Akmal Akmal
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kelayakan Dimensi Dermaga Pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat Akmal Akmal; Aris Munandar
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.105 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.61

Abstract

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Ukuran panjang dan tipe dermaga serta sandar kapal yang digunakan berpengaruh pada saat kapal merapat ke dermaga. Dapatkah sandar kapal atau bumper tipe A meredam benturan yang terjadi saat kapal akan merapat ke dermaga atau ketika kapal bergoyang oleh arus gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan ukuran panjang dan sandar kapal pada dermaga pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran dan pengambilan data serta menganalisis ukuran panjang dermaga dan sandar kapal. Ukuran dermaga 95 m, kedalaman 6 m, kapasitas sandar 3000 dwt, daya tampung 30 ton/m, trestle 27,5 x 12 m, kemampuan 3 ton causeway 12 x 145 m, bolder 5 buah, fender 19 buah, mouring buoy 2 buah, tanah area pelabuhan 3513 m2, gudang 575 m2. Pada dermaga tersebut merapat tiga jenis kapal yaitu : kapal KM. Pundi Rezeki GT 1803 NT 996 berupa kapal pengangkut minyak sawit dengan panjang 69,64 m, dan lebar 18,29, kapal KM. Sabuk Nusantara 35 berupa kapal pengangkut semen dengan panjang 65 m dan lebar 13 m. Kapal MV. Rimba Raya berupa kapal pengangkut crude oil dengan panjang 72 m dan lebar 20 m. Sandar kapal pada dermaga ini dengan jarak 10 meter dengan tipe A yang berjumlah keseluruhan 19 buah, dengan dimensi sandar kapal 1 x 2 meter. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dermaga pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat berupa ukuran panjang dan sandar kapal pada dermaga tersebut masih layak digunakan, dengan sedikit perbaikan serta pemeliharan secara berkala.
KONSERVASI PANTAI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN ABRASI DAN EROSI (Studi Kasus: Pantai Pasir Putih Lhok Me Kabupaten Aceh Besar) Akmal Akmal; Sailly Sailly
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 8 No 2 (2019): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.483 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v8i2.93

Abstract

Pantai Pasir Putih Kecamatan Lhok Me Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang banyak dikunjungi oleh berbagai wisatawan lokal dan mancanegara, salah satu daya tarik dari Pantai Pasir Putih adalah pohon mangrove yang tidak hanya jadi daya tarik melainkan sebagai fungsi pelindung pantai. Berbagai macam faktor terutama tingginya muka air laut sehingga membuat kawasan pantai saat ini mengalami kerusakan yang dapat mempengaruhi kelestarian ekosistem yang disebabkan hantaman gelombang mengakibatkan berkurangnya area pantai. Pencegahan berwawasan konservasi pantai memberi banyak keuntungan dalam berbagai faktor sehingga perlu dilakukan agar menjaga kelestarian lingkungan dari berbagai masalah yang terjadi pada Pantai Pasir Putih diantaranya yaitu tingginya tingkat abrasi dan erosi yang terjadi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengurangi dampak abrasi dan erosi yang terjadi pada Pantai Pasir Putih Kecamatan Lhok Me Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah Metode Hudson dari metode ini dicari presentase arah angin, fetch efektif, fetch rerata dan analisa gelombang. Hasil yang didapatkan berdasarkan perhitungan pada penelitian ini, dari data 2009-2018 didapatkan arah angin dominan pada arah angin Timur Laut dengan persentase 56,38% dengan panjang segmen fetch yang diukur dari titik observasi gelombang ke ujung akhir fetch didapatkan fetch rerata efektif 6,871 km, dengan tinggi bangunan pemecah gelombang adalah 5,96 m dengan lebar puncak 1,80 m dan tebal lapis dinding pengaman pemecah gelombang adalah 1,80 m serta berat batu lapis lindung adalah 1,16 ton sehingga dengan menggunakan grafik stabilitas number (Ns3) diperoleh Ns3 260, dikatakan aman sesuai dengan syarat 260 ≤ 300. Pemecah gelombang yang digunakan adalah pemecah gelombang sisi miring dengan tata letak searah dengan arah angin dominan sehingga dapat memecahkan gelombang ketika menghantam pemecah gelombang.
Analisis Perhitungan Debit Saluran Dengan Bangunan Ukur Ambang Lebar Pada Daerah Irigasi Samalanga Kabupaten Bireuen Akmal Akmal; Muhammad Ariq
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.415 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.101

Abstract

Daerah Irigasi Samalanga merupakan jaringan irigasi teknis dimana bangunan pengambilan dan bagi/sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan bangunan ukur dan pengatur ambang lebar, sehingga air irigasi yang dapat dialirkan ke petak tersier dapat diatur dan diukur. Daerah Irigasi Samalanga menggunakan sistem bendung sebagai metode untuk mendapatkan debit air dari sungai dengan Bendung Bate Iliek dan Bendung Meurah. Kerusakan yang terdapat di DI Samalanga antara lain sedimentasi, Longsornya saluran irigasi serta kerusakan pada bangunan utama, bangunan pengambilan, bagi dan sadap. Kerusakan ini dapat membuat terganggunya aliran air irigasi ke bagian hilir, Tujuan penelitian untuk mengevaluasi bagaimana kinerja bangunan ukur dan pengatur debit ambang lebar terhadap pengeluaran pintu air dengan melakukan simulasi pengukuran debit pada bukaan pintu dengan debit standar pintu pada bangunan ukur dan pengatur ambang lebar saluran irigasi primer meurah BME1 (Bendung Meurah 1) Daerah Irigasi Samalanga. Lingkup penelitian ini yaitu lokasi penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Samalanga, lokasi penelitian yaitu pada bangunan ukur dan pengatur ambang lebar saluran irigasi primer meurah BME1 (Bendung Meurah 1) Daerah Irigasi Samalanga dan pengukuran arus dilakukan dihilir pintu air pada saluran yang lurus dan relatif seragam dengan simulasi beberapa bukaan pintu menggunakan alat ukur debit Current meters. Metode yang digunakan adalah Metode Mid section. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata antara debit terukur dengan debit standar. Bukaan pintu 55 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,046 m³/s, debit terukur 1,245 m³/s, dengan selisih debit -0,21 m³/s, sedangkan bukaan pintu 65 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,344 m³/s, debit terukur 1,623 m³/s, dengan selisih debit -0,28 m³/s dan bukaan pintu 75 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,666 m³/s, debit terukur menggunakan alat ukur current meters 2,022 m³/s, dengan selisih debit -0,36 m³/s. Dalam pengamatan adanya kebocoran pada daun pintu bangunan ukur ambang lebar.