Yeni Mulyani Supriatin
Balai Bahasa Bandung, Jalan Sumbawa No. 11, Bandung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra: Perevitalisasian dan Pemertahanannya Supriatin, Yeni mulyani
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 8, No 1 (2021): BÉBASAN EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i1.236

Abstract

: Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang revitalisasi dan pertahanan Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra di tengah modernisasi dan arus globalitas. Masalah yang dibahas adalah bagaimana perevitalisasian dan pemertahanan Topeng Betawi Kacrit Putra. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan prinsip  revitalisasi dan pemertahanan tradisi lisan. Metode pengumpulan data menerapkan tatacara pengumpulan data lapangan seperti pendokumentasian data dengan menggunakan alat bantu dokumentasi antara lain video, foto, dan alat perekam untuk menyimpan data dialog pertunjukan dan data wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra.berupaya merevitalisasi dan mempertahankan seni topengnya melalui beberapa cara, antara lain menghadirkan pakem topeng Betawi dan unsur seni lain  serta mengkreasi kostum para pemain, dan musik pengiring. Simpulan penelitian ini adalah Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra sebagai seni tradisi perlu menyesuaikan struktur pertunjukan dan materi topengnya dengan situasi zaman.
SASTRA LISAN SUNDA SEBAGAI MEDIA JEJARING MOTIF UNTUK PENGUATAN NKRI (Sundanese Oral Literature as Media of Motifs Network for Strengthening the Unitty of the Republic of Indonesia) Supriatin, Yeni Mulyani
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.200

Abstract

AbstractDiversity and similarity of the motif found in oral literature in the archipelago can actually be adhesive for disintergration in the nation and it can strengthen the Homeland. The issues of regional programs, such as Malay and regional autonomy is one of the “threat” of the split nation. This study aimed to describe Sundanese oral literary motifs (as a baseline for comparison with other areas of oral literary motifs) that can be used as the media of motifs network for strengthening the nation. Analyzing data motif index approach. Source of data used are oral literature from Sunda belonging to the kind of prose randomly selected with consideration of the stories are chosen that contain motifs that are universal or motives that at least has been recorded in a motif index version of Thomson and the estimated contained in oral literature outside Sunda so the motifs found can be used as a comparison of motifs to seek their kinship. The results showed that in the oral literature of Sunda found several motifs such as the origin of the first humans on earth, the origin of the rice, the origin place, the angel who married to a man, man to stone, and the human half of which are universal motifs.Keywords: oral literature Sunda, motifs, and motif-indexAbstrakKeragaman dan kesamaan motif sastra lisan Nusantara sesungguhnya dapat menjadi perekat disintergrasi bangsa serta memperkuat NKRI. Isu-isu tentang kewilayahan, seperti kemelayuan dan otonomi daerah merupakan salah satu “ancaman” perpecahan bangsa ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif sastra lisan Sunda (sebagai data awal untuk dibandingkan dengan motif sastra lisan daerah lain) yang dapat dimanfaatkan sebagai media jejaring motif untuk penguatan NKRI. Penganalisisan data dilakukan dengan pendekatan motif indeks. Sumber data yang digunakan adalah sastra lisan Sunda jenis prosa yang dipilih secara acak dengan pertimbangan cerita-cerita yang dipilih yang mengandung motif yang bersifat universal atau motif-motif yang minimal sudah tercatat dalam motif indeks versi Thomson serta yang diperkirakan terdapat dalam sastra lisan di luar Sunda sehingga motif yang ditemukan dapat dijadikan bahan perbandingan motif untuk mencari kekerabatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam sastra lisan Sunda ditemukan beberapa motif seperti asal-usul manusia pertama di bumi, asal-usul padi, asal-usul tempat, bidadari yang menikah dengan manusia, manusia menjadi batu, dan manusia separuh yang merupakan motif-motif universal.Kata kunci: sastra lisan Sunda, motif, dan motif-indeks
Corak Kritik Sastra Khazanah: Lembaran Sastra Surat Kabar Pikiran Rakyat Tahun 2000-an Supriatin, Yeni Mulyani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3221

Abstract

Surat kabar Pikiran Rakyat sejak terbit (1950) sampai kini merupakan satu-satunya surat kabar daerah yang mampu membendung surat kabar nasional. Visi misi surat kabar yang independen dan melayani masyarakat tergambar dalam rubrik yang mampu mengakomodasi harapan pembaca. Yang menarik surat kabar ini mempublikasikan sastra Indonesia dari beragam genre, mengangkat pengarang daerah, dan artikel kritik dengan topik beragam. Publikasi sastra dikemas secara menarik dan diberi nama rubrik Khazanah, terbit tiap hari Minggu. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan corak kritik sastra Khazanahsebuah lembaran sastra dan budaya dalam surat kabar Pikiran Rakyat Tahun 2000-an. Masalah penelitian adalah bagaimana corak kritik sastra Khazanah? Penelitian ini menggunakan teori Abrams. Metode penelitian menerapkan prinsip-prinsip sastra yang dikemukakan oleh Abrams yang menekankan kritik ekspresif, objektif, mimetik, dan resepsi sastra. Hasil penelitian menggambarkan bahwa corak kritik sastra dalam Khazanah terdiri atas kritik objektif, ekspresif, mimetik, dan pragmatik. Kecenderungan kritiknya adalah dalam satu karya kritik terdapat beberapa corak. Simpulan penelitian ini adalah bahwa sebagian besar kritik sastra Khazanah dalam satu karya kritik terdapat lebih dari satu corak, corak objektif dan ekspresif atau mimetik dan pragmatik. Kritiknya bersifat impresionistik. Kritik sastra yang dijadikan objek adalah genre sastra dan unsur menjadi lingkungan sastra seperti pengarang, pembaca, dan pengayom. Penulis kritik datang dari kalangan sastrawan, budayawan, dan akademisi.