Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SINERGITAS ISLAMIC MICROFINANCE INSTITUTION (IMFI): Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Fisit Suharti
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.668 KB) | DOI: 10.24090/ej.v5i1.1626

Abstract

Dua dekade terakhir perkembangan ekonomi syariah ramai dengan munculnya berbagai lembaga keuangan syariah, termasuk di dalamnya adalah BMT dan lembaga zakat. Namun, lembaga zakat ini jauh lebih awal dibanding dengan BMT. Kedua lembaga ini memiliki kesamamaan dalam fungsi intermediary menghimpun dan menyalurkan dana ZIS dalam operasionalnya, tetapi di sisi lain keduanya juga memiliki sejumlah kendala, untuk itu dalam makalah ini penulis mencoba mensinergikan keduanya dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin dan peningkatan kesejahteraan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). BMT memiliki potensi besar turut serta mewujudkan sektor UMKM yang kuat. Secara karakteristik, keberadaan lembaga keuangan ini memiliki kebersenyawaan yang erat dengan sektor usaha, karena target dan sasaran BMT serta skala usahanya memiliki orientasi pembiayaan sektor mikro. Selain itu aset nasional BMT juga telah mencapai Rp 4,7 trilliun, dengan jumlah pembiayaan Rp 3,6 trilliun. Sedangkan lembaga zakat dalam hal ini BAZNAS, juga memiliki potensi yang sama. Namun, dana ZIS ini nampaknya belum disalurkan secara maksimal. Efektivitas penyaluran dana ZIS tahun 2014 sekitar 67,50 % , sedangkan tahun 2015 ini hanya 26,91%. Atas hal ini, perlu adanya sinergitas kedua lembaga ini dalam bentuk kerjasama penyaluran dana ZIS agar maksimal. BAZNAS memiliki dana ZIS yang cukup besar, dan BMT juga memiliki program pembiyaaan mikro dan dana ZIS. Mekanismenya adalah BAZNAS menyalurkan dana untuk mayarakat miskin dan pelaku usaha mikro (kecil dan menengah) melalui BMT agar lebih terkontrol. BMT dalam menyalurkan dana ZIS tersebut dengan mekanisme “ACTORS” melalui 5 tahapan, yakni, pemberian dana ZIS untuk masyarakat miskin, qardul , bagi hasil, return, saving.
Gamifation Dan Edukasi Fintech Syariah Untuk Pemahaman Investasi Halal Gen Z Rizqi, Iqbal; Novie Nurfitriani; Wastian Maulidea Ananti; Fisit Suharti
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v5i1.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mekanisme gamification dan konten edukasi digital pada platform Fintech Syariah dalam meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai konsep dan praktik investasi halal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai jurnal, artikel ilmiah, buku, serta dokumen pendukung. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola literasi investasi dan strategi edukasi digital pada layanan keuangan berbasis Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamification mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan pengguna, sementara konten edukasi digital memperjelas prinsip investasi halal secara lebih terstruktur dan mudah dipahami. Kedua mekanisme tersebut berkontribusi dalam mengarahkan ketertarikan awal Generasi Z terhadap investasi halal menjadi pemahaman yang lebih kritis dan bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi edukasi digital dalam pengembangan platform Fintech Syariah.Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mekanisme gamification dan konten edukasi digital pada platform Fintech Syariah dalam meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai konsep dan praktik investasi halal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai jurnal, artikel ilmiah, buku, serta dokumen pendukung. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola literasi investasi dan strategi edukasi digital pada layanan keuangan berbasis Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamification mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan pengguna, sementara konten edukasi digital memperjelas prinsip investasi halal secara lebih terstruktur dan mudah dipahami. Kedua mekanisme tersebut berkontribusi dalam mengarahkan ketertarikan awal Generasi Z terhadap investasi halal menjadi pemahaman yang lebih kritis dan bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi edukasi digital dalam pengembangan platform Fintech Syariah.
Generasi Z Vs Rupiah Digital : Mengupas Tuntas Perubahan Pola Perilaku Keuangan Syariah di UIN SAIZU Purwokerto Hanifah nailah dwi nayyara; Dina Detiawati; Alifatul Izzah; Fisit Suharti
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v5i1.2218

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pergeseran sistem pembayaran menuju cashless melalui e-wallet, QRIS, dan layanan fintech, terutama di Generasi Z. Kemudahan dan kecepatan transaksi membentuk perilaku keuangan praktis dan instan. Bagi masyarakat Muslim, transaksi digital harus sesuai prinsip syariah, terbebas dari riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini menganalisis konflik internal mahasiswa Generasi Z di perguruan tinggi Islam antara praktikalitas transaksi digital dan ketenangan syariah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara semi-terstruktur mahasiswa UIN Saizu Purwokerto. Hasil menunjukkan mahasiswa lebih memprioritaskan kemudahan transaksi daripada verifikasi syariah, meski muncul keraguan pada fitur cashback dan PayLater. Penguatan literasi keuangan syariah sangat penting.