Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Model Fisik Alternatif Pelimpah Waduk Suplesi Pejok dengan Skala 1:40 (Undistorted Scale) Masrevaniah, Aniek; Suprijanto, Hery; Priyanto, Agil
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.343 KB)

Abstract

Kondisi aliran dipelimpah sulit didekati dengan perhitungan analitik oleh karena itu perlu dilakukan pemodelan untuk mengetahui kondisi aliran yang sebenarnya. Dalam skripsi ini digunakan studi kasus model fisik pelimpah Waduk Suplesi Pejok dengan skala 1:40. Waduk ini memiliki kombinasi pelimpah langsung (overflow) dan saluran samping (side channel) dengan peredam energi USBR tipe II Perhitungan hidrolika pelimpah menggunakan persamaan energi, untuk saluran samping menggunakan persamaan Hinds, sedangkan untuk peredam energi USBR tipe II menggunakan persamaan momentum. Untuk mendapatkan kondisi aliranyang baik maka dilakukan 4 alternatif pengujian. Pada seri 1 perubahan dilakukan penambahan ambang (sill) pada ujung saluran samping berbentuk persegi setinggi 0,5 cm pada model. Perubahan seri 2 dengan meninggikan dasar saluran samping setinggi 1,5 cm pada model. Perubahan seri 3 adalah dengan penambahan ambang (sill) membentuk lengkung setinggi 1,5 cm pada model. Perubahan seri 4 adalah menghilangkan kombinasi pelimpah samping menjadi pelimpah overflow dengan penyempitan dihilir sebesar 40°. Pengamatan akan dilakukan dengan variasi debit banjir rancangan Q2th sampai Qpmf dengan fokus pengamatan pada pelimpah (spillway), saluran samping (side channel), peredam energi (stilling basin) dan geruaan di hilir bangunan. Kapasitas pengaliran pelimpah dan peredam enegi untuk semua debit pada seri 1 sampai 4 masih memenuhi syarat. Bahaya kavitasi untuk semua seri model tidak mengkhawatirkan. Peredam energi USBR tipe II masih efektif untuk mematahkan energi, namun dibagian hilir kolam olak masih terdapat gerusan lokal. Secara keseluruhan kondisi hidrolik yang paling baik dipresentasikan oleh model seri 3.Kata kunci: pelimpah, model fisik
Assesmen Kelangkaan Air di DAS Semajid Kabupaten Pamekasan Priyanto, Agil; Halik, Gusfan; Wiyono, Retno Utami Agung
Jurnal Teknika Vol 17 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v17i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan asesmen kelangkaan air menggunakan indek kelangkaan air Water Scarcity Indek (WSI) dan kelangkaan air irigasi faktor K.  Penelitian ini mengintegrasikan indeks kelangkaan air (WSI), kekeringan irigasi faktor K dengan indek keparahan kekeringan meteorologis standardized precipitation index (SPI), sehingga diperoleh tren kelangkaan air sebagai dasar penetuan strategi mitigasi. Dalam penelitian ini menggunakan data 6 pos hujan, data debit AWLR sungai Semajid, data debit intake bendung Samiran dan data penduduk tahun 1994-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indek kekeringan SPI-6 paling mendekati kondisi lapangan dengan nilai SPI terendah -3,55 pada Juni 2018. Hasil penilaian kelangkaan air metode WSI dan faktor K menunjukkan nilai indek yang bervariasai dari sangat kering sampai dengan kering ekstrim.  Indek kelangkaan air WSI dan faktor K menunjukan pola terbalik, nilai WSI lebih dari 0,4 terjadi pada bulan Juni sampai November dan nilai faktor K kurang dari 0,5 terjadi pada bulan Juni sampai November. Hal ini menunjukan terjadi kelangkaan air pada bulan-bulan tersebut. Nilai Indek SPI, WSI dan kelangkaan air faktor K menunjukan kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 1996, 1997, 2002, 2015, 2018 dan 2019. Strategi mitigasi diperlukan dengan memanfaatkan teknologi low impact development.
Assessment of Climate Change Impact for Water Scarcity in Semajid Watershed, Pamekasan, East Java Halik, Gusfan; Priyanto, Agil; Wiyono, Retno Utami Agung
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 2 (May 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.18841

Abstract

The increase in global temperature has caused climate change, resulting in changes in the distribution of rainfall patterns, seasonal shifts, changes in water availability, and water scarcity. At present, water scarcity in Semajid watershed in Pamekasan Regency is increasing with climate change. Water scarcity will be increasingly difficult to predict due to highly complex dynamics of atmospheric circulation and local climate phenomena such as El Niño-Southern Oscillation (ENSO). This research aims to develop an assessment model to evaluate the impact of climate change on water scarcity using the Semajid watershed of Pamekasan Regency as a case study. The prediction of water scarcity is based on atmospheric circulation dynamics data from the General Circulation Model (GCM-MIROC5) under different climate change scenarios namely Representative Concentration Pathways (RCP). A statistical downscaling model was developed to overcome the limited resolution of the GCM output. The rainfall prediction model was developed using a deep learning-based downscaling model i.e. Long-Short Term Memory (LSTM), while streamflow or water availability prediction was conducted using the Soil Water Assessment Tools (SWAT) model. The Standardized Precipitation Index (SPI) and the Water Scarcity Index (WSI) were used to assess water scarcity. The results showed that the LSTM-based downscaling model provided satisfactory rainfall predictions under different climate change scenarios (RCP) with a reliability average of R2 = 0.741. The SWAT model results also provided satisfactory predictions of water availability with an average reliability of R2 = 0.668. The assessment of water scarcity using SPI and WSI indices showed that water scarcity ranged from moderate to high levels and coincided with the occurrence of El Niño events. Overall, this study demonstrates that the integration an LSTM-based rainfall downscaling model and the SWAT hydrological model can be used as an effective tool to predict water scarcity in the Semajid watershed.