Tulisan ini membahas mengenai tafsir Ayat Suci Lenyepa- neun yang berbahasa sunda, mengedepankan ciri kedaerahan, meres- pon keadaan yang terjadi di masyarakat dan gambaran tradisional serta alam Sunda yang khas. Sehingga corak tafsirnya menjadi adalah sastra kemasyarakatan (adabi Ijtimai), metodenya tahlily dan meng- gabungkan antara riwayat dan penggunaan akal (ra’yu). Sebagai kitab tafsir kedaerahan, mufassirnya Mohammad E. Hasim telah berhasil menampilkan sisi kedaerahan yang sesuai dengan kebutuhan ma- syarakat, jawaban terhadap permasalahan yang ada saat ini, persia- pan-persiapan menuju masa yang akan datang. Kendati dari sisi keda- erahan, tafsir ini hanya dapat dibaca oleh masyarakat yang mengerti bahasa sunda, namun dari sisi kemampuan penulisan, wawasan dan kontekstualisasi lokalitas, tafsir ini telah berhasil menggambarkan ke- majuan khazanah keilmuan di bumi pasundan.
Copyrights © 2017