I Dewa Nyoman Supenida
Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“MENYAMA BERAYA” (Spirit Pluralitas Nusantara) I Dewa Nyoman Supenida
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.84 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v13i1.191

Abstract

 Menguatnya kesadaran terhadap pluralitas bangsa dewasa ini ditandai oleh berbagai perbedaan yang bersifat vertikal maupun horizontal. Pada satu sisi perbedaan ini dapat menjadi penghalang untuk mewujudkan integrasi masyarakat, dan di sisi lain berpotensi menjadi aset budaya bangsa yang dapat mempermudah tercapainya kemajuan bangsa. Karakter bangsa Indonesia yang dibangun atas spirit multietnis, multikultur dan multiagama membutuhkan suatu strategi yang jitu untuk menghidupkan jiwa kebangsaannya agar konflik sosial menjauh dari kehidupan bersama. Konflik horizontal antarkelompok tertentu yang pernah ada di Indonesia seharusnya menggugah bangsa ini untuk kembali merenungi; apa yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menumbuh-kembangkan kesadaran bernegara dan berbangsa. Bersumber dari fenomena sosial ini penggarap mengaktualisasikan salah satu konsep dan nilai kehidupan yang bersumber dari kearifan lokal orang Bali dengan istilah Menyama Beraya menjadi sebuah karya komposisi musik inovatif. Konsep nilai ini bermakna universal, karena Menyama Beraya merupakan sebuah cara pandang bahwa antar sesama manusia adalah bersaudara, tanpa mempersoalkan perbedaan-perbedaan etnis, ras, budaya, agama, dan seterusnya. 
Pengembangan Kesenian Dikia Rabano Dalam Komposisi Musik Baru Berjudul Baguguah Salman Alfarisi; Admiral Admiral; Firman Firman; I Dewa Nyoman Supenida
Jurnal Musik Nusantara Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v2i2.3199

Abstract

-Dikie rabano merupakan salah satu kesenian tradisional bernuansa Islam yang ada di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Fungsi Dikie Rabano di Nagari Bawan adalah untuk baok anak kaaie (turun untuk mandi), Maulid Nabi, khitanan, dan malapeh niaiek (bentuk rasa syukur kepada Tuhan). Karya gubahan musik yang berjudul "baguguah" ini berasal dari kesenian tradisional Dikie Rabano pada repertoar baok anak ka aie (turun mandi) lagu-lagu Guguah Baarak di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Dikie Rabano biasanya disajikan dalam acara adat dan acara syukuran. Repertoar lagu-lagu Guguah Baarak memiliki kasus musikal yang menarik untuk dikembangkan dimana lagu ini terkesan monoton dengan memainkan pola ritme yang sama dari awal pertunjukan hingga akhir. Komposisi musik "baguguah" dilakukan dengan metode pendekatan tradisional. Mewujudkan ide/gagasan yang bersumber dari seni khasanah lagu-lagu Guguah Baarak Dikie Rabano, dengan mengembangkan pola-pola permainan rabano. Melalui karya komposisi musik "baguguah" seniman mencoba menghadirkan beberapa bentuk kebaruan dalam berbagai aspek karya sesuai konsep yang ditawarkan, dengan menggunakan pendekatan Tradisi, seniman ingin berbagi pengalaman bermusik yang dapat berkontribusi pada perkembangan komposisi musik itu sendiri.