Firdaus Sutan Mamad
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA HISAB TAQWIM TAREKAT SYATTARIYAH DI SUMATERA BARAT Firdaus Sutan Mamad
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 17 No 1 (2019): IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.713 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v17i1.1754

Abstract

Taqwim is one of the methods to determine the beginning of Ramadan taught by Shaykh Burhan al-Din Ulakan in Syattariyah Tariqa. This study is interesting to be investigated because there were some dynamical phenomena happened in West Sumatra in terms of determining the beginning of Ramadan. There was a particular society that followed the Government’s decision regarding the beginning of Ramadan, there was also a certain group of people who performed the Ramadan earlier than the Government’s decision, there was even a certain society who started the fasting one day after the Government’s decision. The more interesting one, among the adherents of Syattariyah, there were also differences to determine the first day of Ramadan. The problem is why the dynamics in determining the first day of Ramadan happened in West Sumatra. This study implemented the method of philological approach to history. From this study, it can be generated that the dynamics occur because the taqwim taught by Shaykh Burhan al-Din is not just one method to determine the beginning of Ramadan, so it is being debatedamong the adherents of Syattariyah. It has happened throughout the generation within their strong basis of thought and philosophy.
Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Hadis dalam Membentuk Etika Profesi Pendidik Miftahul Husnah; Firdaus Sutan Mamad; Urwatul Wusqa
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2883

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berpijak pada sumber hadis Nabi Muhammad SAW sebagai landasan normatif dalam membentuk etika profesi pendidik. Krisis etika yang muncul di kalangan pendidik di Indonesia mencakup dekadensi moral, rendahnya integritas akademik, dan melemahnya keteladanan mendorong urgensi kajian ini. Meskipun literatur tentang etika pendidik telah berkembang, penelitian yang secara spesifik menelaah hadis-hadis kependidikan sebagai kerangka etis yang operasional dan implementatif masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (kajian pustaka), di mana sumber primer berupa kitab-kitab hadis muktabar dan sumber sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah relevan. Analisis dilakukan melalui content analysis dan pendekatan hermeneutika hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis kependidikan memuat minimal empat dimensi etika profesi pendidik: (1) dimensi niat dan keikhlasan (al-niyyah), (2) dimensi keteladanan moral (al-uswah al-hasanah), (3) dimensi kasih sayang dan empati (al-rahmah), dan (4) dimensi tanggung jawab dan amanah (al-mas'uliyyah). Keempat dimensi ini secara sinergis membentuk konstruk etika profesi yang komprehensif, yang relevan dan dapat dioperasionalkan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka etika pendidik berbasis hadis yang belum banyak dikaji secara sistematis.