Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus (Autisme) Echa Syaputri; Rodia Afriza
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Educativo: Jurnal Pendidikan
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.632 KB) | DOI: 10.56248/educativo.v1i2.78

Abstract

Autisme adalah gejala yang di dapat pada masa kanak-kanak dengan menggambarkan kesendirian, keterlambatan dalam perkembangan bahasa, melakukan aktivitas dengan spontan dan terbatas, srotif, dan menghafalkan sesuatu tanpa berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua terhadap tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (autism). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan pengasuhan dan penanganan yang tepat untuk anak usia dini berkebutuhan khusus sangat diperlukan, seperti adanya kerjasama antara lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan anak autis, sangat dibutuhkan peran orang tua untuk memperhatikan theraphy diet gultan untuk membantu menstabilkan fokus anak autis. Anak-anak berkebutuhan khusus seperti autis ini sering terkucilkan dan diperlakukan tidak layak seperti anak normal lainnya oleh masyarakat pada umumnya, ini dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat awam tentang kondisi anak berkebutuhan khusus. Apa bila kondisi yang menghawatirkan ini dibiarkan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak autis karena dikucilkan oleh masyarakat maupun lingkungan keluarganya.
Sosialisasi Awareness Siswa Normal Dengan Adanya Teman Berkebutuhan Khusus Di SD Pancabudi Medan Rodia Afriza; Athalla Fallah Navra
JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian pada Masyarakat 2022-1
Publisher : JURDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyrakat Universitas DIPA Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Berbagai sekolah didirikan untuk tempat pendidikan bagi anak, baik sekolah formal maupun sekolah non formal tanpa memandang anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki kekurangan baik cacat fisik, mental maupun sosial. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama layaknya anak-anak normal dalam aspek kehidupan. Begitu pula dalam aspek pendidikan, anak berkebutuhan khusus memiliki juga hak untuk bersekolah guna mendapatkan pengajaran dan pembelajaran. Proses sosialisasi merupakan suatu proses yang mempunyai dampak amat signifikan dalam kelangsungan ketertiban siswa. Artinya, hanya lewat sosialisasi inilah norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menjadi cerminan suatu keadaan tertib sosial dapat diteruskan dan diwariskan ke generasi seterusnya. Narwoko dan Suyanto (2004: 76) menambahkan bahwa hanya lewat proses-proses sosialisasi ini sajalah generasi-generasi muda akan dapat belajar bagaimana seharusnya bertingkah pekerti di dalam kondisi-kondisi dan situasi-situasi tertentu. Keberadaan individu atau anak-anak berkebutuhan khusus, secara riil ada di sekolah umum tidak hanya ada di sekolah luar biasa. Dalam kenyataannya, begitu banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang dapat kita temui di sekolah reguler terutama di sekolah-sekolah tingkat rendah seperti di sekolah dasar. Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering kali mendapat perlakuan yang berbeda dalam hal layanan pendidikan, karena mereka dipandang memiliki hambatan dalam beberapa dimensi kehidupan.
Pengaruh Kebijakan Perusahaan Dan Work Life Balance Terhadap Employee Engagement Pegawai Pada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Nahar Maganda Saragih; Firman Syahputra; Rodia Afriza
Jurnal UMKM, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee engagement dalam diri pegawai tidak hanya sekedar adanya keterikatan pegawai dengan organisasi atau perusahaan yang dinaungi, tapi lebih dari itu, pegawai akan memanfaatkan dirinya lebih dari batasan-batasan job description atau tanggung jawabnya terhadap pekerjaan, akan tetapi melampaui dari pada itu. Dengan employee engagement yang tinggi pegawai akan berupaya dalam memastikan seluruh perencanaan-perencanaan yang menjadi tanggung jawabnya dapat terealisasikan dengan maksimal. Dalam menyelesaikan pekerjaannya pegawai akan merancang strategi-strategi guna mencapai target kerja. Dalam menumbuhkan rasa employee engagement yang tinggi pada pegawai diperlukan timbal balik dari perusahaan untuk pegawai yaitu dengan memperhatikan kebermanfaatan-kebermanfaatan yang dapat diterima oleh pegawai. Timbal balik yang dapat diberikan oleh organisasi terhadap para pekerjanya adalah kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan beberapa aspek yaitu seperti dimensi manajemen, dimensi organisasi, dimensi etika, dimensi lingkungan, dan dimensi kinerja. Timbal balik lainnya yaitu work life balance yaitu kestabilan yang diterima pegawai antara kehidupan pribadi dengan kehidupan personalnya, organisasi idealnya harus memperhatikan keselarasan kehidupan para pekerjanya guna menghindari tingkat stress pegawai dalam bekerja. Adapun metode dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dengan hasil penelitian yaitu ditemukan bahwa kebijakan perusahaan berpengaruh terhadap employee engagement dengan perolehan nilai sig sebesar 0,000 dan variabel work life balance pada penelitian in ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap employee engagement. Dari kedua variabel hasil koefisien determinasi diperoleh sebesar 12%.