This Author published in this journals
All Journal Dakwatul Islam
Muharrani
STAI Diniyah Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Manajemen Mutu Terpadu Di Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Pekanbaru Muharrani
Dakwatul Islam Vol 5 No 2 (2021): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.103 KB) | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v5i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan manajemen mutu terpadu yang terdiri atasmutu layanan, mutu SDM, mutu lingkungan dan mutu lembaga di LAZISMU kota Pekanbaru.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Subjek penelitian terdiri daridirektur, ketua bidang, staff, muzzaki dan mustahik. Pengumpulan data dilakukan melaluipengamatan, interview terpimpin dan dokumentasi. Untuk melihat kebasahan data dilakukandengan masa penelitian lebih panjang, ketelitian dalam mengawasi. Teknik analisis data yangdilakukan melalui kegiatan mengumpulkan data, memilih data yang relevan, menyajikan data,dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) Mutu layanan baik kepada paramuzzaki dan mustahik sudah memenuhi standar layanan yang baik. Hal ini dibuktikan darilayanan yang diberikan kepada muzzaki yaitu kemudahan dalam melakukan transaksi ketikaingin menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah yaitu menyalurkan zakat secara langsungkepada amil, via bank dan ATM serta fasilitas penjemputan zakat ke muzzaki. Sedangkanlayanan lain yang dilakukan LAZISMU kepada para mustahik yaitu dengan memberikan layanandalam bidang keagamaan, ambulance peduli, bantuan kesehatan, bantuan modal bagi pelakuusaha kecil dan layanan pendidikan dalam bentuk beasiswa kepada anak yatim piatu dan fakirmiskin. (2) Mutu SDM dalam proses pengelolaan lembaga amil zakat, infak sedekah(LAZISMU) dapat dikatakan baik. Ini terlihat dengan sumber daya pimpinan dan staff yangmemenuhi standar kemampuan sebagai seorang pengelola zakat, yaitu 95% SDM dengan jenjangpendidikan strata satu, dan mendapat tanggung jawab sesuai bidangnya serta selalumeningkatkan keahliannya dengan diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan tentang pengelolaanzakat dan lain-lain; (3) Mutu lingkungan yang ada di lembaga amil zakat infak dan sedekahsudah baik. Ini terlihat dari posisi kantor LAZISMU yang berada di tengah kota sehinggamemudahkan mobilitas pimpinan dan staff dalam mendistribusikan zakat, infak dan sedekahkepada mustahik, begitu pun untuk para muzzaki dalam menyalurkan dana zakat mereka. (4)Mutu Lembaga sudah baik, Hal ini terbukti dapat meraih prestasi yang sangat membanggakanoleh LAZISMU kota Pekanbaru tahun 2018 pada ajang Ziska Lifestyle Festival LAZISMU diYogyakarta
STRATEGI AKSI CEPAT TANGGAP DALAM PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KORBAN BENCANA Muharrani; Khoirul Iman Nasution; Yeni Yasyah Sinaga
Dakwatul Islam Vol 6 No 2 (2022): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.32 KB) | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v6i2.512

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat lebih dalam bagaimana strategi aksi cepat tanggap (ACT) dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif menjelaskan fenomena yang terjadi di lapangan, menghimpun semua data yang diperoleh dari kepala dan anggota relawan ACT Cabang Riau serta dua orang korban bencana. Selanjutnya mengumpulkan data melalui interview terpimpin, kemudian pengamatan dan terakhir dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara menyederhanakan data (reduksi data), menyajikan data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa strategi aksi cepat tanggap (ACT) dalam pendistribusian bantuan korban bencana di kota Pekanbaru sudah sesuai dengan prinsip-prinsip distribusi, ini terlihat pada 1) Prinsip keadilan dan pemerataan, pada prinsip ini, mengandung makna terbagi secara merata kepada semua lapisan masyarakat. 2) Prinsip kasih sayang, menjalin hubungan persaudaraan yang baik, saling peduli antar individu, saling tolong menolong, saling membutuhkan satu sama lain. 3) Prinsip jaminan sosial, merupakan satu dari banyak pedoman utama dalam penyaluran harta kekayaan. Kata kunci: Strategi, pendistribusian, bantuan. Abstract This research aims to look more deeply at the quick response action strategy (ACT) in distributing aid to disaster victims in the city of Pekanbaru. The method used is a qualitative approach to explain phenomena that occur in the field, collecting all data obtained from the head and volunteer members of the Riau Branch of ACT and two victims of the disaster. Furthermore, collecting data through guided interviews, then observation and finally documentation. Data analysis techniques by simplifying data (data reduction), presenting data and providing conclusions. The results of the study provide information that the quick response action strategy (ACT) in distributing aid to disaster victims in the city of Pekanbaru is in accordance with the principles of distribution, this can be seen in 1) The principle of justice and equity, in this principle, implies that it is distributed evenly to all layer’s public. 2) The principle of affection, establishing good brotherly relations, caring for each other between individuals, helping each other, needing each other. 3) The principle of social security is one of the main guidelines in the distribution of assets. Keywords: Strategy, distribution, assistance.
PEMBERDAYAAN BERBASIS EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT Syamsul Rizal; Muharrani; Saidatun Nisa
Dakwatul Islam Vol 7 No 1 (2022): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v7i1.606

Abstract

Abstrak Adapun tujuan dilakukan research ini untuk melihat lebih detail bagaimana efek pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena ingin memberi gambaran secara detail tentang usaha kerupuk mulia indah permai dalam memandirikan ekonomi masyarakat. Sedangkan data diperoleh dari owner usaha kerupuk mulia indah dan lima orang masyarakat yang terlibat dalam memproduksi kerupuk tersebut menggunakan metode wawancara mendalam, observasi secara terus menerus dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan dari semua data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karyawan yang terlibat dalam usaha pembuatan kerupuk merasakan manfaat secara ekonomi, ini dibuktikan dengan ekonomi seluruh karyawan meningkat (sejahtera), semua karyawan sudah mampu memenuhi kebutuhan sandang, papan dan pangan, memiliki sumber income tetap sendiri, lebih open minded dengan pemerintah serta memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri. Kata Kunci: Pemberdayaan, Ekonomi Kreatif, Kemandirian Ekonomi Abstract The purpose of this research is to see in more detail how the effects of community empowerment based on the creative economy in increasing the economic independence of the community. This study uses a qualitative approach because it wants to give a detailed description of the noble beautiful scenic cracker business in making the community's economy self-sufficient. While the data was obtained from the owner of the Mulia Indah cracker business and five people from the community who were involved in producing the crackers using in-depth interviews, continuous observation and documentation. Data analysis techniques by reducing data, presenting data and drawing conclusions from all the data. The results of the study show that all employees involved in the cracker-making business experience economic benefits, this is evidenced by the economy of all employees increasing (prosperous), all employees are able to meet the needs of clothing, shelter and food, have their own source of steady income, are more open minded with government and have the ability to self-regulate. Keywords: Empowerment, Creative Economy, Economic Independence