Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERINTEGRASI STEM DALAM MERANCANG SMART CITY Melania Eva Wulanningtyas; Christina Ester Manthalina Hutabarat; Arfin Arfin; Muchtar Haryanto Panjaitan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.155-160

Abstract

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan tentang pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM kepada guru-guru di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Pelatihan dilakukan di 10 sekolah selama 4 jam dalam bentuk pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyampaian materi oleh tim, diskusi, demonstrasi, pendampingan pelatihan, dan praktik pembuatan smart city terintegrasi STEM secara langsung. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para guru dapat memahami dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM. Peserta memiliki respons positif terhadap aspek materi, penyajian, bahasa, dan praktik yang difasilitasi oleh tim. Berdasarkan pengelompokan hasil respons peserta melalui angket yang telah diberikan diperoleh data bahwa peserta sangat antusias dan termotivasi untuk merancang pembelajaran berbasis proyek di sekolah. Keterbatasan waktu menjadi kendala dalam kegiatan pengabdian ini sehingga para guru diarahkan untuk dapat merancang serta mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM secara mandiri.
Pengembangan Media Pembelajaran Modul STEM dengan Model Learning Cycle 5E Pada Pelajaran IPA di Kelas 8 Sekolah Menengah Pertama Christina Ester Manthalina Hutabarat
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.331

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah perlu mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah. Guru diharapkan dapat menyiapkan dan mengadakan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami bagaimana proses pengembangan modul STEM untuk materi IPA kelas 8 SMP; dan 2) menguji efektivitas modul STEM yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Learning Cycle 5E. Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dengan metode Learning Cycle 5E menjadi salah satu cara untuk membuat suasana kelas lebih menarik. Proses pembelajaran STEM dengan metode Learning Cycle 5E juga mendukung siswa dalam belajar mandiri. Model pengembangan ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu definisi, perancangan, dan pengembangan. Data yang dikumpulkan mencakup validasi oleh ahli media dan ahli materi dari tiga sekolah yang berbeda, dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis skor presentase menurut skala Likert menunjukkan bahwa modul tersebut dinilai sangat layak digunakan oleh ahli media (90,3%), ahli materi (92,5%) dan penilaian bahasa (92,6%). Secara keseluruhan, modul tersebut dinilai sangat layak untuk diujicobakan di kelas.
Integrating STEM into Middle School Science through Smart Agriculture Projects Wulanningtyas, Melania Eva; Hutabarat, Christina Ester Manthalina; Arfin, Arfin; Fauzi, Rizky Reza; Situmorang, Risya Pramana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.100804

Abstract

The STEM Center for Teaching and Learning at Parahyangan Catholic University, in collaboration with Ruang Bergerak, organized a community outreach program as part of its Tridharma commitment. The program included seminars and hands-on training for science teachers from the MGMP (Subject Teachers Forum) in Salatiga. The goal was to introduce project-based learning (PBL) methods using a STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach within the context of smart agriculture. This initiative aimed to help teachers foster essential 21st-century skills—such as problem-solving, critical thinking, and collaboration—that had noticeably declined during the pandemic. This program was designed to support teachers in implementing integrated, project-based learning that not only crosses disciplinary boundaries but also ties directly to measurable learning outcomes. Teachers were encouraged to connect the projects to real-world contexts, making assessments more meaningful and relevant to each subject area. Additionally, the smart agriculture project served as a practical application of P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) under Indonesia’s Merdeka Curriculum. Teachers were given the flexibility to adapt the prototype projects for further development in their own schools, aligning with each school’s unique goals and agreements. Over the course of two days, participating teachers learned how to design and execute contextual, problem-based STEM projects. They gained hands-on experience with technologies like Arduino and agricultural sensors. The program consisted of two main phases, the first involved expert-led workshops, and the second focused on collaborative project design based on local agricultural challenges. Despite the limited time, the program successfully fostered collaboration among teachers and expanded their understanding of how integrated, STEM-based learning can support both academic goals and character development through P5.
Pembelajaran Berbasis Proyek STEM “Water Level Sensor” Dalam Mendukung Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka Hutabarat, Christina Ester Manthalina; Wulanningtyas, Melania Eva; Hapsara, Satriya Ary; Yuliana, Erlin
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2024): (DESEMBER 2024) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v1i2.7974.40-47

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memperlengkapi guru melalui Pelatihan Pembelajaran Berbasis Proyek STEM untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Pengabdian ini dilakukan di SMA Katolik Yos Sudarso Karawang dengan membawakan topik STEM yaitu merancang sensor alarm gempa dalam pembuatan Smart City. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis STEM pada pembuatan Smart City untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Dengan mengintegrasikan proyek ini, siswa terlibat dalam pembelajaran interdisipliner yang mendukung siswa mampu bernalar kritis, mandiri, gotong royong, dan kreatif. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi dalam pelaksanaan kurikulum guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Keywords: Kurikulum Merdeka, P5, Pembelajaran Berbasis Proyek, STEM
PROGRAM MATRIKULASI: PENDAMPINGAN CALON MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN (UNPAR) DARI KABUPATEN NDUGA, PAPUA Eva Wulanningtyas, Melania; Ester Manthalina Hutabarat, Christina; Xaveriano Waresindo, William; Arfin, Arfin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2710-2720

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman peserta program matrikulasi bagi calon mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pada beberapa aspek/materi dasar, yakni: numerasi, literasi, logika berpikir, pendidikan rohani, pendidikan karakter, pendidikan jasmani, pendidikan TIK, dan persekutuan doa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang cukup baik dalam materi pendidikan rohani, pendidikan karakter, dan persekutuan doa, meskipun mereka menunjukkan hasil yang lebih rendah dalam bidang numerasi dan literasi, yang kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan akses pendidikan di daerah asal mereka. Selain itu, pada materi logika berpikir, ditemukan adanya kesulitan dalam penerapan penalaran logis akibat kurangnya pengalaman dengan latihan soal yang menantang. Pada pendidikan jasmani dan olahraga serta pendidikan TIK, peserta menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan beberapa peserta mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi yang dibutuhkan untuk pembelajaran. Kesimpulannya, program matrikulasi perlu disesuaikan dengan kondisi peserta untuk memperbaiki pemahaman dalam bidang numerasi dan literasi serta memberikan lebih banyak kesempatan untuk pengembangan kemampuan logika berpikir dan TIK. Pendekatan berbasis konteks dan perhatian terhadap keberagaman latar belakang peserta sangat penting untuk memastikan keberhasilan matrikulasi dalam mempersiapkan mahasiswa baru di UNPAR.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERINTEGRASI STEM DALAM MERANCANG SMART CITY Eva Wulanningtyas, Melania; Ester Manthalina Hutabarat, Christina; Arfin, Arfin; Haryanto Panjaitan, Muchtar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.155-160

Abstract

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan tentang pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM kepada guru-guru di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Pelatihan dilakukan di 10 sekolah selama 4 jam dalam bentuk pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyampaian materi oleh tim, diskusi, demonstrasi, pendampingan pelatihan, dan praktik pembuatan smart city terintegrasi STEM secara langsung. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para guru dapat memahami dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM. Peserta memiliki respons positif terhadap aspek materi, penyajian, bahasa, dan praktik yang difasilitasi oleh tim. Berdasarkan pengelompokan hasil respons peserta melalui angket yang telah diberikan diperoleh data bahwa peserta sangat antusias dan termotivasi untuk merancang pembelajaran berbasis proyek di sekolah. Keterbatasan waktu menjadi kendala dalam kegiatan pengabdian ini sehingga para guru diarahkan untuk dapat merancang serta mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM secara mandiri.
Pembelajaran Berbasis Proyek STEM “Water Level Sensor” Dalam Mendukung Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka Hutabarat, Christina Ester Manthalina; Wulanningtyas, Melania Eva; Hapsara, Satriya Ary; Yuliana, Erlin
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2024): (DESEMBER 2024) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v1i2.7974.40-47

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memperlengkapi guru melalui Pelatihan Pembelajaran Berbasis Proyek STEM untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Pengabdian ini dilakukan di SMA Katolik Yos Sudarso Karawang dengan membawakan topik STEM yaitu merancang sensor alarm gempa dalam pembuatan Smart City. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis STEM pada pembuatan Smart City untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Dengan mengintegrasikan proyek ini, siswa terlibat dalam pembelajaran interdisipliner yang mendukung siswa mampu bernalar kritis, mandiri, gotong royong, dan kreatif. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi dalam pelaksanaan kurikulum guna mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila. Keywords: Kurikulum Merdeka, P5, Pembelajaran Berbasis Proyek, STEM
The Implementation and Integration of Merdeka Curriculum and STEM at All Levels of Education Christina Ester Manthalina Hutabarat; Yuanita Puspita Dewi Sudarso
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3878

Abstract

Indonesia’s new educational curriculum, Merdeka Curriculum, has successfully integrated the Independent Curriculum and STEM education. The primary objective of this integration is to enhance the learning experience for students at the elementary, junior high, and high school levels by providing them with better facilities and developing the competencies of both teachers and students. The STEM-based curriculum utilizes project-based learning to make education more relevant and contextual, with teachers acting as facilitators. To determine the effectiveness of this curriculum and its integration with STEM in classrooms, an analysis is required. This study aims to identify the barriers and challenges teachers face in implementing the Merdeka Curriculum and STEM, the consequences of this integration, and the readiness of teachers to apply models or approaches to organize it.
Developing an Ethnoscience-Based Snakes and Ladders Board Game to Enhance Gross Motor Skills and Independence in Children with Speech Impairments Agrielsa Alphasati Sinaga; Yunita Miftahul Jannah; Christina Ester Manthalina Hutabarat
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13395

Abstract

This study aims to develop an ethnoscience-based snakes and ladders board game as a learning medium to improve integrated gross motor skills and independence of students with speech impairments at the junior high school (SMP) level in inclusive education settings. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Gross motor skills were defined as coordinated movement abilities involving balance, body control, and dynamic coordination relevant to adolescents with speech impairments, while independence was defined as the ability of self-regulation, decision-making, task completion, and responsibility in learning activities. The research subjects were 15 seventh-grade students with speech impairments at SLB Negeri 1 Bantul, Yogyakarta. Data were collected through observation sheets, expert validation questionnaires, and assessment instruments for gross motor skills and independence. The validation results indicated that the developed media were highly feasible, with average scores of 91% from material experts and 89% from media experts. Limited trials demonstrated improvements in gross motor skills (mean scores increased from 64.3 to 80.7) and independence (from 66.1 to 83.5), with N-gain values in the moderate to high category. Ethnoscience elements were integrated through local cultural contexts such as traditional games, batik motifs, and Yogyakarta cultural symbols embedded in science learning challenges. These findings indicate that the ethnoscience-based snakes and ladders board game is effective as an alternative learning medium for students with speech impairments at the junior high school level.
Teachers' beliefs about teaching and learning and their implications for meaningful learning practices in elementary school in Bandung: a phenomenological study Fransiskus Ransus; Verawaty Sinaga; Agrielsa Alphasati Sinaga; Christina Ester Manthalina Hutabarat
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 3 (2026): June
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i3.762-771

Abstract

This study aims to explore teachers' beliefs and their implications for meaningful learning practices in elementary schools using a qualitative phenomenological approach. The participants consisted of ten elementary school teachers in Bandung, Indonesia, from both public and private schools, who were purposively selected based on the criteria that (a) they are recognized as highly dedicated teachers and (b) they have more than ten years of teaching experience. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and subsequently analyzed and categorized into thematic findings. The results reveal several patterns related to teachers' beliefs, including (1) teacher–student relationships as the foundation of learning, (2) knowledge construction through connecting new learning with students' prior experiences to promote meaningful learning, (3) teachers' flexibility in adapting instructional strategies to students' needs, (4) teachers' positive beliefs about the potential of every student, and (5) teachers' beliefs as a driver of instructional innovation. These findings indicate that meaningful learning is shaped not only by the strategies employed but also by the beliefs that underpin teachers' pedagogical practices. This study contributes to strengthening the role of teacher beliefs as a bridge between pedagogical knowledge and classroom practice. Practically, the findings may serve as a foundation for teacher professional development that focuses not only on technical competencies but also on reflective beliefs as a basis for pedagogical practice.