Wa Ode Winesty
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SAMPAH (SIGGI’): PANDANGAN MASYARAKAT BAJO Marling Marling; Wa Ode Winesty
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i1.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi sampah di lingkungan masyarakat Bajo di Desa Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat dan Bagaimana sudut pandang mereka mengenai sampah. Penelitian ini menggunakan teori pandangan menurut Malinowski dalam spradley. Metode dalam penelitian ini adalah etnografi dengan teknik pengamatan terlibat dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa budaya membuang sampah di masyarakat Bajo di Desa Maginti masih berorientasi ke laut, meskipun mereka telah bermukim di darat. Akibat hal tersebut banyak terdapat sampah yang berserakan di tepi pantai. Ada beberapa pandangan terkait dengan sampah di lingkungan mereka yaitu: sampah dibuang di laut masih bermanfat bagi pihak lain, sampah akan dibawa atau diangkut ombak (siggi’ na boa ele goya’), sampah dibuang di laut lebih mudah (siggi’ na tiba ka dilao nggai maareso), sampah dibuang di laut lebih cepat (siggi ma tiba cippa), sampah tidak dibuang di sebelah kanan (nggai niba siggi’ ma kanang), tidak membuang sesuatu yang masih berguna (nggai niba siggi’ nia tujuna), dan tidak semua sampah kotor.
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA WANITA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN PERAN PUBLIKNYA Srifarika Srifarika; Wa Ode Winesty
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume. 7 Nomor 2. Desember 2023
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know and describe the female Pamong Praja Police Unit in carrying out their public duties and roles, as well as to understand and describe the female Pamong Praja Police Unit in carrying out their domestic duties and roles, especially in Kendari City. The results showed that female Satpol PP members or Srikandi Pol PP Kendari City have dual roles. The dual roles in question are public roles and domestic roles. In carrying out their public role, Srikandi Pol PP has various experiences in serving in the field, especially when carrying out the process of controlling street vendors. During the curbing process, they often get cursed and even violence. However, this does not make them give up or get tired of their work. This becomes a reference for them to be better at work and still prioritize the humanist side. Srikandi Pol PP also carries out their domestic duties and roles, namely as housewives. The domestic roles undertaken by Srikandi Pol PP are in the form of household chores such as cooking, taking care of children, cleaning the house, washing, ironing and taking care of plants. In addition, they also run small businesses from home to increase their income.
SAMPAH (SIGGI’): PANDANGAN MASYARAKAT BAJO Marling Marling; Wa Ode Winesty
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i1.1444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi sampah di lingkungan masyarakat Bajo di Desa Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat dan Bagaimana sudut pandang mereka mengenai sampah. Penelitian ini menggunakan teori pandangan menurut Malinowski dalam spradley. Metode dalam penelitian ini adalah etnografi dengan teknik pengamatan terlibat dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa budaya membuang sampah di masyarakat Bajo di Desa Maginti masih berorientasi ke laut, meskipun mereka telah bermukim di darat. Akibat hal tersebut banyak terdapat sampah yang berserakan di tepi pantai. Ada beberapa pandangan terkait dengan sampah di lingkungan mereka yaitu: sampah dibuang di laut masih bermanfat bagi pihak lain, sampah akan dibawa atau diangkut ombak (siggi’ na boa ele goya’), sampah dibuang di laut lebih mudah (siggi’ na tiba ka dilao nggai maareso), sampah dibuang di laut lebih cepat (siggi ma tiba cippa), sampah tidak dibuang di sebelah kanan (nggai niba siggi’ ma kanang), tidak membuang sesuatu yang masih berguna (nggai niba siggi’ nia tujuna), dan tidak semua sampah kotor.