diri pasien dengan kanker payudara yang menjalani pengobatan kemoterapi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literature review dengan menggunakan search engine Google Scholar, Pubmed, dan DOAJ. Kata kunci yang dimasukkan ke dalam search engine atau database antara lain “self-resilience” or “breast cancer” or “chemotherapy”. Setelah membaca artikel dan menyeleksinya dengan menggunakan JBI critical appraisal tool didapatkan 11 artikel yang sesuai. Hasil: Cara pasien kanker payudara mempertahankan diri dalam menjalani pengobatan kemoterapi yaitu dengan beradaptasi terhadap kondisinya seperti tidak merasa malu dan terbebani terhadap penyakit yang dialami serta melakukan berbagai kegiatan sebagai distraksi. Kesimpulan: Dengan adanya dukungan berupa motivasi, saran maupun bantuan materi memberikan dampak positif pada kesehatan dan psikologis penderita sehingga pasien lebih kuat, optimis, semangat menjalani kemoterapi dan mampu bertahan melawan penyakitnya serta pemberian terapi non farmakologis terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan emosional subjek.
Analysis of Self-Confidence Levels Among Elementary School Children in Berau Regency Santi; Siti Kholifah; Siti Mukaromah; Rusdi
Journal of Health, Sport, and Nursing Vol. 2 No. 01 (2026): Journal of Health, Sport, and Nursing
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jhsn.v2i01.76507

Abstract

Background: The elementary school years constitute a critical period for the development of competence, aligning with the psychosocial stage of "industry versus inferiority." Self-confidence serves as a protective factor against mental health disorders; however, data from Berau Regency indicates the presence of children falling into "borderline" and "abnormal" mental health categories. Methods: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 105 fourth and fifth-grade students from SDN No. 002 Sambaliung, selected using consecutive sampling. The Lauster Self-Confidence Scale, comprising 19 items, was used as the research instrument. Data analysis was conducted using univariate analysis to determine frequency distributions and percentages. Results: The findings revealed that the majority of respondents (59 students or 56.2%) possessed a good level of self-confidence, while 46 students (43.8%) fell into the low category. The respondents were predominantly aged 10–11 years, and almost all (98.1%) lived with their biological parents. Conclusion and Recommendations: While most students demonstrated strong self-confidence, the prevalence of low self-confidence remained notably high. It is recommended that schools and community health centers (Puskesmas) conduct periodic screenings and develop psychosocial interventions based on expressive communication to strengthen the children's self-concept.