Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN BAHAN AJAR MATERI GAYA DAN GERAK BERBASIS LITERASI SAINS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK TUNARUNGU Maghfira Febriana; Irma Dwi Tantri
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v0i0.17831

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep peserta didik tunarungu dari penerapan bahan ajar materi Gaya dan Gerak berbasis literasi sains. Bahan ajar berupa handout yang memuat aspek literasi sains meliputi sains sebagai batang tubuh pengetahuan, penyelidikan, cara berpikir, dan interaksi sains dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Peserta didik diberikan pretest sebelum pembelajaran. Bahan ajar berbasis literasi sains digunakan untuk pembelajaran materi Gaya dan Gerak bagi peserta didik tunarungu. Pada akhir pembelajaran dilakukan postest pemahaman konsep peserta didik. Analisis data pretest dan protest menggunakan perhitungan nilai effect size. Hasil didapatkan nilai effect size 1.54, termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan interpretasi nilai tersebut disimpulkan bahwa penerapan bahan ajar materi Gaya dan Gerak berbasis literasi sains dapat meningkatkan pemahaman konsep pada peserta didik tunarungu.
Breastfeeding, Science, and Islam: A Study of Knowledge Among Islamic College Students Irma Dwi Tantri
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 01 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i01.9964

Abstract

Stunting in early childhood remains a serious problem in Indonesia, one of the main causes of which is suboptimal breastfeeding practices. Breastfeeding is a practice recommended by both science and Islam. Although the majority of Indonesians are Muslim, the rate of exclusive breastfeeding remains low, especially among working and highly educated mothers. This study aims to analyze the knowledge of early childhood Islamic education students, who represent prospective mothers with academic backgrounds in child development and Islamic law. The research uses a mixed-method (convergent) approach. Data was collected through questionnaires and analyzed simultaneously. Findings indicate that while 97% of respondents believe in the superiority of breast milk, only 18% are aware of its immune benefits. All respondents also agreed that the Qur'an encourages breastfeeding, but only 15% could correctly cite the relevant verse. Additionally, many viewed formula milk as the primary solution to breastfeeding challenges and had limited knowledge about maternal nutrition or breastfeeding counseling. These results indicate that while respondents believe in the importance of breastfeeding from both scientific and Islamic perspectives, their understanding is superficial. Therefore, integrated education is needed, involving the government, educational institutions, the community, and religious leaders to strengthen knowledge about breastfeeding among expectant mothers, focusing not only on the benefits of breast milk but also on lactation management. [Stunting pada anak usia dini masih menjadi masalah serius di Indonesia, yang salah satu penyebab utamanya adalah praktik menyusui yang belum optimal. Menyusui merupakan praktik yang dianjurkan baik dalam sains maupun Islam. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tingkat pemberian ASI eksklusif tetap rendah, terutama di kalangan ibu bekerja dan berpendidikan tinggi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini, yang mewakili calon ibu dengan latar belakang akademis tentang perkembangan anak dan syariah Islam. Penelitian ini mengggunakan metode campuran (konvergen). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara bersamaan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun 97% responden meyakini keunggulan ASI, hanya 18% yang mengetahui manfaat imunitasnya. Semua responden juga menyetujui bahwa Al-Qur'an menganjurkan praktik menyusui, namun hanya 15% yang dapat menyebutkan ayat tersebut dengan benar. Selain itu, banyak yang menganggap susu formula sebagai solusi utama untuk kendala menyusui dan memiliki pengetahuan yang terbatas tentang nutrisi ibu atau konselor menyusui. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun responden meyakini keutamaan menyusui baik dari perspektif ilmiah dan Islam, pemahaman mereka bersifat dangkal. Oleh karena itu, edukasi terintegrasi diperlukan dengan melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan tokoh agama untuk memperkuat pengetahuan tentang menyusui di kalangan calon ibu yang tidak hanya berfokus pada keunggulan ASI tetapi juga manajemen laktasi].
Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari; Irma Dwi Tantri
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua yang berprofesi petani dalam pencapaian prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan mulai April-Juni tahun 2025 mulai dari persiapan sampai penyusunan laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan jenis survei deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi berjumlah 375 siswa, dengan sampel 100 siswa yang orang tuanya berprofesi petani, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur peran orang tua dan dokumentasi nilai rapor PAI siswa. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua yang berprofesi petani dalam mendukung prestasi belajar PAI siswa bervariasi. Peran sebagai motivator (80,35%), role model (89,7%), dan supervisor (77,5%) berada dalam kategori "baik". Sementara itu, peran fasilitator (62,16%), mediator (58,55%), dan evaluator (56,8%) berada dalam kategori "cukup", mengindikasikan adanya upaya namun masih memerlukan peningkatan optimalisasi. Peran sebagai partner/mitra sekolah (46,7%) tergolong "kurang baik", menunjukkan rendahnya komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah. Data prestasi belajar PAI siswa menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan rata-rata nilai cukup baik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun orang tua petani telah menunjukkan peran yang baik sebagai motivator, role model, dan supervisor, terdapat potensi peningkatan yang signifikan pada peran fasilitator, mediator, evaluator, dan terutama partner sekolah, guna mendukung pencapaian prestasi belajar PAI siswa secara menyeluruh. Disarankan agar orang tua meningkatkan komunikasi dengan sekolah dan pendampingan belajar, sedangkan sekolah diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan menjalin kemitraan yang lebih intensif dengan orang tua.