Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Pakar

ANALISA STRUKTUR MIKRO PADA PROSES FIRING DALAM FABRIKASI WELDED BEAM DENGAN BAHAN SM490YB Lydia Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2018 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.2660

Abstract

Welded beam adalah profile yang didapat dengan proses pengelasan 3 lembarplate yang terdiri dari 2 plate flange dan 1 plate web dibentuk menjadi profil IBeamatau H-Beam. Proses pengelasan dilakukan dengan mesin las khususSAW dan dilanjutkan proses pelurusan (straightening) karena akibat daripanas pengelasan tersebut menyebabkan profile welded beam akan bending atautwisted. Akibat proses panas saat pengelasan, maka ada minimal ukuranwelded beam dan tebal minimum platnya tidak akan dapat di luruskan kembalisaat proses straightening karena daya leleh material yang telah lewat batas saatproses pengelasan. Oleh karena itu pada area yang tidak dapat diluruskankembali perlu dilakukan firing dengan menggunakan flame Oxy-Acetylene.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur mikro, properti mekanikpada material JIS G3106 Grade SM490YB.
DESAIN DAN PEMILIHAN BAHAN PADA HELM WAJAH TERBUKA DENGAN SISTEM AIRBAG DARI GFRP / EPP / NYLON Haryo Bisono Setyadi; Zairullah Azhar; Lutfi Fadilah; Lydia Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4178

Abstract

Helm merupakan perangkat yang wajib digunakan saat mengendari sebuah sepeda motor. Helm akan melindungi atau mengurangi dampak dari benturan ke kepala. Menggunakan helm adalah salah satu cara preventif dalam berkendara. Namun, perlindungan dari helm belumlah maksimal. Maka dari itu kami melakukan sebuah penelitian mengenai Helm dengan menggunakan Airbag System. Helm ini akan berkerja saat terjadi benturan yang keras dari belakang maupun pergerakan leher.Airbag ini tidak akan mengembang jika hanya terjadi crash tunggal. Helm ini berkerja menggunakan System yang terpisah dari helmnya. Pada bagian helm terdapat airbag dan gas untuk mengembangkan airbag-nya, serta sensor untuk menerima perintah. Material yang digunakan pada Helm ini ialah Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) untuk cangkangnya, Expanded Polypropylene (EPP) untuk cangkang bagian dalam, dan Nylon 6,6 untuk airbag. Airbag akan mengembang pada bagian leher hingga pundak. Pada system yang terpisah dari helm ini berisi sistem yang akan membaca situasi berkendara. Sistem ini bisa membedakan situasi kecelakaan yang terjadi. Bila sistem membaca telah terjadi kecelakaan, maka sistem akan mengirimkan sensor untuk mengembangkan gas dihelm. Helm Open Face dengan Airbag System, sensornya bekerja sekitar 0,15 detik setelah terjadi crash.
ANALISA PENGARUH GAYA TEKAN AKHIR TERHADAP SAMBUNGAN LAS HASIL PENGELASAN GESEK BERBAHAN TEMBAGA DAN KUNINGAN Aprilia Putri Laurina; Lydia Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4179

Abstract

Pengelasan gesek (Friction Welding) adalah salah satu teknik pengelasan dengan panas yang beralasal dari dua permukaan logam yang saling bergesekan satu sama lain. Penelitian ini mengkaji tentang efek tekanan akhir pada proses pengelasan. Proses dilakukan dengan variasi tekanan 2,5 MPa dan 6 MPa serta perbandingan material tanpa lasan pada baja SCM415H. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi nilai tekanan maka semakin besar kekuatan sambungan yang dihasilkan pada sambungan tersebut. Dari penelitian semua dapat dilihat bahwa las gesek (friction welding) dapat menghasilkan hasil lasan yang mempunyai kekuatan yang tinggi sehingga tidak mudah putus atau patah pada sambungan dan kekerasan pada sambungan las meningkat setara dengan sambungan las pada umumnya.