Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Faktor Lingkungan Fisik dan Penentuan Waktu Istirahat Terhadap Kinerja Karyawan Menggunakan Variabel Beban Kerja Yehezkiel Bhaswara Putra; Jonathan Michaelinco Britonio; Diki Aditya; Hastawati Chrisna Suroso
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.357 KB)

Abstract

Lingkungan kerja fisik dan kelelahan kerja merupakan aspek yang mempengaruhi performa tubuh dalam produktivitas kerja. Kedua aspek tersebut harus memiliki kondisi yang ergonomis dan sesuai dengan standar atau nilai ambang batas. Lingkungan kerja fisik meliputi pencahayaan, kelembaban, kebisingan, dan temperatur. Presentase cardiovascular load (CVL) diukur untuk mengetahui tingkat kelelahan pada pekerja. Kelelahan pada pekerja akan diperbaiki dengan penentuan waktu istirahat kerja. Kondisi lingkungan kerja fisik yang ergonomis pada Area Gudang PT. Wings Surya akan didapatkan apabila pencahayaan di area tersebut disesuaikan dengan standar minimal yang telah ditetapkan dan penambahan alat bantu seperti kipas angin dan exhaust udara diperbanyak agar sirkulasi udara di lokasi pekerja dapat berjalan dengan baik. Lalu, waktu istirahat kerja sebaiknya diterapkan pada pekerja Area Gudang PT. Wings Surya sesuai dengan konsumsi energi rata-rata pekerja. Sehingga, perhitungan waktu istirahat kerja (Rest Period) dengan waktu kerja 8 jam/hari istirahat kerja dilakukan setiap 1 (satu) jam selesai melaksanakan pekerjaan dengan waktu istirahat kerja selama 14,28  menit setiap istirahat.
Analisis faktor Kenaikan Harga dan Kelangkaan Ketersediaan Barang terhadap Loyalitas Pelanggan dalam Pembelian LPG 3 kg Menggunakan SEM dan FMEA Andika Kurniawan; Hastawati Chrisna Suroso
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 03 (2025): Volume 03 Issue 03, Desember 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i03.p04

Abstract

The phenomenon of price increases and scarcity of subsidized 3 kg LPG affects customer loyalty, especially in Pangkalan Setya Sidoarjo. This study integrates Structural Equation Modeling (SEM) and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) to analyze the factors that shape such loyalty. SEM results indicate that price increases and the scarcity of goods have a significant impact on customer loyalty. Meanwhile, FMEA is used to identify potential risks in the field, so as not to interfere with customers' positive perceptions of price increases and scarcity of availability, which have the potential to reduce loyalty. Solutions are formulated through the 5W + 1H approach. The integration of these two methods provides a theoretical and practical understanding of how to sustainably maintain customer loyalty.
Penentuan Rute Distribusi Produk Plastik Menggunakan Metode Saving Matrix dan Cluster First Route Second pada PT. XYZ Jodhy Iqbal Kusuma Putra; Hastawati Chrisna Suroso; Hazballah Prima Ardiansyah; Sinta Tri Rahayu
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 06 2026
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan. Produk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan jaringan distribusi dan transportasi yang seringkali dibatasi oleh jarak yang jauh. Jalur pengiriman yang dipilih oleh setiap kendaraan akan memiliki dampak yang signifikan terhadap biaya pengiriman. PT. Samudera Gemilang Plastindo merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang plastik. Aktivitas utamanya adalah memproduksi plastik. Sasaran distribusi PT. Samudera Gemilang Plastindo adalah sanggup melaksanakan rute pengiriman yang efektif, serta biaya yang efisien. Namun ada masalah di perusahaan seperti kapasitas armada atau kendaraan yang digunakan belum maksimal dan tidak ada ketentuan mengenai pendistribusian. Kejadian tersebut mengakibatkan pengemudi kesulitan dalam menentukan prioritas pelanggan yang akan dilayani terlebih dahulu. Pengemudi tidak memperhitungkan jarak yang ditempuh kendaraan yang berpengaruh terhadap biaya operasional pendistribusian, oleh karena itu perlu dilakukan penentuan rute yang hendak dilalui untuk dapat meminimalkan pengeluaran pendistribusian pada perusahaan. Terdapat dua metode usulan penentuan rute, yaitu Saving Matrix dan Cluster First Route Second. Setelah dilakukan analisis data menggunakan dua metode tersebut akan dilakukan perbandingan metode mana yang lebih baik sebagai solusi penentuan rute dalam perusahaan. Hasil pengolahan data menggunakan metode Saving Matrix mendapatkan 8 rute usulan dengan menempuh jalur sejauh 2.687,8 km dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.768.434. Sedangkan menggunakan metode Cluster First Route Second mendapatkan 10 rute usulan dengan menempuh jarak sejauh 3.052,7 km dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 3.144.281. Metode terpilih adalah metode Saving Matrix karena lebih hemat dibanding metode Cluster First Route Second.