Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Socio-economic and Environmental Sustainability of Ecotourism Implementation: A Study in Ubud Monkey Forest-Bali, Indonesia Omar Sambou; Harsuko Riniwati; Zaenal Fanani
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecotourism is the fastest growing sector in the global tourism industry and provides for environmental conservation, socio-economic development, cultural preservation, employment and empowerment of indigenous people of ecotourism destinations. This study seeks to find the socio-economic and environmental sustainability of ecotourism practices in Ubud Monkey Forest-Bali under the three dimensions of sustainable development; economic progress, environmental protection and conservation, and socio-cultural preservation. Both quantitative and qualitative research methodologies used with the following conduct: (1) Questionnaire administration, (2) Interviews, and (3) Observations. Data was analized using Content Analysis and Multidimensional scaling (MDS) techniques to describe: (1)  the susainabiliti of ecotourism in Is ecotourism in Ubud Monkey Forest (2) sustainability index of each of the dimensions under study in Ubud Monkey Forest, and (3) describes the level of sensitivity of sustainability of each dimension in Ubud Monkey Forest. The Kite Diagram of Sustainability Analysis presents that the sustainability status of all the used dimension which classified as sustain. The overall sustainability status of ecotourism is sustainable with an index of 76.49. The most sustainable dimension is education and recreation, while the least is the participation dimension. It shows that the dimensions under study support sustainability in ecotourism. The results of this study confirmed that within the parameters of the study, the forest maintained an ecological balance, socio-economic advancement, and cultural preservation. Ecotourism has high attraction potentials for both tourist and local businesses while impacting less on the culture, environment and the traditional practices of the Balinese people. Notwithstanding, there is a general problem of land-use change and waste management in Bali.Keywords: Ecotourism, Environment, Monkey Forest, Socio-economic, Sustainability.
Pendampingan Pelibatan Perempuan Dalam Identifikasi Potensi Desa Wisata di Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang Rita Parmawati; Wike; Farida Nurani; Harsuko Riniwati
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan merupakan salah satu destinasi di Kabupaten Malang yang memiliki daya tarik wisata bagi wisatawan yang datang mengunjunginya. Pengembangan pariwisata Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan diarahkan pada pengembangan produk wisata alam dan budaya, pemasaran daya tarik wisata dan kehidupan sosial budaya desa. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini yaitu untuk dapat mengembangkan kepariwisataan yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Metode yang ditawarkan berupa pendampingan langsung dan diskusi dengan warga dan aparatur desa, khususnya kader desa dan kader PKK di Desa Ngawonggo. Hasilnya diperoleh bahwa Desa Ngawonggo memiliki potensi yang besar untuk dilakukan pengembangan desa dengan rencana pengembangan berdasarkan 4A yaitu: Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Aktivitas. Selama kegiatan berlangsung, pemahaman masyarakat desa terkait potensi pengembangan desa wisata semakin meningkat. Oleh karena itu diharapkan kedepannya hasil dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mewujudkan desa wisata.