Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN AGROFORESTRI BERBASIS MANAGEMENT REGIM DI KAWASAN HUTAN JATI Anang - Susanto; Parwi Parwi; Marti Winarni
Gontor AGROTECH Science Journal Vol. 8 No. 3 (2022): Special issue Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SNST) 2022
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v8i3.9436

Abstract

Pengelolaan hutan saat ini harus memberikan akses atau hak izin  agar dapat  memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar hutan. Upaya yang dilakukan untuk mendapatkan legalisasi masyarakat dalam mengakses dan mengelola kawasan hutan, pemerintah mengeluarkan kebijakan perhutanan sosial. Pengelolaan lahan hutan dengan sistem management regim sangat memerlukan partisipasi masyarakat, sehingga salah satunya pengelolaan lahan berbasis agroforestry. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat dalam pengelolaan hutan, dalam bidang pengembangan agroforestri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan melalui wawancara langsung. Hasil yang didapatkan dari wawancara petani sebagai responden adalah sangat puas, puas dan kurang puas dengan persentase masing-masing 80%, 10%, 3%. Kepuasan petani terhadap sistem management regim  ini dipandang sebagai produk yang telah terbukti ampuh di dalam menghadapi perubahan  keamanan hutan dan lingkungan. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan  secara management regim  mampu mendukung kestabilan  pangan masyarakat setempat. 
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET SINGKONG PADA KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA Winarni , Marti; Susanto, Anang
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 06 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya sosialisasi tentang pengolahan lebih lanjut produk lokal singkong  menjadi nilai tambah. Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata adalah memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri, mempersiapkan kader-kader pembangunan serta sebagai agen perubah (agen of change). Iklim Sugihwaras sebagaimana desa – desa lain di wilayah Indonesia mempunyai Iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan. Luas wilayah Pelaksanaan kegiatan  pelatihan pembuata nugget singkong di desa Sugihwaras karena hampir dua juta hektare, dengan wilayah hutan lebih dari 50 % di tanami singkong. Hal tersebut membuat team   berupaya membuat inovasi – inovasi agar warga bisa tetap berkaya , dan memajukan desa. Pelatihan yang sesuai prosedur sangat penting  dilakukan dengan mengajak peran masyarakat.  . Hasil pelatihan di desa Sugihwaras mengajarkan untuk mendorong pertubuhan ekonomi masyarakat dan mereka sangat antusis dalam acara pelatihan tersebut. Hasil produk pembuatan singkong nugget,  menumbuhkan kesadaran dalam meningkatkan nilai ekonomi singkong yang  melimpah di sekitar desa, samping itu juga memperoleh tambahan pemasukan untuk kemandirian ekonomi masyarakat rumah tangga. Selain itu juga telah dirintis pembentukan paguyuban produksi nugget singkong
Sosialisasi Pembuatan Arang sekam Padi Model Drum Pada Masyarakat Desa Rejomulyo, Kabupaten Magetan: Pembuatan Arang Sekam Padi Winarni, Marti; Susanto, Anang
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2025): Mei - Juli
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v3i02.2010

Abstract

Sekam sebagai produk sisa hasil penggilingan padi ditemukan bertumpuk disekitar lokasi penggilingan, bahkan ada yang menggunung, sehingga apabila tidak dimanfaatkan dapat mengganggu lingkungan dan kemungkinan juga terhadap kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mempercepat penyebaran informasi pemanfaatan limbah sekam padi sehingga dapat digunakan sebagai tambahan pengolahan tanah dengan pemberian arang sekam padi pada lahan pertanian. Pelaksanaan sosialisasi ini berlangsung saat kegiatan pendampingan penanaman cabe diikuti sebanyak 24 peserta petani dan perangkat desa setempat. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi mengenai “ Kegunaan dan manfaat sekam arang padi untuk membantu proses pengembalian kesuburan tanah”. Metode pelaksanaan dimulai dengan pemberian materi tentang bahan yang di perlukan berupa sekam padi sekitar satu pick up dan tiga drum bekas untuk membantu proses pembakaran sekam. Petani yang kebanyakan bapak menunjukkan sangat antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan muncul kesadaran baru dari peserta untuk menggunakan dan membuat arang sekam padi sendiri dan tidak membuang sekam padi sebagai limbah di sembarangan. Sosialisasi yang dilakukan dengan mencoba 3 buah drum berisi sekam padi kering sebanyak 5 karung sekam siap bakar dalam 1 drum dan hasil yang di dapat setiap drum menghasilkan sebanyak 3,5 karung setengah sekam arang bakar
A PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN PUPUK BOKHASI MELALUI KEGIATAN KKN DESA GEMARANG KABUPATEN MADIUN Marti Winarni; Susanto, Anang
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gemarang  Kabupaten madiun  merupakan desa  yang  daerahnya  masih  banyak  terdapat  perkebunan,  pepohonan,  dan  halaman  yang  luas.  Mata pencaharian  penduduknya  pun  berbeda-beda beberapa  diantaranya  ada  kelompok  tani  dan  kelompok ternak. Namun   pada   pelaksanaan   di   lapangan,limbah dari   pertanian   dan peternakan   ini   belum dimanfaatkan  secara  maksimal.  Biasanya limbah-limbah  tersebut hanya  dibakar  di  halaman  ataupun  di timbun tanah. Mahasiswa ,KKN  Universitas Merdeka Madiun dan Dosen Pembimbing Lapangan   membuat   program   kerja   sosialisasi   dan   pelatihan   pembuatan   pupuk bokhasi bersama narasumber  yang  tepat.  Hal  ini  dilakukan  agar  masyarakat   mendapatkan  informasi dan  pelatihan  yang  tepat  mengenai  pembuatan  pupuk  kompos  atau  pupuk  bokhasi  dengan memanfaatkan limbah  pertanian  dan  kotoran  ternak.  Metode  pelaksanaan  kegiatan  masyarakat  ini  dilakukan  dengan beberapa   langkah,   yaitu persiapan,   tindakan,    dan   evaluasi   akhir.   Hasil   kegiatan   ini memberikan informasi dan pelatihan pembuatan pupuk bokhasi yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran  ternak,serta meningkatnya  kesadaran  kelompok  tani    dalam pentingnya memanfaatkan  sampah,  khususnya  sampah  bokhasi agar  dapat  bermanfaat  kembali  bagi tanaman  yang  nantinya  dapat  memberikan  dampak  peningkatan  produksi  usaha  tani  maupun  untuk tanaman pribadi  .
SOSIALISASI BANK SAMPAH DI PONDOK PESANTREN AL MUSTOFA: Susanto, Anang; Marti Winarni
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya sosialisasi tentang penanganan sampah yang sesuai prosedur sangat penting dilakukan dengan mengajak peran Pondok Pesantren. Kegiatan di Pondok Pesantren saat ini sudah seharusnya menjadi tempat untuk belajar tentang pengelolaan sampah yang sesuai prosedur, peran aktif semua kalangan yang peduli diantaranya memulai membangun kesadaran akan penanganan sampah dengan membentuk bank sampah . Pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Non Formal para santriawan dan santriwati sebagai upaya peningkatan kualitas hidup. Meningkatkan pengetahuan bagi pengasuh dan kesadaran para santri tentang pentingnya keterampilan untuk bersaing di era globalisasi. Menambah informasi dan keterampilan santriawan dan santriwati untuk mengembangkan sikap kreatif dan kewirausahaan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik dan pelatihan pengolahan sampah non organik, dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mustofa. Hasil sosialisasi di Pondok Pesantren mengajarkan untuk memilah sampah, menumbuhkan kesadaran dalam mengolah sampah secara bijak agar dapat mengurangi sampah yang dibuang langsung ke tempat pembuangan sampah akhir. Selain itu Pondok Pesantren Al Mustofa dapat mewujudkan kesehatan lingkungan yang lebih baik untuk daerah sekitarnya dengan menciptakan kontrol sampah di lingkungan internalnya sendiri, disamping itu juga memperoleh tambahan pemasukan untuk kemandirian ekonomi pesantren. Selain itu juga telah dirintis pembentukan kader untuk dapat menindak lanjuti perintisan pembentukan bank sampah
The PROSPECTS FOR MEDICINAL PLANTS CULTIVATION WITH THE WANAFARMA SYSTEM IN MADIUN REGENCY Marti Winarni; Anang Susanto
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medicinal plants are types of plants used to cure diseases suffered by humans directly or indirectly.. The Indonesian people have a close relationship with the forest in their daily lives and possess a high level of traditional knowledge in the use of medicinal plants. The study's purpose supports efforts to develop medicinal types as valuable plant species for herbal medicines, based on the results of field observations and related literature studies. Data and information were collected through direct observations at the location where the medicinal ingredients grow naturally and by reviewing relevant literature studies. Analysis of the potential of medicinal types shows a relatively high potential for medicinal plants with rhizome weights reaching 1 kg The highest habitus type is trees at 45.7%. The lowest habitus type is bushes with 9.5%. Habitat types other than trees are rarely found in the forest because the dense tree canopy blocks sunlight from entering the forest floor. In addition, almost all parts of the tree are utilized
Growth and Yield Response of Tomato Plants (Solanum lycopersicum L.) to Various Doses of Cow Dung Bokashi Fertilizer and Gibberellin ZPT Concentrations: Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Terhadap Berbagai Takaran Pupuk Bokashi Kotoran Sapi dan Konsentrasi ZPT Giberelin Marti Winarni; Rachmat Abdul Aziz; Indah Rekyani Puspitawati
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk bokashi kotoran sapi dan ZPT giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Metode penelitian menggunakan RAK 2 faktor 3 ulangan. Faktor Pertama takaran pupuk bokashi kotoran sapi 50 g, 100 g, 150 g, 200 g. Faktor kedua konsentrasi ZPT giberelin 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm. Parameter yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, dan hasil tanaman yaitu jumlah bunga pertanaman, jumlah buah pertanaman, diameter buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi kombinasi bokashi 200 g / polybag dan ZPT giberelin dari 0 ppm / tanaman hingga 150 ppm / tanaman, bokashi 150 g/ polybag dan ZPT giberelin 50 ppm / tanaman mampu meningkatkan berat segar tajuk tanaman tomat. Kombinasi bokashi sapi 200 g / polybag dan ZPT giberelin 150 ppm / tanaman meningkatkan jumlah bunga pertanaman. Bokashi 200 g/ polybag meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Konsentrasi ZPT giberelin 50 ppm / tanaman hingga 150 ppm / tanaman meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat yang ditunjukkan pada luas daun dan berat segar brangkasan, meningkatkan hasil tanaman tomat yang ditunjukkan pada jumlah buah per tanaman, diameter buah per tanaman, dan berat buah dengan hasil mencapai 2370,97 g per tanaman.
THE ROLE OF SENGON FORESTS IN CLIMATE-BASED AGROFESTRY IN BLITAR Marti Winarni; Anang Susanto
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The condition of the land, as the main capital for farmers in their efforts to produce food, is greatly influenced by climate factors, namely rainfall, temperature, and humidity, which can be beneficial or detrimental. The purpose of this study was to determine the daily pattern of soil temperature and humidity at different depths under sengon-peanut stands. The importance of soil temperature and humidity data is that they can be used as input for agroforestry management. The study used a survey method, a specific location, and a specific time. This study was conducted in the KPH Blitar Forest, East Java. The study was conducted for three (3) months, starting from November 2022 to January 2023. The average soil humidity was 78.39% at a depth of 10 cm, 78.76% at a depth of 15 cm, 78.77% at a depth of 20 cm, and 79.28% at a depth of 25 cm. The average soil temperature at 25 cm is 28.89°C, at 10 cm it is 29.04°C, at 20 cm it is 28.94°C, and at 15 cm it is 29.01°C. Conversely, the deeper the soil, the higher the soil moisture tends to be.
Edukasi Pemanfaatan Biochar bagi Masyarakat di Desa Jabung Kabupaten Magetan Winarni, Marti; Susanto, Anang
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i2.358

Abstract

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.
Utilization Of Crude From Part Of Kepok Banana Trees With Maceration Extraction As Textile Colors Wahidin Nuriana; Marti Winarni
Agroindustrial Technology Journal Vol. 4 No. 2 (2020): Agroindustrial Technology Journal [ATJ]
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to obtain a natural textile dye taken from the sap from the banana tree part. To obtain the yield yield of dyes and the intensity of the sap collection isdone by maceration extraction process. The part of the banana tree taken by the sap is the stem, stem and fruit stalk. This research was conducted with the sorting stage, namely thinly slicing stems, midribs and fruit stalks. The results of sorting are dried in the sun for 5 days in the sun then crushed until smooth with a size of 60-80 mesh. The powder was extracted by maceration by immersing each stem, stem and fruit stalk with soaking media: aquades, methanol, ethanol and ethyl acetate for 5 days with manual stirring. The filtrate is distilled so that it gets concentrated liquid and in the oven to become a dye powder. In the powder, yield and color testing are done using a spectrophotometerUV Vis. The most optimal yield produced is on the banana fronds with methanol mediais 22.8248%.. The optimal color intensity was obtained on banana stalks using methanol maceration medium and methanol dilution is 0.505