Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Laju Korosi Baja Karbon Rendah Besi ASTM A36 dan Paku pada Lingkungan Perairan Manyar Gresik Sonny Bambang Dianna; Vita Ambarwati; Lisa Puspita Ariyanto
SURYA TEKNIKA Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i1.9134

Abstract

This study aims to analyze the corrosion rate of low carbon steel in the coastal environment of Manyar District, Gresik Regency, by comparing the effects of seawater and river estuary water as well as deformation through different bending angles (45° and 90°). The weight loss method was used, with specimen immersion conducted for one month. The results showed that seawater, due to its high salinity, caused a significantly higher corrosion rate compared to estuary water. Low carbon steel specimens (M) were more susceptible to corrosion than nail specimens (P), likely due to differences in material composition and surface treatment. Additionally, deformation increased the corrosion rate due to stress concentration and micro-pooling at bent areas. This study offers a quantitative overview of steel degradation under real-world conditions and recommends additional protective measures, such as coatings or stress-minimizing designs. Further research is encouraged, including microscopic analysis and numerical simulations for more accurate prediction of material lifespan.
Analisis Pengaruh Peningkatan Volume Water Basin Tank Cooling Tower terhadap Efisiensi Kinerja Main Gas Blower di PT. XYZ Taruna, Robert Candra; Lisa Puspita Ariyanto; Putri Sundari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7453

Abstract

The efficiency of cooling systems is highly critical in energy industries and industrial processes, particularly in the production of liquid sulfuric acid (H₂SO₄) which relies heavily on operational efficiency. A key factor determining overall plant efficiency is temperature control in critical components. Failure to dissipate heat effectively can result in performance degradation, increased energy consumption, and equipment damage. Increasing the volume of the cooling tower basin water beyond the minimum required limit is intended to stabilize cold water temperatures or enhance the performance efficiency of both the Cooling Tower (CT) and the Main Gas Blower (MGB). This study quantitatively analyzes the impact of comparing the manufacturer's standard Water Basin Tank (WBT) volume against a modified volume on the operational efficiency parameters of the CT and MGB to validate the optimal operational threshold. The results indicate that the standard manufacturer's water basin yields an average range of 5.3°C, an approach of 10.78°C, an effectiveness of 50.79%, a cooling capacity of 0.9 m³°C/h, and an evaporation loss of 1.6 m³/h. Meanwhile, the modified water basin shows an average range of 6.5°C, an approach of 8.4°C, an effectiveness of 76.95%, a cooling capacity of 1.1 m³°C/h, and an evaporation loss of 1.9 m³/h. As a result of the cooling tower performance, the use of the manufacturer's WBT results in a cooling temperature of 37.5°C, an output power of 2,676.3 kW, an efficiency of 63.6%, and a power loss of 1,530.5 kW. Conversely, the modified WBT demonstrates a cooling temperature of 35.4°C, an output power of 3,725.2 kW, an efficiency of 88.6%, and a power loss of 481.6 kW. The comparison reveals that a lower cooling tower temperature leads to a higher output power, greater efficiency, and lower power loss in the MGB. Based on these findings, the LBC 250 Cooling Tower with a modified water basin demonstrates superior performance for use as a cooling system for the Main Gas Blower at the Acid Plant of PT. XYZ
Studi Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Kekasaran Per-mukaan Pada Proses Pembubutan CNC Muhammad Sa’dan Wahid; Lisa Puspita Ariyanto; Finis Tri A
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3991

Abstract

Arya Global Dinamika adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang dimana barang produksinya melibatkan penggunaan mesin bubut CNC (Computer Numeric Control). Kekasaran permukaan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas hasil pembubutan pada mesin CNC. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kecepatan putar spindle terhadap kekasaran permukaan pada baja karbon rendah S45C. Pengujian ini dilakukan pada pembubutan rata dengan kecepatan putar 600 rpm, 800 rpm, 1000 rpm, 1200 rpm dan 1500 rpm, kecepatan pemakanan 0,5 mm/rev. Hasil ini menunjukkan kekasaran permukaan menurun secara signifikan seiring peningkatan kecepatan dari 600 rpm hingga 1000 rpm, dari 3,085 µm menjadi 1,049 µm. Namun, pada kecepatan 1200 rpm hingga 1500 rpm kekasaran meningkat kembali menjadi 1,718 µm hingga 2,197 µm. Hal ini menunjukkan adanya kecepatan optimum, dimana kecepatan berlebih justru menurunkan kualitas akibat getaran dan panas berlebih. Dengan demikian, kecepatan putar berpengaruh signifikan terhadap kekasaran, namun perlu dikendalikan untuk hasil maksimal.
Pengaruh Kualitas Pelumas Pada Umur Mesin Dan Kinerja Mesin Motor Honda Supra Fit 100 cc Hardiyanto hagga; Lisa Puspita Ariyanto; Yohanis Ngailu Jowa
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.4014

Abstract

Pelumas memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kinerja dan umur mesin, khususnya pada sepeda motor Honda Supra Fit 100cc. Kualitas pelumas yang digunakan dapat berpengaruh signifikan terhadap efisiensi bahan bakar, suhu kerja mesin, getaran, serta ketahanan komponen mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelumas terhadap kinerja, getaran, dan umur mesin motor Honda Supra Fit 100cc dengan menggunakan bahan bakar Pertalite dan berbagai jenis oli Federal, yaitu Federal Matic, Federal Supreme XX, dan Federal Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelumas Federal Matic memberikan perlindungan mesin yang lebih baik, mampu menurunkan suhu operasional mesin, menghemat konsumsi bahan bakar, dan mengurangi tingkat getaran mesin dibandingkan dengan pelumas lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelumas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap performa dan ketahanan mesin, sehingga pemilihan pelumas yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja dan memperpanjang usia pakai mesin sepeda motor 100cc.
Meningkatkan Kehandalan Line Instrument Utility Gas dengan Metode “Pithe-C” Di Platform PHE 38 Slamet Pujiono; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.4034

Abstract

Tingkat keandalan sistem instrumen utilitas gas di Platform PHE 38, PHE WMO, Zona 11, Regional 4 masih tergolong rendah. Kondisi ini memicu terjadinya penghentian operasi tak terencana (unplanned shutdown), pemborosan energi, serta meningkatnya risiko terhadap keselamatan kerja dan dampak lingkungan. Salah satu ilustrasi nyata dari permasalahan ini adalah pembakaran uap air hasil proses pengeringan gas melalui ground flare, yang menyebabkan pemborosan fuel gas sebesar 9,93 juta kaki kubik per tahun, dengan potensi kerugian finansial mencapai sekitar Rp 4,18 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem utilitas gas melalui penerapan metode PITHE-C, yang mengombinasikan analisis aspek manusia, teknologi, organisasi, dan lingkungan secara menyeluruh. Pendekatan sistematis ini memungkinkan identifikasi akar penyebab kegagalan sistem yang sebelumnya belum terdeteksi secara menyeluruh oleh studi terdahulu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan yang praktis dan efektif, guna mendorong efisiensi operasional serta mendukung keberlanjutan industri migas. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pada pengembangan metode analisis keandalan sistem instrumen serta penerapan pendekatan multidimensional yang sesuai dengan tantangan di sektor hulu minyak dan gas.
Analisa Laju Korosi Pada Baja ST 40 Dengan Medium Air Laut Di Pelabuhan Gresik Menggunakan Magnetic Stirrer Bahariawan Danutirto Wicaksono; Lisa Puspita Ariyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4293

Abstract

Baja karbon ST 40 sering digunakan dalam industri pembuatan kapal, khususnya untuk konstruksi lambung dan dek kapal. Mengingat bahwa lambung adalah bagian pertama dari kapal yang bersentuhan langsung dengan air laut, maka bagian ini memiliki risiko tinggi terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja karbon ST 40 (40 mm x 40 mm x 4 mm) dalam sampel air laut yang diambil dari Pelabuhan Gresik. Korosi sangat memengaruhi umur pakai baja dan besi, sehingga penelitian ini menjadi penting. Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat (weight loss method) dan proses perendaman dengan menggunakan pengaduk magnetik (magnetic stirrer) dan tanpa pengaduk magnetik untuk mengukur laju korosi. Pengukuran dilakukan setiap 7 hari selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi tertinggi terjadi pada air laut dengan pengaduk magnetik, dengan nilai laju korosi (CR) sebesar 13,72 mpy, sedangkan laju korosi terendah terjadi pada air laut tanpa pengaduk magnetik, dengan nilai CR sebesar 0,19 mpy. Selain itu, analisis regresi linier menunjukkan bahwa laju korosi pada air laut dengan pengaduk magnetik adalah -37 mg/cm², dibandingkan dengan -6,06 mg/cm² tanpa pengaduk magnetik. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penggunaan pengaduk magnetik mempercepat laju korosi pada baja karbon ST 40.
Pengaruh Konsentrasi Larutan Elektrolit dan Tegangan Arus Listrik terhadap Proses Electrorefining Tembaga Muhammad Basiq Akhlaqi; Meryanilnda Meryanilnda; Lisa Puspita Ariyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4510

Abstract

Proses electrorefining merupakan metode penting dalam pemurnian tembaga untuk menghasilkan logam berkualitas tinggi (>99,99%). Keberhasilan proses ini sangat dipengaruhi oleh parameter operasional, terutama konsentrasi larutan elektrolit dan tegangan arus listrik. Seiring meningkatnya kebutuhan tembaga di berbagai industri, optimalisasi proses electrorefining menjadi semakin diperlukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan elektrolit dan tegangan arus terhadap efisiensi dan kualitas hasil pemurnian tembaga. Eksperimen dilakukan menggunakan sel elektrolisis dengan elektroda plat tahan karat, memvariasikan konsentrasi dan tegangan secara sistematis. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi larutan dan pengaturan tegangan yang tepat dapat meningkatkan laju deposisi serta kemurnian tembaga. Namun, konsentrasi atau tegangan yang berlebihan justru menurunkan efisiensi proses. Pemahaman terhadap pengaruh kedua parameter ini diharapkan dapat mendukung pengembangan proses pemurnian tembaga yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan industri.