Satria Khresna W
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Tafsir Sunda (Analisis Ayat Suci lenyepaneun) Jujun Juanda; Satria Khresna W
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.831 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.82

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai tafsir Ayat Suci Lenyepa- neun yang berbahasa sunda, mengedepankan ciri kedaerahan, meres- pon keadaan yang terjadi di masyarakat dan gambaran tradisional serta alam Sunda yang khas. Sehingga corak tafsirnya menjadi adalah sastra kemasyarakatan (adabi Ijtimai), metodenya tahlily dan meng- gabungkan antara riwayat dan penggunaan akal (ra’yu). Sebagai kitab tafsir kedaerahan, mufassirnya Mohammad E. Hasim telah berhasil menampilkan sisi kedaerahan yang sesuai dengan kebutuhan ma- syarakat, jawaban terhadap permasalahan yang ada saat ini, persia- pan-persiapan menuju masa yang akan datang. Kendati dari sisi keda- erahan, tafsir ini hanya dapat dibaca oleh masyarakat yang mengerti bahasa sunda, namun dari sisi kemampuan penulisan, wawasan dan kontekstualisasi lokalitas, tafsir ini telah berhasil menggambarkan ke- majuan khazanah keilmuan di bumi pasundan.
Pemikiran Tafsir Sunda (Analisis Ayat Suci lenyepaneun) Jujun Juanda; Satria Khresna W
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an
Publisher : LP2M Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the interpretation of the exegesis book of Lelenyapaneun, emphasizing regional characteristics, responding to the situation in the society and the traditional picture and the unique nature of Sunda. So the pattern of interpretation became a social literature (adabi Ijtimai), method tahlily (analysis) that combine the traditional method and the use of reason (ra'yu). As a subtitle of regional interpretation, Mohammad E. Hasim has succeeded in displaying regional sides that are in line with the needs of the people, answers to current issues and preparations for the future. Despite the localities, this interpretation can only be read by people who understand Sundanese, but from the perspective of writing, insight and contextuality of the local, this interpretation has succeeded in describing the progress of scientific treasures in pasundan.