p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dekonstruksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keindonesiaan: “Tan Hana Dharma Mangrwa” Nawa Tunggal
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.949 KB)

Abstract

Menurut Derrida, teks tidak terbatas pada tulisan di buku, ia menawarkan penulisan harus diselidiki dengan cara baru dalam kekhususan “sejarah”. Ia mengajak untuk dinamis dalam memberi makna teks bukan sebagai “penolakan sejarah”, tetapi sebagai “gaya yang baik”, gaya yang transformasional. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berasal dari Kakawin Sutasoma, bisa disebut sebagai “gaya yang baik” dari Mpu Tantular. Falsafah Hindu dan Buddha seperti dualisme, tetapi sesungguhnya satu jua. Di situ ada pertaruhan sejarah, tetapi bukan suatu pertarungan yang membinasakan satu sama lain. Itulah hidup yang terus tumbuh dan berubah. Tidak pernah paripurna. Pancasila senantiasa terbuka bagi proses pengisian dan penafsiran baru.
Abnormal Baru Nawa Tunggal
Dekonstruksi Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.786 KB)

Abstract

Karya seni yang mendorong kegilaan pada batas-batasnya, akan memungkinkan orang untuk mencapai kesembuhan dari kegilaan. Karya seni seperti itu adalah karya yang tanpa akhir, yang dibuat tidak berkesudahan, terus-menerus, memungkinkan perulangan atau repetisi tinggi atas bentuk, dan perulangan atas situasi ketidakterdugaan. Jika tidak memberi anugerah kesembuhan, maka usaha itu setidaknya memberi sumbangan terhadap keanekaragaman karya seni. Persoalan Foucault bukan pada persoalan penyembuhan kegilaan, namun ia ingin mengembalikan sikap hormat terhadap kegilaan, atau hormat terhadap sesama manusia dengan anugerah kegilaannya.