Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Pengemasan Informasi pada Konten Instagram dalam Mengkomunikasikan Pesan Kebencanaan Dandi Putra Nugraha; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7508

Abstract

Abstract. Information technology advances that make it easier for humans to carry out social activities, have an impact on the attitudes and social behavior of Indonesian people, especially users of social media, such as the spread of hoax (fake) news. This study describes the process of packaging Instagram social media information carried out by Jabar Saber Hoaks in distributing Instagram social media content. The research methodology in this research is quantitative research with a descriptive approach. The information packaging model is used as the basis for the theory and concepts in this study, which was put forward by Sturges (1994): instruction information, adjusting information, and internalizing information in information packaging by @jabarsaberhoaks. data collection in this study used interviews, observation, and literature study. The results of this study were, (1) Instruction information, the Jabar Saber Hoaks team conveyed information with appeals and self-protection in evacuating the public from the spread of hoax news in the midst of a natural disaster. (2) adjusting information, the Jabar Saber Hoaks team conveys information in a persuasive, educative and recreational way in the recovery effort amid natural disaster situations. (3) internalizing information, Jabar Saber Hoaks packages information by increasing the quality of reputation in the provision and service of information. Therefore the packaging of information carried out by Jabar Saber Hoaks can be found through Instagram content @jabarsaberhoaks, one of which is in delivering instructional information that can be assessed fast, actual, and consistent, namely by delivering messages of self-protection and messages of appeal to anticipate the spread of hoax news. Besides that, aspects of adjusting information and internalizing can also be found in @jabarsaberhoaks content. Abstrak. Kemajuan teknologi informasi yang memudahkan manusia untuk menjalankan aktivitas sosial, berdampak terhadap sikap dan perilaku sosial masyarakat Indonesia terutama pengguna media sosial, seperti penyebaran berita hoaks (palsu). Penelitian ini menjabarkan proses pengemasan informasi media sosial Instagram yang dilakukan oleh Jabar Saber Hoaks dalam mendistribusikan konten media sosial Instagram. Metodologi penelitian dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Model kemasan informasi digunakan sebagai landasan teori dan konsep dalam penelitian ini, yang dikemukakan oleh Sturges (1994): instruction information, adjusting information, dan internalizing information dalam pengemasan informasi oleh @jabarsaberhoaks. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) Instruction information, tim jabar saber hoaks menyampaikan informasi dengan himbauan dan perlindungan diri dalam mengevakuasi masyarakat dari penyebaran berita hoaks di tengah situasi bencana alam. (2) adjusting information, tim Jabar Saber Hoaks menyampaikan informasi secara persuasif, edukatif, dan rekreatif dalam upaya pemulihan di tengah situasi bencana alam. (3) internalizing information, Jabar Saber Hoaks mengemas informasi dengan meningkatkan kualitas reputasi dalam penyediaan dan pelayanan informasi.Oleh karena itu pengemasan informasi yang dilakukan oleh Jabar Saber Hoaks yakni dapat ditemukan melalui konten Instagram @jabarsaberhoaks, yang salah satunya dalam menyampaikan instruction information dapat dinilai cepat, aktual, dan konsisten, yakni dengan penyampaian pesan perlindungan diri dan pesan himbauan untuk mengantisipasi penyebaran berita hoaks. Selain itu aspek adjusting information dan internalizing juga dapat ditemukan pada konten @jabarsaberhoaks.
Hubungan Terpaan Media Sosial Pondok Pesantren La Raiba Hanifida dengan Brand Equity Bagus Pamuji Tri Laksono; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7589

Abstract

Abstract. This study aims to examine the relationship between media exposure through the @hanifida99 Instagram account and the brand equity of its followers. This study uses the S-R theory which assumes that changes in behavior occur in response to given stimuli. The research method used is quantitative with a correlational approach. The research sample was taken using quota sampling technique with a total of 98 respondents. Data were collected through a questionnaire with an ordinal measurement scale. Data validity and reliability were analyzed using the SPSS application and Cronbach test. The results showed a positive and significant relationship between social media exposure from the @hanifida99 account and the brand equity of its followers. The frequency of media exposure is the most dominant factor in the relationship, which is evident through the strong correlation between the two variables. Abtsrak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara terpaan media melalui akun Instagram @hanifida99 dengan brand equity pengikutnya. Penelitian ini menggunakan teori S-R yang mengasumsikan bahwa perubahan perilaku terjadi sebagai respons terhadap rangsangan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 98 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala pengukuran ordinal. Validitas dan reliabilitas data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dan uji cronbach. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara terpaan media sosial dari akun @hanifida99 dengan brand equity pengikutnya. Frekuensi terpaan media menjadi faktor yang paling dominan dalam hubungan tersebut, yang terbukti melalui korelasi kuat antara kedua variabel tersebut.
Representasi Visual Kesehatan Mental pada Film Dear David Marcel Maulana; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7593

Abstract

Abstract. Film as a visual art form greatly influences people's perception of various issues, including mental health. Mental health issues have become increasingly important worldwide, with over 300 million people suffering from depression and over 260 million people experiencing anxiety disorders, according to the World Health Organization (WHO). However, mental health problems are often ignored or considered taboo by many societies. In recent years, there has been a significant increase in the number of cases of mental health disorders and stress caused by the complexity of life and high social expectations. Films can serve as a powerful tool in shaping people's perceptions and attitudes towards mental health issues.This research aims to examine the representation of mental health in films, particularly in the film "Dear David." This paper discusses how visual representations in media, specifically in films, can influence people's perceptions and attitudes towards mental health issues. It also explores the concept of representation in films and how it functions as a bridge between meaning and language in a culture.The research methodology employed in this study is Charles S. Pierce's semiotic analysis. Through a semiotic approach, the researcher will analyze the images and symbols used in the film "Dear David" to represent mental conditions such as anxiety, fear, trauma, and depression. By understanding these visual representations, it is hoped that a better understanding of mental health and the importance of maintaining psychological balance can be achieved.The findings of this research are expected to provide deeper insights into how visual representations in films can influence people's perceptions and perspectives on mental health. With a better understanding, it is hoped that societies can become more open and caring towards mental health issues, thereby reducing the stigma often associated with these conditions. Abstrak. Film sebagai bentuk seni visual memiliki pengaruh besar terhadap persepsi manusia terhadap isu tertentu, termasuk kesehatan mental. Masalah kesehatan mental semakin mendapat perhatian global dengan jumlah penderita depresi mencapai lebih dari 300 juta orang dan gangguan kecemasan mencapai lebih dari 260 juta orang, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang mengabaikan atau menganggap tabu masalah kesehatan mental. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kasus gangguan kesehatan mental dan tingkat stres yang disebabkan oleh kompleksitas kehidupan dan tekanan sosial yang tinggi. Film memiliki potensi sebagai alat yang kuat dalam membentuk persepsi dan sikap masyarakat terhadap masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kesehatan mental dalam film, dengan fokus pada film "Dear David". Tulisan ini membahas bagaimana representasi visual dalam media, khususnya dalam film, dapat memengaruhi persepsi dan sikap masyarakat terhadap masalah kesehatan mental. Penelitian ini juga menjelaskan konsep representasi dalam film dan bagaimana konsep tersebut berfungsi sebagai jembatan antara makna dan bahasa dalam suatu budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Charles S. Pierce. Melalui pendekatan semiotik, peneliti akan menganalisis gambar dan simbol yang digunakan dalam film "Dear David" untuk merepresentasikan kondisi-kondisi mental seperti kecemasan, ketakutan, trauma, dan depresi. Dengan memahami representasi visual tersebut, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan mental dan pentingnya menjaga keseimbangan psikologis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana representasi visual dalam film dapat mempengaruhi persepsi dan pandangan masyarakat terhadap kesehatan mental. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka dan peduli terhadap masalah kesehatan mental serta mengurangi stigmatisasi yang seringkali menyertai kondisi tersebut.
Konsumsi Media, Gender, dan Binge-Watching Annisa Nurizki Fitri; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8290

Abstract

Abstract. Media consumption refers to an activity carried out by individuals or groups in consuming various forms of available media such as movies. The media available in the digital era have wide, free, and unlimited access. The freedom to access the media must be balanced with critical thinking skills to avoid and overcome exposure to the negative impacts arising from consuming the media, because the negative impacts do not look at gender or age, men and women can all be negatively affected by excessive media exposure. In terms of movie media consumption and gender, the genre or type of a movie may attract audiences from certain gender groups. The development of the era into a digital era changes the habits and ways of consuming media, binge-watching is one of the new ways that emerged from the development of the era. The purpose of this research is to know the description of binge-watching in media consumption, to know the description of gender that has a greater possibility to do binge-watching, and to know the most motivating factor for a gender to do binge-watching. This research uses a quantitative research method with a descriptive approach by using Vroom's Expectancy theory which has been modified by Subramanian et al to strengthen the research. The conclusions obtained after conducting this research are binge-watching is a change in the way of media consumption produced by developments in the digital era that gave birth to online streaming platforms, women are the gender that has a greater possibility of binge-watching, and the entertaining factor is the most motivating factor for women to binge-watch. Abstrak. Konsumsi media mengacu pada suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mengonsumsi berbagai bentuk media yang tersedia seperti film. Media-media yang tersedia di era digital memiliki akses yang luas, bebas, dan tanpa batas. Kebebasan dalam mengakses media harus diimbangi dengan keterampilan untuk berpikir kritis untuk menghindari dan mengatasi paparan dari dampak negatif yang ditimbulkan dari mengonsumsi media, karena dampak negatif yang ditimbulkan tidak memandang jenis kelamin atau usia, laki-laki mauapun perempuan semuanya bisa terkena dampak negatif dari paparan media yang berlebihan. Dalam hal konsumsi media film dan gender, genre atau jenis dari suatu film mungkin dapat menarik penonton dari kelompok gender tertentu. Perkembangan jaman menjadi era digital mengubah kebiasaan serta cara dalam mengonsumsi media, binge-watching merupakan salah satu cara baru yang muncul dari perkembangan era tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahuin gambaran mengenai binge-watching dalam konsumsi media, mengetahui gambaran mengenai gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan untuk mengetahui faktor yang paling memotivasi suatu gender untuk melakukan binge-watching. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori Pengharapan Vroom yang telah dimodifikasi oleh Subramanian, et. al. untuk memperkuat penelitian. Kesimpulan yang didapatkan setelah dilakukannya penelitian ini adalah binge-watching merupakan perubahan cara dalam konsumsi media yang dihasilkan oleh perkembangan di era digital yang melahirkan platform-platform streaming online, perempuan merupakan gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan faktor enterteinment adalah faktor yang paling memotivasi perempuan untuk melakukan binge-watching.
Karakteristik dan Motivasi Komunikator di RSHS Arya Rhiangga Putra; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.8623

Abstract

Abstract. Communication in health can play a significant role in health service delivery and health promotion. Nurses are one of the many health professions available. All existing health professions certainly have the same vision, namely the realization of excellent health services. This study aims to examine and analyze how the individual characteristics and motivation of nurses in carrying out tasks. All actions and abilities that are inherent in individuals as a result brought from their environment are individual characteristics. Measurement of individual characteristics can be done through attitudes, interests and needs. Motivation is the desire that exists in an individual who stimulates him or her to take actions. Descriptive research methods are used when conducting research, descriptive namely finding facts through appropriate interpretations. All nurses at the Bandung Hasan Sadikin Hospital (RSHS) in the Kemuning Building became the study population. Research data were collected through the use of questionnaires and interviews with nurses at the Bandung Hospital in the Kemuning Building. The results of the study indicated that nurses at the Bandung Kemuning Hospital Bandung Hospital had good individual characteristics. Besides that, they also have good motivation, so nurses can carry out their duties properly. Abstrak. Dalam bidang kesehatan, komunikasi berperan cukup penting pada saat penyampaian layanan dan promosi kesehatan. Perawat adalah salah satu di antara beberapa profesi kesehatan. Seluruh profesi kesehatan tentunya mempunyai kesamaan visi yaitu terciptanya layanan kesehatan prima. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengkaji serta melakukan analisis bagaimana karakteristik individu beserta motivasi perawat dalam melaksanakan tugas. Segala perbuatan dan kesanggupan yang melekat pada individu sebagai hasil yang dibawa dari lingkungannya merupakan karakteristik individu. Pengukuran karakteristik individu dapat dilakukan melalui sikap minat maupun kebutuhan. Motivasi adalah hasrat dalam diri individu yang mendorongnya agar bertindak. Metode penelitian deskriptif dipakai saat melakukan penelitian, deskriptif yaitu pencarian fakta melalui interpretasi yang tepat. Seluruh perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung di Gedung Kemuning menjadi populasi penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan teknik pengyebaran kuesioner beserta wawancara kepada perawat RSHS Bandung di Gedung Kemuning. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perawat RSHS Bandung Gedung Kemuning memiliki karakteristik individu yang baik. Selain itu juga memiliki motivasi yang baik, sehingga perawat dapat melaksanakan tugas dengan baik.