Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Index Masa Tubuh (Imt) Dan Kadar Hemoglobin Dengan Proses Penyembuhan Luka Post Operasi Laparatomi Yuli Widyastuti; Risti Widyaningsih - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.793 KB)

Abstract

Abstract: Lenght of wound healing in gastrointestinal surgery patient is affected by nutrition, circulation, oxygenation, obesity, ischemia, chronic ill, smoking habit, and medication. To heal the wound, the body needs carbohydrate, fat, protein, mineral, vitamin, and adequat hydration. The study aimed to identify the relationship of Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level to wound healing of laparatomy surgery. This type of research is descriptive quantitative research study by using the method of correlation with cross sectional design research. The data was collected by observation. This research study included 15 patients who undergoing laparotomy surgery at RS Dr Moewardi Surakarta. The sample is taken by accidental sampling. Analysis test used Spearman Rank. Data analysis was done by Spearman Rank between BMI and wound healing. The result shown significant relationship between BMI and albumin level to wound healing because p 0,000 < 0,05 and r value 0,961 > r table 0,506. Spearman correlation shows positif correlation. Data analysis between hemoglobin level and wound healing shown significant relationship because p 0,004 < 0,05 and r value 0,691 > r table 0,0506. Spearman correlation shows positif correlation. Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level patients play important role to wound healing in laparatomy surgery patients at hospital.Keywords: BMI, hemoglobin level, wound healing                  Abstrak: Lama penyembuhan luka laparatomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti nutrisi, sirkulasi, oksigenasi, obesitas, iskemia, benda asing, penyakit kronis, kebiasaan merokok, dan obat-obatan. Untuk sembuh sebagaimana mestinya, tubuh memerlukan karbohidrat, lemak, protein, mineral, kalori, vitamin, dan hidrasi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan datanya melalui observasi. Sampel nya adalah seluruh pasien post operasi laparatomi di bangsal Mawar II RSUD Dr Moewardi Surakarta sebanyak 15 orang dan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil uji statistik antara IMT dengan proses penyembuhan luka, diperoleh nilai p 0,000 < 0,05 dan nilai r hitung 0,961 > nilai r tabel 0,506 maka Ha diterima yang berarti korelasi antara IMT dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman Rank sebesar 0,961 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan yang sangat kuat. Sedangkan hasil uji statistik antara kadar hemoglobin dengan proses peyembuhan luka diperoleh nilai p 0,004 < 0,005 dan nilai r hitung 0,691 > nilai r tabel 0,506  maka Ha diterima yang berarti korelasi antara kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar 0.691 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan korelasi kuat. IMT dan kadar hemoglobin pasien memiliki peran yang penting pada penyembuhan luka pada pasien post operasi laparatomi di RS Dr Moewardi Surakarta.Kata Kunci : IMT, kadar hemoglobin, penyembuhan luka
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Untuk Menurunkan Nyeri Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Hari Ke 1 Susi Susanti; Yuli Widyastuti; Siti Sarifah - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.478 KB)

Abstract

Abstract: A fracture is a breakdown of bone continuity caused by external pressure that comes in greater than what can be absorbed by the bone. Treatment of fractures is surgery or without surgery, including immobilization, reduction and rehabilitation. Every surgery is always associated with an incision that caused a trauma or violence for sufferers that make various complaints, one of it is pain. The purpose of this study was to determine the influence of Murottal Al-Qur'an therapy on the reduction of postoperative pain in lower extremities day 1. The method of this research is Pre-Experiment with One Group Pretest-Postest approach with purposive sampling technique with a number of 8 respondents and instruments used  observation scale pain scale, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphones and QS Ar-Rahman that conducted at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. Test analysis using paired T-test test. Results: The results of calculations with the paired T-test statistical test analysis obtained a significant value that the probability (p) of 0,000. P value <0.05, it can be decided that the results show Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on pain reduction in postoperative patients with lower extremity fracture day 1 at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. This study can be applied to patients who experience postoperative pain.Keyword: fracture, murrotal, post operative pain Abstrak: Fraktur merupakan rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang. Penanganan terhadap fraktur ada pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi, dan rehabilitasi. Setiap pembedahan selalu berhubungan dengan insisi atau sayatan yang merupakan trauma atau kekerasan bagi penderita yang menimbulkan berbagai keluhan salah satunya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya pengaruh terapi Murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri post operasi ekstremitas bawah hari ke 1. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Postest dengan teknik sampling purposive sampling  sejumlah 8 responden dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skala nyeri, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphone dan Q.S Ar-Rahman yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Uji analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil perhitungan dengan analisis uji statistik T-test paired didapatkan nilai yang signifikan bahwa probabilitas (p) sebesar 0,000. Nilai p<0,05 maka dapat diputuskan bahwa hasil menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah hari 1 di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi.Kata kunci : fraktur, murotal, nyeri post operasi
Hubungan Usia dengan Respon Madu terhadap Proses Penyembuhan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Mellitus N Nabhani; Yuli Widyastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.929 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandaidengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitasmetabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan olehpenurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin ataukeduanya yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler danneuropati. Beberapa peneliti melakukan penelitian dengan metodepengobatan gangren secara herbal diantaranya yaitu dengan minyakzaitun, minyak kelapa, aloe vera dan madu. Madu sangat dipercayaoleh masyarakat untuk berbagai jenis pengobatan termasuk luka,madu juga mudah didapat selain itu efektif dalam prosespenyembuhan luka. Banyak factor yang berpengaruh terhadap prosespenyembuhann luka seperti teknik perawatan, nutrisi dan usia.Methoda penelitian Design yang digunakan dalam penelitian iniadalah Korelasional, jumlah sampel 4 pasien,Teknik pengambilansampel Accidental sample, variable bebas Usia dan variable terikatpenyembuhan luka gangrene. Teknik pengunaan madu dalamperawatan luka dengan cara di kompres. Hasil Penelitian : Darihasil uji data Product Moment r hitung 0.35 dan p value 0.65 karenahasil r hitung 0.35 dibawah r table atau < table r : 0.95 dan p >dari 0.05, maka disimpulkan tidak ada hubungan usia dengan responmadu terhadap proses penyembuhan luka gangrene sehinggahipotesis yang berbunyi ada hubungan usia dengan respon maduterhadap penyembuhan luka gangrene di tolak . Dengan demikianmaka factor usia tidak cukup kuat dalam proses penyembuhan lukagangren.