This Author published in this journals
All Journal Nekton Jurnal Airaha
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Suhu yang Berbeda Terhadap Tingkat Penetasan Telur Ikan Kerapu Sunu (Plactropomus leopardus) Ahmad Yani; Muhammad Ikhsan Wamnebo
Jurnal Airaha Vol 6 No 1: Juni 2017
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.557 KB) | DOI: 10.15578/ja.v6i1.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untu mengetahui Pengaruh suhu yang berbeda terhadap tingkat penetasan telur ikan kerapu sunu (Plactropomus leopardus). Penelitian dilaksanakan di Balai Budidaya Laut Ambon. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yakni: Perlakuan A dengan suhu 30oC, Perlakuan B dengan suhu 31oC, Perlakuan C dengan suhu 32oC Masing-masing wadah setiap perlakuan diisi telur ikan kerapu sunu sebanyak 30 butir. Hasil penelitian terlihat bahwa jumlah telur dengan tingkat penetasan tertinggi diperoleh pada perlakuan A (suhu 30oC) sebanyak 270 butir, disusul oleh perlakuan B (suhu 31oC) sebanyak 267 butir dan perlakuan C (suhu 32oC) sebanyak 134 butir.
Kajian Beberapa Parameter Kualitas Fisika Air di Perairan Pantai Kota Sorong Ahmad Yani
Jurnal Airaha Vol 6 No 2: Desember 2017
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.929 KB) | DOI: 10.15578/ja.v6i2.76

Abstract

Perairan pantai Sorong dengan aktifitas manusia yang beragam di sekitarnya menyebabkan timbulnya perubahan kualitas perairan yang tidak dikehendaki. maka untuk mengetahi kelayakan kualitas lingkungan perairan pantai Sorong adalah melalui pengukuran parameter kualitas airnya salahsatunya adalah dengan mengukur beberapa parameter fisika asir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika air perairan pantai Sorong sehingga dapat ditentukan kelayakannya untuk usaha perikanan dan diharapkan dapat memberikan data dan informasi mengenai kondisi kualitas fisika perairan pantai Sorong yang berguna untuk pengelolaan dan pengembangan usaha dibidang perikana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Nopember 2014 sampai Januari 2015 dan bertempat di perairan pantai Sorong Propinsi Papua Barat. Data terkumpul dianalisa secara deskriptif dan dituangkan dalam bentuk tabel untuk mengkaji kelayakan pada setiap stasiun pengamatan Berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh pada setiap stasiun, dapat dikatakan bahwa Suhu, Kedalaman, Kekeruhan, dan Arus di perairan pantai Kota Sorong masih berada pada kisaran yang layak untuk usaha perikanan dan dengan kondisi yang masih dapat ditolerir oleh organisme perairan
The Effect of Suspended Solids on Phytoplankton Abundance and Water Quality Dynamics in Intensive Shrimp Ponds in Kraksaan, Probolinggo, Indonesia Chandika Lestariaji; Aang Setyawan Anjasmara; Indra Febriantoro; Hendra Poltak; Desilina Arif; Asthervina Widyastami Puspitasari; Ahmad Yani; Akbar Falah Tantri; Saidin Saidin; Fataha Ilyas Hasan
Nekton Vol 6 No 1 (2026): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v6i1.1149

Abstract

Intensive cultivation of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) has the potential to increase suspended solids concentrations, which can affect water quality and phytoplankton community structure. This study aims to analyze the effect of reducing Total Suspended Solids (TSS) concentrations through the application of a filtration system on phytoplankton abundance and water quality dynamics in intensive ponds. The study was conducted in intensive shrimp ponds in Kraksaan District, Probolinggo Regency, East Java, using an observational-experimental approach comparing pond conditions without filtration, mechanical filtration, and chemical filtration. The parameters observed included TSS, phytoplankton abundance, and several water quality parameters such as temperature, clarity, pH, dissolved oxygen (DO), salinity, nitrate, and orthophosphate. The results showed that mechanical filtration was able to reduce TSS most effectively with a range of 38–47 mg/L compared to chemical filtration (57–63 mg/L) and without filtration (81–91 mg/L). The decrease in TSS was followed by an increase in water clarity and DO concentration. The highest phytoplankton abundance was found in the mechanical filtration treatment (2,870–3,084 ind/L), followed by chemical filtration (2,121–2,291 ind/L), while without filtration showed the lowest abundance (1,062–1,401 ind/L). These results indicate that reducing TSS through the filtration system increases light penetration, thus supporting phytoplankton photosynthetic activity. Overall, the application of filtration systems, especially mechanical filtration, plays an important role in improving water quality and increasing phytoplankton productivity, thus potentially supporting ecosystem stability and the sustainability of intensive vannamei shrimp farming systems.