Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA KELAYAKAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG DENGAN MEMPERHITUNGKAN KELAYAKAN FINANSIAL: PADA PENGISIAN ULANG AIR MINUM HASIM RO Andung Jati Nugroho; Muhamad Syaifudin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 10: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha air minum isi ulang termasuk bisnis yang memiliki prospek tinggi terutama di Kecamatan Majenang. Adanya usaha air minum isi ulang ini diharapkan dapat terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Majenang dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah apakah usaha isi ulang air minum Hasim RO layak dikembangkan berdasarkan penilaian payback Priode, Net Present Value, Internal Rate of Retrun, dan Benefit Cost Ratio dan guna menilai kelayakan usaha air minum isi ulang, menggunakan modal sendiri. Penelitian ini memutuskan untuk menggunakan metode kelayakan finansial. Kelayakan sebuah usaha dapat dinilai berdasarkan kelayakan fiansialnya, karena kelayakan finansial dapat menentukan keberhasilan dan keberlangsungan suatu usaha. Kelayakan usaha dapat ditinjau dari besar kecilnya keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dilakukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha yang dijalankan oleh usaha isi ulang Hasim RO dapat dikategorikan sebagai usaha yang layak dilaksanakan dilihat dari finansialnya. Hal ini ditunjukan dengan payback periode yang hanya membutuhkan waktu 9 bulan 29 hari. Adapun hasil yang dilihat berdasarkan hasil laba bersih (LB) sebesar Rp. 347.880.000.00, NPV Rp. 35.282.037, BCR 5.827745081 dan IRR 22,87 %. Yang artinya usaha isi ulang air minum layak dikembangkan dan ditambah nilai investasinya menjadi 2000 galon.
ASSOCIATION RULE-MARKET BASKET ANALISIS (AR-MBA) UNTUK MENGANALISIS KEPUTUSAN DALAM PEMBELIAN SAYUR Sigit Arianto; Andung Jati Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 10: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2595

Abstract

Produk Sayur termasuk kedalam salah satu jenis perishable product (produk atau bahan pangan dengan masa hidup yang terbatas dan mudah rusak). Masalah limbah sayur di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya, terbanyak berisi sayuran dan buah. Salah satu toko sayur tosaga di Yogyakarta kabupaten seleman memiliki masalah yang sama, oleh sebab itu toko harus mampu menentukkan bagaimana strategi yang harus diterapkan untuk mengurangi masalah limbah yang menumpuk. Salah satu caranya dengan memahami perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan perilaku konsumen dalam membeli produk sayur dan non sayur yang dibeli pada waktu yang bersamaan tiap bulan berdasarkan Rules yang terbentuk dengan menggunakan metode MBA, menganalisis produk sayur dan non sayur yang sering muncul di transaksi tiap bulan, dan menganalisis strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada toko sayur tersebut. Metode Market Basket Analysis (MBA) merupakan suatu metode analisa yang menganalisis perilaku konsumen secara spesifik dari suatu golongan/kelompok tertentu. penelitian ini diolah dengan Phython. Dari Hasil penelitian ini didapatkan rule yang sering dibeli bersamaan mengandung item wortel yang dapat dikatakan sebagai strong consequent.
MENGETAHUI PENGARUH KUALITAS DAN MEREK PRODUK TERHADAP MINAT BELI PAKAIAN BEKAS IMPOR Robi Wijaya; Andung Jati Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk dan Merek Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas Impor di Wilayah DI Yogyakarta, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah konsumen pakaian bekas di wilayah DI Yogyakarta. Pengumpulan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel yang dipilih sesuai dengan persyaratan yang ditentukan sendiri oleh peneliti. Sampel yang digunakan berjumlah 79 responden konsumen Pakaian Bekas Impor di Wilayah DI Yogyakarta. Hasil penelitian ini menggunakan aplikasi software SPSS. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji regresi berganda, uji parsial, uji simultan dan uji determinasi. Model persamaan regresi linier berganda yang dapat dirumuskan adalah Y = 12,405 + 0,287X1 +-0,139X2 +e terdapat hasil dari perhitungan menggunakan software SPSS, nilai dari kualitas produk (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,287 dan nilai merek (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar -0,139. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan Merek tidak berpengaruh secara parsial terhadap Keputusan Pembelian. Kualitas Produk (X1) dan Merek (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y). Kualitas Produk dan Merek berpengaruh sebesar 10,2% sisanya yaitu sebesar 89,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
Analisis Human Error dengan Metode Sherpa dan Heart pada Produksi Barecore PT. Pundi Alam Perkasa Dewi Safitri; Andung Jati Nugroho
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja dalam industri pengolahan kayu umumnya disebabkan oleh kesalahan manusia. PT Pundi Alam Perkasa, produsen Barecore, mengalami sejumlah insiden kecelakaan, terutama pada tahap produksi. Studi ini memiliki tujuan untuk menemukan kemungkinan kesalahan manusia, menyelidiki faktor-faktor penyebabnya, serta menawarkan saran perbaikan demi meningkatkan keselamatan dalam lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah SHERPA untuk mengidentifikasi jenis kesalahan berdasarkan aktivitas kerja, dan HEART untuk menghitung probabilitas kesalahan (HEP) pada aktivitas berisiko tinggi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama Februari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dengan nilai HEP tertinggi terjadi saat pengoperasian mesin Crosscut tanpa dimatikan (HEP = 0,279), memasukkan kayu ke mesin Gangrip (HEP = 0,264), serta memasukkan tangan ke mesin Double Planner dan Jump Crosscut tanpa pengecekan pengaman (HEP = 0,216). Faktor utama penyebab kesalahan adalah kurangnya pelatihan, beban kerja tinggi, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur. Rekomendasi perbaikan mencakup pemasangan sensor pengaman, penyusunan dan sosialisasi SOP, serta peningkatan pelatihan dan pengawasan. Penerapan metode SHERPA dan HEART terbukti efektif dalam mengidentifikasi serta menurunkan risiko human error, sehingga mendukung peningkatan keselamatan dan efisiensi kerja di industri pengolahan kayu.
Evaluasi Resiko Keselamatan Kerja Pada Area Produksi Menggunakan Metode Hirarc di PT. Mitrametal Perkasa Muhammad Fauzan; Andung Jati Nugroho
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10710

Abstract

Occupational safety and health (OSH) is an important aspect of manufacturing activities because it is directly related to worker safety and the continuity of production processes. PT Mitrametal Perkasa, as an automotive component manufacturing company, has various work activities in the production area that potentially cause occupational accident risks, particularly in the Machining Department. Therefore, a systematic evaluation of occupational safety risks is required. This study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and formulate occupational safety risk control measures in the production area of PT Mitrametal Perkasa. The method used in this study is HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Data collection was carried out through direct observation, interviews with operators and production supervisors, and documentation studies. Risk assessment was conducted based on the likelihood and severity levels of hazards in each work activity. The results show that there are potential hazards with moderate to high risk levels, especially in CNC machine operation, handling of sharp materials, and clamping systems. Recommended control measures include the implementation of engineering controls, enforcement of work procedures, improvement of OSH training, and consistent use of personal protective equipment.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PENYAMAKAN KULIT SAPI NABATI PADA UD ROCHMAH HIDAYAT MENGGUNAKAN METODE PLAN, DO, CHECK, ACT DAN 5W+1H Tazakka Muhammad Alwi; Andung Jati Nugroho
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1523

Abstract

Quality control is a crucial aspect in the leather tanning industry to maintain competitiveness and minimize defective products. UD Rochmah Hidayat faces a problem with defect rates in vegetable-tanned cattle leather production reaching 20% of total production, exceeding the company's quality control limit of 10%. This study aims to identify factors causing defects and formulate improvement proposals to enhance product quality using the Plan, Do, Check, Act (PDCA) method and 5W+1H. Research data was obtained from the production period January to December 2024 with a total of 5,760 leather sheets produced and 1,152 sheets experiencing defects. Analytical tools used include check sheets, Pareto Diagrams, Fishbone Diagrams, control charts, and histograms. Identification results show three dominant types of defects: stiff defects (472 sheets), hole defects (384 sheets), and spot defects (296 sheets). Fishbone Diagram analysis identified main causal factors including human aspects (lack of supervision and accuracy), materials (differences in leather quality from various suppliers and damage due to disease), and methods (errors in the skinning process, imbalance in chemical composition, and improper storage conditions). Control chart analysis shows unstable production processes with several data points outside UCL and LCL limits. Improvement proposals using the 5W+1H method recommend adding supervisors, purchasing raw materials from one trusted supplier, training in knife usage according to standards, standardizing drying time, and using humidity and temperature measuring instruments in warehouses. Implementation of recommendations is expected to reduce defect rates to established control limits.