Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUKURAN WAKTU PARUH EFEKTIF I-131 PADA KANKER TIROID Yuanita Puspita Dewi Sudarso; Rena Widita; Rini Shintawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.572 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.01

Abstract

Abstrak Iodin 131 digunakan dalam proses terapi dan diagnosis pada pasien penderita kanker tiroid yang menyebabkan adanya paparan radiasi yang diberikan oleh pasien kepada lingkungannya, sehingga pasien terapi I-131 akan diisolasi selama beberapa hari hingga laju paparan dari tubuhnya berkurang hingga mencapai batas yang ditetapkan. Berkurangnya laju paparan setiap pasien berbeda-beda yang menyebabkan waktu pulang dan penanganan selanjutnya untuk tiap pasien berbeda-beda. Penentuan lama pasien diisolasi dapat diperkirakan dengan waktu paruh efektif Iodin 131. Pengukuran waktu paruh efektif I-131 dilakukan dengan mengukur laju paparan tubuh pasien disertai dengan pengukuran laju paparan urin pasien menggunakan alat surveimeter 2 jam setelah pemberian Iodin 131 dan dilanjutkan setiap 12 jam selama 3 hari. Laju paparan tubuh digunakan untuk mengetahui waktu paruh efektif dan laju paparan urin pasien digunakan untuk mengetahui waktu washing out pasien. Dari penelitian diketahui bahwa semakin besar dosis yang diberikan pada pasien maka waktu paruh efektifnya semakin cepat dan begitu pula dengan waktu washing outnya. Kata-kata kunci: I-131, Kanker Tiroid, Waktu Paruh Efektif. Abstract Thyroid cancer patient usually undergoes Iodine 131 therapy. By giving I-131, there might be an exposure from patient’s body to the environment, to prevent the exposure to healthy people; usually patient will be isolated in hospital for a few days until the exposure rate from their body reduced and safe for their environment. Decreasing time of exposure rate might be different for each person and will affect their discharge time and/or treatment time. To determine the exact discharge time of the patient, effective half-life of I-131 become important. Effective half-life of I-131 is determined by measuring exposure rate of body and urine from the patient. Exposure rate of the body of the patient were taken 2 hours after dose administration and every 12 hours on the next day in 3 days using survey meter for 1 minute. Exposure rate of the urine of the patient is used for obtaining the washing out time. From this research, it found that the greater dose given to the patient, the faster the effective half-life and the washing out time. Keywords: I-131, Effective Half-life, Thyroid Cancer.
Anak Belajar Fisika (ABF) 2023: Incredible Physics Sudarso, Yuanita Puspita Dewi; Flaviana, Flaviana; Siahaan, Haryanto Mangaratua; Sutanto, Sylvia Hastuti; Fidiani, Elok; Nugraheni, Neng Putri Lestari
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2024): (DESEMBER 2024) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v1i2.7975.25-39

Abstract

Anak Belajar Fisika (ABF) 2023 mengangkat tema “Incredible Physics” yang disingkat INDY dengan tema workshop secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Fisika Terapan dan Fisika Teori. Topik ABF/INDY 2023 untuk masing-masing tema tersebut adalah: (1) Deep Learning dan Implemetasinya pada Hardware, dan (2) Quantum Computing. Salah satu dampak dari kegiatan pengabdian ini khususnya bagi para peserta adalah semakin bertambahnya wawasan ilmu fisika sesuai dengan bidang ilmu yang diminati, yang sebelumnya belum pernah atau belum secara mendalam dipelajari di sekolah. Berdasarkan angket sebelum kegiatan, terdapat 42% peserta yang sama sekali belum pernah mempelajari materi INDY 2023. Setelah mengikuti workshop, sebanyak 50% peserta menyatakan bahwa dapat memahami materi yang diberikan. Berdasarkan masukan peserta, seluruh peserta menginginkan untuk dapat diadakan lagi kegiatan ini, baik secara daring maupun luring. Dari angket tersebut muncul usulan tema yang cukup beragam, yang akan menjadi bahan pertimbangan penyelenggaraan kegiatan selanjutnya.
Anak Belajar Fisika (ABF) 2023: Incredible Physics Sudarso, Yuanita Puspita Dewi; Flaviana, Flaviana; Siahaan, Haryanto Mangaratua; Sutanto, Sylvia Hastuti; Fidiani, Elok; Nugraheni, Neng Putri Lestari
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2024): (DESEMBER 2024) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v1i2.7975.25-39

Abstract

Anak Belajar Fisika (ABF) 2023 mengangkat tema “Incredible Physics” yang disingkat INDY dengan tema workshop secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Fisika Terapan dan Fisika Teori. Topik ABF/INDY 2023 untuk masing-masing tema tersebut adalah: (1) Deep Learning dan Implemetasinya pada Hardware, dan (2) Quantum Computing. Salah satu dampak dari kegiatan pengabdian ini khususnya bagi para peserta adalah semakin bertambahnya wawasan ilmu fisika sesuai dengan bidang ilmu yang diminati, yang sebelumnya belum pernah atau belum secara mendalam dipelajari di sekolah. Berdasarkan angket sebelum kegiatan, terdapat 42% peserta yang sama sekali belum pernah mempelajari materi INDY 2023. Setelah mengikuti workshop, sebanyak 50% peserta menyatakan bahwa dapat memahami materi yang diberikan. Berdasarkan masukan peserta, seluruh peserta menginginkan untuk dapat diadakan lagi kegiatan ini, baik secara daring maupun luring. Dari angket tersebut muncul usulan tema yang cukup beragam, yang akan menjadi bahan pertimbangan penyelenggaraan kegiatan selanjutnya.
The Implementation and Integration of Merdeka Curriculum and STEM at All Levels of Education Christina Ester Manthalina Hutabarat; Yuanita Puspita Dewi Sudarso
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3878

Abstract

Indonesia’s new educational curriculum, Merdeka Curriculum, has successfully integrated the Independent Curriculum and STEM education. The primary objective of this integration is to enhance the learning experience for students at the elementary, junior high, and high school levels by providing them with better facilities and developing the competencies of both teachers and students. The STEM-based curriculum utilizes project-based learning to make education more relevant and contextual, with teachers acting as facilitators. To determine the effectiveness of this curriculum and its integration with STEM in classrooms, an analysis is required. This study aims to identify the barriers and challenges teachers face in implementing the Merdeka Curriculum and STEM, the consequences of this integration, and the readiness of teachers to apply models or approaches to organize it.