Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Bangunan Pelindung Pantai Sisi Miring Dalam Upaya Penanggulangan Abrasi Pesisir Pantai Akmal Akmal; Sahri Putra
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.228 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v10i1.129

Abstract

Pesisir Pantai Kampung Jawa Lama merupakan daerah nelayan dan padat penduduk. Bangunan pemecah gelombang pada daerah Pesisir adalah Breakwater sisi miring dengan tinggi 1,5 m dan lebar 1 m. Tipe pemecah gelombang yang digunakan biasanya ditentukan oleh ketersediaan material pada tempat lokasi. Permasalahan dalam penelitian ini apakah penyebab terjadinya abrasi dan dampak yang ditimbulkan, serta bagaimana perencanaan bangunan pelindung pantai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengurangi dampak erosi abrasi dan untuk mengevaluasi kembali bangunan pelindung pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Hudson. Penyebab abrasi dipicu oleh beberapa faktor seperti pasang surut, arus dan angin yang kencang sehingga menghasilkan gelombang yang merusak. Masyarakat juga menerima dampak abrasi tersebut yaitu pendapatan menurun, tempat tinggal tergenang oleh air laut dan mempengaruhi penurunan kualitas hidup. Upaya yang dapat diterapkan untuk mengurangi permasalahan abrasi di wilayah tersebut adalah dengan membangun konstruksi Breakwater. Berdasarkan perhitungan, hasil yang didapat pada bangunan sebelumnya adalah 1,5 m, sehingga untuk mencegah abrasi pertambahan tinggi bangunan 4,074 m adalah 5,574 m dengan lebar puncak yang ada 1 m sehingga pertambahan 0,20 m adalah 1,2 m, tebal lapis lindung pertama 1,2 m dan tebal lapis lindung kedua 0,60 m. Lebar pelindung kaki 1,8 m dengan ketebalan 0,5 m
Analisis Hujan Ekstrim Probable Maximum Precipitation (PMP) menggunakan metode Hersfield dan Perhitungan Debit Banjir (Studi Kasus: Sungai Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan) Akmal Akmal; yulia yulia; Aris Aranda
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.198 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v11i1.196

Abstract

Hujan ekstrim adalah hujan dengan intensitas paling rendah 50 mm/24 jam atau 20 mm/jam. Sungai merupakan suatu aliran air permukaan berbentuk memanjang dan mengalir dari tempat yang lebih tinggi (hulu) ke tempat yang lebih rendah (hilir) terbentuk secara alami. Luas daerah Kluet adalah 1429,93 km2 serta luas Sungai Kluet adalah 163,51 km2 dan panjang sungai 68,26 km. Permasalahan Sungai Kluet Utara mengalami curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan luapan sehingga meratakan lahan pertanian serta merendam pemukiman warga. Tujuan penelitian untuk menghitung curah hujan rencana kala ulang, menganalisis nilai PMP (Probable Maximum Precipitation) dan menganalisis debit banjir untuk mengevaluasi nilai PMF (Probable Maximum Flood) dan debit banjir kala ulang. Manfaat penelitian ini digunakan untuk melihat nilai PMF dan curah hujan kala ulang untuk menganalisis frekuensi banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet Utara. Ruang lingkup penelitian menghitung curah hujan dan debit banjir pada DAS Kluet Utara dan data sekunder yang meliputi data curah hujan 10 tahun diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Indrapuri Aceh Besar serta peta DAS diperoleh dari PT. Mediatama Indoconsult. Pengolahan data curah hujan kala ulang menggunakan dengan Metode Log Pearson III dan PMP menggunakan Metode Hersfield sedangkan menghitung debit banjir rencana menggunakan Metode Melchior. Hasil penelitian yaitu nilai curah hujan kala ulang untuk curah hujan terendah pada kala ulang 2 tahun setinggi 211,836 mm dan curah hujan tertinggi pada kala ulang 1000 tahun setinggi 566,239 mm, sehingga didapat debit banjir rencana kala ulang untuk debit banjir terendah pada kala ulang 2 tahun sebesar 2061,324 m3/det dan debit banjir tertinggi pada kala ulang 1000 tahun sebesar 5510,490 m3/det. Nilai PMP didapat 2128,432 mm sehingga PMF didapat 20714,772 m3/det. Metode Log Pearson III dan PMP dapat digunakan menghitung curah hujan Kluet Utara dan hasil dari curah hujan digunakan untuk menghitung debit banjir rencana menggunakan Metode Melchior
Strategi Penyediaan Air Bersih Secara Kontinuitas dengan Menggunakan Analisis SWOT pada Gampong Lambhuk Kota Banda Aceh Akmal Akmal
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i1.556

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat termasuk di Gampong Lambhuk Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan air bersih di Gampong Lambhuk. Air bersih tidak mengalir secara kontinuitas, namun hanya mengalir tengah malam dengan debit yang kecil. Selain itu air bersih dengan debit yang kecil tersebut juga tampak kurang berkualitas, terkadang air berwarna keruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta strategi penyediaan sumber air bersih secara kontinuitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara serta metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Narasumber dan responden ditujukan kepada kepada pihak perangkat gampong sebanyak 4 orang, warga/pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy sebanyak 23 orang, Bagian Umum PDAM Tirta Daroy sebanyak 3 orang. Analisis data digunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian diperoleh faktor internal untuk strength (kekuatan) dengan rating tertinggi sebesar 3,40 adalah faktor team work pekerja yang relatif baik. Faktor internal untuk weakness (kelemahan) dengan rating tertinggi sebesar 3,33 adalah kewenangan atau kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi unit kerja dan struktur organisasi masih belum memadai. Faktor eksternal untuk opportunity (peluang) dengan rating tertinggi sebesar 3,47 adalah adanya kerjasama dengan pemerintah daerah dan instansi swasta serta potensi jenis sumber air baku yang digunakan. Faktor eksternal untuk threats (ancaman) dengan rating tertinggi sebesar 3,43 adalah masyarakat menggunakan sumur bor. Strategi penyediaan air bersih secara kontinuitas berdasarkan diagram SWOT berada di Kuadran I dengan nilai S-W adalah 0,30 dan nilai O-T adalah 0,20 sehingga strategi yang dapat diterapkan untuk penyediaan air bersih secara kontinuitas adalah dengan menggabungkan kekuatan yang ada dengan peluang (Strategi S-O) dan menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar perusahaan