Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEGOTIATING BEAUTY (MUSLIM WOMEN RESPONSE ON WHITENING BEAUTY PRODUCT) Elya Munfarida
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.987 KB)

Abstract

Abstract: Kecantikan perempuan bukan sesuatu yang universal dan tidak berubah. Hal ini dibuktikan dengan adanya pergeseran konsepsi kecantikan perempuan, yang dulu diidentikkan dengan tubuh yang gemuk. Sekarang lebih diidentikkan dengan tubuh yang langsing dan berkulit putih. Oergeseran konstruksi kecantikan ini tidak terlepas dari peran media yang merepresentasikan kecantikan perempuan dengan image tertentu, misalnya melalui iklan-iklan produk pemutih yang menggambarkan perempuan cantic adalah yang memiliki kulit putih. Dalam artikel ini, perempuan justru menggunakan agensi mereka untuk menegosiasi konsepsi kecantikan yang diidentikkan dengan kulit putih yang lebih menekankan penampilan fisik, dan merekontruksi konsep kecantikan yang berbeda. Sebagai perempuan mmuslim, mereka mengakomodir nilai-nilai agama yang lebih menekankan moralitas sebagai bagian dari inner beauty utntuk mengkritik konsepsi kecantikan yang direpresentasikan media yang semata-mata menekankan aspek fisik. Meskipun, penampilan fisik juga dianggap pentiing, namun moral yang baik diangga[ lebih esensial. Dengan rekontruksi ini, perempuan telah mengorganisir identitas yang berbeda, bahkan berlawanan dalam narasi baru yang menjadi dasar bagi kontruksi habitus dan praktik kecantikan mereka di masa yang akan datang. Kata-kata Kunci: Kecantikan, Media, Representasim Subjektifitas, Agensi
VERNAKULARISASI DALAM TAFSIR AL-IKLIL: STUDI ANALISIS AYAT AYAT HIDANGAN SURGA Muhammad Khairul Umam; Eep Nafis Khamdani; Elya Munfarida
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1785

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini ditetapkan pada fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur'an, khususnya dalam konteks masyarakat Jawa yang kaya akan tradisi budaya lokal. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana proses adaptasi budaya lokal, termasuk bahasa, tradisi, dan adat istiadat, mempengaruhi penafsiran ayat tentang hari raya surgawi dalam Tafsir Al-Iklil karya KH Mishbah Musthofa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik vernakularisasi ini dan memahami dinamika hubungan antara teks suci dan konteks budaya lokal dalam tradisi tafsir Nusantara. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis isi yang membandingkan penafsiran ini dengan sumber-sumber lain dan mengeksplorasi penggunaan unsur-unsur budaya dalam penafsiran tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa KH Mishbah Musthofa menginternalisasi unsur-unsur budaya Jawa, seperti bahasa Pegon dan makna gandul, serta mengadaptasi penafsiran ayat tersebut dengan konteks sosial dan budaya setempat, misalnya dalam menafsirkan kata "ma'īn" sebagai "sajeng" atau "nira." Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vernakularisasi bukan sekedar penerjemahan bahasa, tetapi juga merupakan bentuk adaptasi pesan dan nilai-nilai Islam, yang menyuburkan dan memperkuat relevansi pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan masyarakat setempat.