p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dekonstruksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membongkar Novel Cantik itu Luka Melalui Pandangan Surealisme dan Feminisme Puji F. Susanti; Abdul Rahman; Hendrik Boli Tobi; Nova Lumempouw
Dekonstruksi Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.266 KB)

Abstract

Novel Cantik itu Luka merupakan karya sastra Indonesia yang luar biasa dari Eka Kurniawan karena alur ceritanya penuh dengan imajinasi, hasrat, dan kekuasaan sehingga karya tersebut dapat kami bongkar (dekonstruksi) secara filosofis melalui dua sudut pandang, yakni teori Surealisme yang berakar dari psikoanalisa Freud dan teori Feminisme. Melalui surealisme kami bisa melihat bahwa tindakan sadar dari beberapa tokoh di dalam cerita berasal dari hasrat liar yang sangat jauh dari nilai-nilai masyarakat yang berlaku, sedangkan melalui feminisme kami bisa melihat bahwa phallus atau penis tetap menjadi simbol kekuasaan di dalam masyarakat sehingga masyarakat masih berada dalam kebudayaan patriarki.
Revitalisasi Humanisme dan Kritik Gadamer atas Metodologi Hendrik Boli Tobi
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.03 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.73

Abstract

Setelah memperkaya pengetahuan di bidang filologi, Gadamer pada akhirnya mengembangkan kajian hermeneutika yang berujung pada terbitnya buku Truth and Method. Ketika itu gagasan positivisme dan perkembangan ilmu baru, yaitu sosiologi, perlahan-lahan mendominasi khazanah ilmu-ilmu humaniora. Dominasi itu akhirnya direspons dan dilawan oleh sejumlah filsuf yang menganggap bahwa positivisme mengabaikan dimensi manusia yang begitu kompleks dan berbeda sama sekali dengan obyek penelitian ilmu-ilmu alam. Gadamer mengkritik keyakinan bahwa hanya melalui metodologi ilmu-ilmu alam, manusia dapat mencapai kebenaran. Gadamer menawarkan diskursus humanisme di tengah kepungan dominasi metodologi untuk mengembangkan humaniora. Gadamer mengangkat empat konsep penting dari tradisi humanisme, yaitu Bildung, sensus communis, pertimbangan, dan selera.