Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Peningkatan Volume Water Basin Tank Cooling Tower terhadap Efisiensi Kinerja Main Gas Blower di PT. XYZ Taruna, Robert Candra; Lisa Puspita Ariyanto; Putri Sundari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7453

Abstract

The efficiency of cooling systems is highly critical in energy industries and industrial processes, particularly in the production of liquid sulfuric acid (H₂SO₄) which relies heavily on operational efficiency. A key factor determining overall plant efficiency is temperature control in critical components. Failure to dissipate heat effectively can result in performance degradation, increased energy consumption, and equipment damage. Increasing the volume of the cooling tower basin water beyond the minimum required limit is intended to stabilize cold water temperatures or enhance the performance efficiency of both the Cooling Tower (CT) and the Main Gas Blower (MGB). This study quantitatively analyzes the impact of comparing the manufacturer's standard Water Basin Tank (WBT) volume against a modified volume on the operational efficiency parameters of the CT and MGB to validate the optimal operational threshold. The results indicate that the standard manufacturer's water basin yields an average range of 5.3°C, an approach of 10.78°C, an effectiveness of 50.79%, a cooling capacity of 0.9 m³°C/h, and an evaporation loss of 1.6 m³/h. Meanwhile, the modified water basin shows an average range of 6.5°C, an approach of 8.4°C, an effectiveness of 76.95%, a cooling capacity of 1.1 m³°C/h, and an evaporation loss of 1.9 m³/h. As a result of the cooling tower performance, the use of the manufacturer's WBT results in a cooling temperature of 37.5°C, an output power of 2,676.3 kW, an efficiency of 63.6%, and a power loss of 1,530.5 kW. Conversely, the modified WBT demonstrates a cooling temperature of 35.4°C, an output power of 3,725.2 kW, an efficiency of 88.6%, and a power loss of 481.6 kW. The comparison reveals that a lower cooling tower temperature leads to a higher output power, greater efficiency, and lower power loss in the MGB. Based on these findings, the LBC 250 Cooling Tower with a modified water basin demonstrates superior performance for use as a cooling system for the Main Gas Blower at the Acid Plant of PT. XYZ
Analisis Pengaruh Air-Fuel Ratio Terhadap Efisiensi Ter-mal Pada Regeneration Gas Heater Berbahan Bakar Metana Rivcky Ubaydillah; Putri Sundari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3847

Abstract

Regeneration Gas Heater (RGH) merupakan komponen penting dalam proses regenerasi katalis sebelum gas memasuki unit kriogenik. Efisiensi termal RGH dipengaruhi oleh rasio udara-bahan bakar (AFR), yang menentukan kualitas pembakaran dan besarnya kehilangan energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AFR terhadap efisiensi termal RGH berbahan bakar metana. Percobaan dilakukan pada heater kapasitas 1001 kW dengan variasi AFR dari 16,1 hingga 17,5 (interval 0,1), di mana dilakukan pengukuran temperatur masuk dan keluar gas, konsumsi bahan bakar, serta analisis termodinamika dan emisi. Hasil menunjukkan efisiensi maksimum sebesar 83,99% terjadi pada AFR 17,2:1. Analisis regresi kuadratik menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,906 dengan nilai p < 0,01, menandakan hubungan yang signifikan antara AFR dan efisiensi. Optimasi AFR tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga menurunkan emisi CO dan NOx secara signifikan.
Perencanaan Penambahan Jalur Pendingin Pada Mesin Reaktor Multi Purpose Plant Untuk Menjaga Kestabilan Produk Rifqi ardiaztama putra hananto; Putri Sundari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3951

Abstract

Pada sebuah departemen di PT. X terdapat reaktor batch berkapasitas 300 L yang berfungsi utama untuk mensintesis produk berbasis reaksi. Saat ini reaktor tersebut belum dilengkapi jalur pendingin aktif, sehingga kontrol suhu kurang optimal dan proses pendinginan pasca-reaksi berlangsung sangat lambat. Penelitian ini bertujuan merancang penambahan jalur koil pendingin dan menghitung kebutuhan kapasitas pendinginannya agar suhu produk dapat diturunkan dari 110 °C menjadi 60 °C secara cepat dan stabil, serta mengevaluasi kinerja termal sistem setelah modifikasi. Analisis beban panas dilakukan dengan persamaan Q = m•Cp•ΔT (m=300 kg, Cp=4180 J/kg•K, ΔT=50 K) menghasilkan Q ≈ 62,7 MJ. Sistem pendingin baru berupa koil 10 lilitan terbuat dari Stainless Steel 316 dengan diameter pipa 1 inchi di sekeliling reaktor dirancang untuk mendapatkan laju aliran air pendingin 3,08 kg/s (11,08 m³/jam). Perhitungan menunjukkan kapasitas pendinginan baru sekitar 193 kW dengan selisih suhu air 15 K, dan prediksi waktu pendinginan hanya ~5,4 menit. Hasil pengujian menampilkan suhu akhir produk 60 °C dalam 5,4 menit (97% lebih cepat dari 3 jam sebelumnya). Penambahan jalur pendingin terbukti menurunkan viskositas produk dari 8.820 cP menjadi 6.980 cP (dalam rentang spesifikasi 2.000–8.000 cP) dan meningkatkan kandungan padatan dari 38,62% menjadi 39,51. Hal ini menunjukkan sistem pendingin baru berhasil mengoptimalkan sifat reologi dan kualitas produk melalui kontrol suhu yang lebih presisi.