This Author published in this journals
All Journal El Dinar
Syahirul Alim
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA NEGARA (APBN) PERSPEKTIF ISLAM (STUDI KASUS APBN DI INDONESIA TAHUN 2014) Syahirul Alim; Khusnudin Khusnudin
El Dinar Vol 2, No 1 (2014): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.818 KB) | DOI: 10.18860/ed.v2i1.3108

Abstract

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam khasanah loterasi Islam sering disebut sebagai Baitul Mal. Baitul Mal adalah pos yang dikhususkan untuk semua pemasukan dan penegeluaran harta yang menjadi hak kaum muslimin/warga Negara. Setiap harta yang menjadi hak kaum muslimin, baik diambil dari kaum muslim dan non-muslim menjadi harta baitul mal. Terdapat tiga paradigm dasar yang selalu menyandera APBN pada system ekonomi kapitalis/neoliberalis yaitu, asumsi makro ekonomi, konsep anggaran berimbang atau anggaran deficit, dan liberalisasi ekonomi. Penyusunan baitul mal menggunakan paradigm yang berbeda. Diantaranya; tidak dibuat setiap tahun, tidak membutuhkan pembahasan dengan Majelis Umat (DPR/MPR), sumber pendapatan dan pos pengeluaran ditetapkan oleh syariah. Khalifah sebagai kepala Negara bias menyusun sendiri melalui hak tabbani, dan alokasi dana masing-masing sumber pendapatan dan pos pengeluaran diserahkan kepada pendapat dan ijtihad khalifah.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MINI BANK FAKULTAS EKONOMI MENJADI INCOME-GENERATING UNIT Anas Budiharjo; Segaf Segaf; Syahirul Alim
El Dinar Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.481 KB) | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2947

Abstract

AbstrakPerkembangan lembaga keuangan Syariah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan angka yang positif. Hingga bulan Oktober 2013, pertumbuhan industri keuangan Syariah di Indonesia telah mencapai 23% per tahun. Menggeliatnya lembaga keuangan Syariah yang menerapkan prinsip-prinsip Syariah ini tidak hanya di lingkup perbankan saja tetapi juga lembaga keuangan bukan bank (LKBB) seperti asuransi Syariah, sekuritas Syariah, pegadaian Syariah, lembaga keuangan mikro Syariah yang lebih dikenal dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT), dan sebagainya. Fenomena di atas yang memotivasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) untuk menyelenggarakan pendidikan lengkap dengan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh kalangan akademisi baik pengajar maupun peserta didik. Dalam hal ini, UIN Maliki Malang menyediakan laboratorium perbankan syariah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar Fakultas Ekonomi khususnya Jurusan Perbankan Syariah. Namun demikian peran mini bank ini dapat dikembangkan menjadi income-generating unit atau unit yang dapat menghasilkan laba sendiri dengan membuka pelayanan jasa finansial yang dikhususkan untuk mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Oleh karena itu Laboratorium mini bank FE UIN Maliki Malang perlu memikirkan kegiatan-kegiatan yang bisa menghasilkan pemasukan dana ke Laboratorium mini bank FE UIN Maliki Malang atau income-generating activities. Sebagian akademisi menganggap kegiatan seperti ini tidak boleh dilakukan di laboratorium, karena semua laboratorium berbasis non-profit activities. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa ada sebagian kegiatan Laboratorium mini bank yang bersifat spesifik yang boleh “dijual” ke pemakai Laboratorium mini bank. Mereka beralasan bahwa Laboratorium mini bank dapat digolongkan kepada non for profit organization, yang berarti bahwa Laboratorium mini bank adalah organisasi yang tidak bertujuan mencari keuntungan, namun bukan berarti tidak boleh mendapatkan keuntungan.