Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sistem Kontrol Hibrida Sinyal Rujukan Berbasis Logika Fuzzy untuk Peningkatan Kinerja Transien Pengontrol PID Endra Joelianto; oberli tansri
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 39 No. 1-2 (2007)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas suatu metoda kontrol yang disebut kontrol sinyal rujukan (set-point) dengan pengambilan keputusan menggunakan logika fuzzy. Metoda ini dirancang untuk mengurangi keterbatasan sistem kontrol umpan balik yang harus mempunyai penguatan pengontrol tinggi untuk menghasilkan kinerja transien yang cepat. Metoda kontrol sinyal rujukan dapat memperbaiki kinerja transien dengan tanpa mempengaruhi karakteristik dinamik sistem kontrol lup tertutupnya. Pada makalah ini, pengontrol umpan balik yang digunakan adalah pengontrol PID dan kontrol sinyal rujukan menggunakan pengambilan keputusan dengan sistem fuzzy berdasarkan sinyal kesalahan. Kinerja metoda kontrol sinyal rujukan dengan sistem logika fuzzy dan sistem kontrol umpan balik dengan pengontrol PID diperlihatkan oleh beberapa hasil simulasi pada model umum sistem berorde satu dan dua dengan waktu mati.
Modelling and Designing The Model Predictive Control System of Turbine Angular Speed at Hydropowerplant UBP Saguling PT Indonesia Power R K A Kusumah; Endra Joelianto; Estiyanti Ekawati
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 1 No 2 (2009): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2009.1.2.4

Abstract

Saguling Generation Business Unit (GBU) is one of hydro powerplants under PT. Indonesia Power which has vital role to produce and distribute electricity in Indonesia. The demand for electricity in Indonesia, which is fluctuative, force the plant to operate in immediate and responsive pattern. Saguling need 2 minute to connect to the transmission system from its non operating state. Plant response is controlled by manipulating guide vane opening so the water entering the turbine chamber can be maintained. 5.6 % maximum overshoot still occurs in start up process due to manual mechanism. This paper provide a design of control system using Model Predictive Control (MPC) to optimize the plant performance which is indicated by faster response time and reduced overshoot. Neural Network with Back Propagation algorithm is used to model the turbine with guide vane opening as input variable and turbine angular speed as output variable. The model is then used in MPC algorithm to compute the optimum control signals.Keywords:  Neural Network, Model Predictive Control, Guide Vane, Cost Function. 
Kontrol Model Prediksi Robas Pada Waste Heat Boiler : Parametric Ellipsoidal Uncertainty Faqihza Mukhlish; Endra Joelianto
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 2 No 1 (2010): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2010.2.1.4

Abstract

Kontrol Model Prediksi adalah suatu strategi kontrol yang dirancang dengan menggunakan model dari proses suatu sistem. Model proses ini digunakan untuk menghitung himpunan prediksi ke depan dari proses tersebut berdasarkan himpunan sinyal kontrol yang diberikan pada model. Himpunan sinyal kontrol tersebut diperoleh dari suatu algoritma optimisasi yang meminimalkan fungsi kinerja MPC dan solusinya memenuhi kendala sistem. Oleh karena itu, pemilihan model yang tepat akan mempengaruhi kinerja dari pengontrol.Optimisasi merupakan bagian terpenting pada perhitungan sinyal control ke depan pada MPC. Pada tugas akhir ini digunakan optimisasi robas. Optimisasi robas atau Robust Optimization (RO) adalah metoda optimisasi yang dapat menangani ketidakpastian data. Ketidakpastian dalam hal ini adalah data dari masalah optimisasi tidak diketahui secara pasti saat menentukan solusi optimal.PT.Petrokimia Gresik Pabrik Pupuk Nitrogen memiliki boiler bertipe Waste Heat Boiler (WHB), pembangkit uap yang memanfaatkan gas panas sisa dari generator turbin gas. Sistem ini digunakan untuk melihat kinerja MPC dengan optimisasi robas dalam sistem di industri dan melakukan penghematan bahan bakar pada sistem WHB. Mekanisme pengontrolan dilakukan dengan keadaan awal 0 untuk setiap masukan dan keluaran, lalu diamati kestabilan sistem dan variabel prosesnya terhadap kendala sistem.RO-MPC dengan ketidakpastian elips parametrik dapat mengkompensasi gangguan terukur dari generator turbin gas. Nilai RMSE dan IAE dari keluaran yang mempengaruhi kualitas steam (uap), Tekanan uap RMSE 1 = 0.1327 dan IAE 1 = 32.1710, Flow uap RMSE 4 = 1.7132 dan IAE 4 = 2.3603, Temperatur uap RMSE 5 = 8.9758 dan IAE5  = 2242.4. Kata Kunci: Kontrol Model Prediksi, Optimisasi Robas, Optimisasi Konik, Robust Counterpart, receding horizon, waste heat boiler.
Studi Perancangan Sistem Kontrol Kinematik Dan Dinamik Non Linier Watanabe Pada Wahana Nirawak Quadrotor Steven Aurecianus; Estiyanti Ekawati; Endra Joelianto
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 5 No 2 (2013): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2013.5.2.5

Abstract

Penelitian difokuskan pada desain sistem kontrol kinematik dan dinamik non linier Quadrotor hasil pemodelan Watanabe (2009). Model Quadrotor yang digunakan merupakan model dinamik yang dikontrol menggunakan metode backstepping. Model ini memiliki masukan dan keluaran jamak. Desain dilakukan dengan menentukan letak pole-pole lup tertutup sehingga diperoleh matriks penguat umpan balik sebagai salah satu komponen masukan. Rentang pole yang baik diperoleh dengan melakukan pengujian dan analisis terhadap pengaruh perubahan dari masing-masing pole terhadap respon sistem dan perhitungan nilai integral absolute error. Simulasi dilakukan tanpa memperhitungkan variabel fisis dari Quadrotor.Hasil penelitian ini adalah diperolehnya program matlab untuk mensimulasikan model kinematik dan dinamik quadrotor Watanabe (2009). Percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa jumlah pembulatan angka dibelakang koma yang baik adalah minimal dua angka dibelakang koma, dipilih konstanta k bernilai 1, dan rentang letak pole dari masing-masing pole dengan pengaruh yang signifikan namun tetap memenuhi syarat tidak terjadi overshoot dan osilasi yang besar untuk pole ke 1 berada dikisaran -1 sampai -3, pole 2 dikisaran -1 sampai -6, pole 3 dikisaran -1 sampai -6, pole 4 dikisaran-1 sampai -6, dan pole 5 dikisaran -1 sampai -5.Kata Kunci: unmanned air vehicles, wahana nirawak quadrotor, pole placement, backstepping, kontrol dinamik.
Perancangan Sistem Kontrol Busur Listrik pada Tungku Peleburan Besi dan Baja Dengan Pengontrol Robas H∞ Faisal Hendri; Endra Joelianto; Agus Samsi
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 6 No 1 (2014): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2014.6.1.5

Abstract

AbstrakKebutuhan akan material yang terbuat dari baja sudah sangat banyak. Teknologi di industri tersebut juga telah berkembang pesat pada proses yang ada di dalam pembuatan baja. Salah satunya dalam proses peleburan besi dan metal. Dulu penggunaan Tungku Busur Listrik masih konvensional dan belum memakai sistem kontrol cerdas. Padahal efisiensi energi alat ini belum mencapai hasil yang sangat baik. Oleh karena itu diperlukan sistem kontrol yang dapat memperbaiki efisiensinya. Dalam penelitian ini dibahas mengenai sistem kontrol untuk peleburan besi di dalam tungku busur listrik dan menghasilkan perancangan pengontrol yang tepat.Langkah pertama yang dilakukan adalah  mengidentifikasi sistem dengan menggunakan jaringan saraf tiruan metode ADALINE (Adaptive Linear Neuron). Metode ini memiliki algoritma perubahan bobot dan fungsi pengaktifan yang khusus. Kemudian persamaan ruang keadaan kontinyu yang dihasilkan dari pemodelan ini akan digunakan untuk pengontrol robas H∞. Persamaan ini akan diolah kembali sehingga hasil akhirnya didapatkan parameter-parameter yang dapat digunakan di  lapangan. Pengontrol robas H∞ dipilih karena memiliki kestabilan yang kuat walau mendapatkan banyak gangguan. Dalam perancangan yang telah dilakukan,menghasilkan lonjakan maksimum (Mp) = 1.13 % dan ­­waktu tunak (Ts) = 30.27 detik (standar yang ditentukan: lonjakan maksimum (Mp) = <10 % dan  ­­waktu tunak (Ts) = 100 detik). Kata Kunci:ADALINE, Robas H∞, Persamaan Ruang Keadaan, Fungsi Alih, Tungku busur listrik, Lower LFT, Gamma.
Perancangan Safety Shutdown System pada Kepala Sumur Minyak dengan Menggunakan Analisis Pemodelan Petrinet Alfeus Leonardo; Endra Joelianto; Sutanto Hadisupadmo
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2015.7.1.2

Abstract

AbstrakDalam proses produksi minyak dan gas, kepala sumur memegang peranan penting, sebab jika terjadi masalah di kepala sumur akan menggangu produksi minyak dan gas serta dapat menyebabkan kegagalan produksi. Permasalahan kegagalan pada  kepala sumur dapat diminimumkan dengan memasang Safety Shutdown System. Safety Shutdown System merupakan suatu prosedur untuk mematikan operasi kepala sumur dengan aman pada saat terjadi masalah. Oleh karena itu, perancangan Safety Shutdown System yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi blow out di sumur. Jala Petri Sinyal Terinterpretasi (JPST) merupakan suatu pemodelan sistem diskrit yang memberikan informasi tentang struktur dan perilaku dinamik dari sistem yang dimodelkan. Perancangan menggunakan pemodelan JPST bertujuan untuk menganalisis suatu sistem sebelum mengimplementasikannya di lapangan. Pemodelan Safety Shutdown System dengan JPST dapat meminimumkan waktu perancangan dan kegagalan safety system.Pemodelan JPST dimulai dengan mengidentifikasi semua masukan dan keluaran pada sistem, lalu menentukan logika masukan pada tiap transisi dan daftar keluaran pada setiap place. Setelah itu pemodelan dilanjutkan dengan konstruksi dan analisis. Hasil analisis pada pemodelan ini menunjukkan bahwa sistem memiliki sifat keselamatan, keterbatasan, daya hidup, dan didapat nilai transparansi sebesar 0,86 dari skala 1, menunjukkan bahwa sistem bersifat transparan. Setelah melakukan pemodelan JPST, dilakukan simulasi dengan cara menerjemahkan bentuk JPST ke dalam ladder diagram. Hasil ladder diagram yang diterjemahkan dari model JPST dan ladder diagram yang dibuat langsung dari diagram logika memiliki hasil yang sedikit berbeda. Karena dalam pemodelan JPST terdapat asumsi "“ asumsi ideal.Kata Kunci: JPST, Ladder Diagram, Safety Shutdown System, kepala sumur
Perancangan Sistem Kontrol Ketinggian Baja Cair pada Proses Continuous Casting dengan Pengontrol PID Robas H∞ Muhammad Zibny; Endra Joelianto; Sutanto Hadisupadmo
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2015.7.2.5

Abstract

Baja merupakan salah satu logam yang memiliki kegunaan yang banyak, berbagai tempat baik kantor, sekolah, bahkan dapur selalu terdapat peralatan-peralatan yang terbuat dari baja. Industri pencetakan baja merupakan industri yang kompleks, dimana antara satu sistem dengan sistem lainnya saling berkaitan. Pada penelitian ini akan dibahas tentang salah satu sistem kontrol yang berada pada industri pencetakan baja yaitu sistem kontrol ketinggian baja cair yang berada pada proses continuous casting.Pada penelitian ini ada beberapa tahapan yang akan dilakukan, pertama adalah melakukan pemodelan dengan menggunakan metode ADALINE (Adaptive Linear Neuron) yang kemudian diambil bobot-bobotnya untuk dimasukkan kedalam persamaan ARX (Auto Regressive eXogenus) dari situlah didapatkan model sistem kontrol ketinggian baja cair. Hasil pemodelan ini selanjutnya akan digunakan untuk merancang pengontrol sistem.Simulasi dilakukan sebanyak empat kali atau dengan kata lain empat variasi nilai γ. Dari keempat variasi tersebut didapatkan nilai γ adalah 0,13 yang menghasilkan Kp= 18,3286; Ki= 5,3617; dan Kd= 1,712. Untuk nilai pengontrol tersebut dihasilkan respon dengan lonjakan maksimum 9,19% dan settling time sebesar 2,47 detik.Kata Kunci: ADALINE, ARX, Persamaan Ruang Keadaan, Kontrol Robas, Pengontrol PID, Moore-penrose
Swarm control of an unmanned quadrotor model with LQR weighting matrix optimization using genetic algorithm Endra Joelianto; Daniel Christian; Agus Samsi
Journal of Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.mev.2020.v11.1-10

Abstract

Unmanned aerial vehicle (UAV) quadrotors have developed rapidly and continue to advance together with the development of new supporting technologies. However, the use of one quadrotor has many obstacles and compromises the ability of a UAV to complete complex missions that require the cooperation of more than one quadrotor. In nature, one interesting phenomenon is the behaviour of several organisms to always move in flocks (swarm), which allows them to find food more quickly and sustain life compared with when they move independently. In this paper, the swarm behaviour is applied to drive a system consisting of six UAV quadrotors as agents for flocking while tracking a swarm trajectory. The swarm control system is expected to minimize the objective function of the energy used and tracking errors. The considered swarm control system consists of two levels. The first higher level is a proportional – derivative type controller that produces the swarm trajectory to be followed by UAV quadrotor agents in swarming. In the second lower level, a linear quadratic regulator (LQR) is used by each UAV quadrotor agent to follow a tracking path well with the minimal objective function. A genetic algorithm is applied to find the optimal LQR weighting matrices as it is able to solve complex optimization problems. Simulation results indicate that the quadrotors' tracking performance improved by 36.00 %, whereas their swarming performance improved by 17.17 %.
Analisis Pengaruh Waktu Latensi Terhadap Akurasi Sistem SCADA Bacaan Metering Listrik Waktu Nyata Melalui Jaringan Internet Endra Joelianto; Fuady Ramdhani; Eko Mursito Budi
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.894 KB) | DOI: 10.17529/jre.v16i3.16465

Abstract

SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) system of electricity metering using the internet network aims to monitor electrical energy remotely by utilizing internet services. The system consists of a meter that measures electric quantities acquired by a server located close to the meter. The client reads data acquired by the server through the internet network. The use of internet networks for data transmission generally results in latency time, which affects the validity of the data read by the client, resulting in reduced cumulative power calculation accuracy. In this article, energy calculations using current, voltage and power factor data on the client are compared with the energy value calculated by the power meter. Errors that occur are used to calculate the accuracy of the system. The experiment resulted in latency times ranging from 110 ms - 11219 ms with an average of 572.3025 ms with valid data ranging from 93% of population data and accuracy values ranging from 99.2974% to 99.8648%. The resulting accuracy is within the ANSI C12.20 standard. 
Failure assessment in lithium-ion battery packs in electric vehicles using the failure modes and effects analysis (FMEA) approach Rizky Cahya Kirana; Nicco Avinta Purwanto; Nadana Ayzah Azis; Endra Joelianto; Sigit Puji Santosa; Bentang Arief Budiman; Le Hoa Nguyen; Arjon Turnip
Journal of Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.mev.2023.v14.94-104

Abstract

The use of batteries in electric cars comes with inherent risks. As the crucial component of these vehicles, batteries must possess a highly dependable safety system to ensure the safety of users. To establish such a reliable safety system, a comprehensive analysis of potential battery failures is carried out. This research examines various failure modes and their effects, investigates the causes behind them, and quantifies the associated risks. The failure modes and effect analysis (FMEA) method is employed to classify these failures based on priority numbers. By studying 28 accident reports involving electric vehicles, data is collected to identify potential failure modes and evaluate their risks. The results obtained from the FMEA assessment are used to propose safety measures, considering the importance of the potential failure modes as indicated by their risk priority number (RPN). The design incorporates safeguards against mechanical stress, external short circuits, and thermal runaway incidents. The findings of this study enhance our understanding of electric vehicle (EV) battery safety and offer valuable insights to EV manufacturers, regulators, and policymakers, aiding them in the development of safer and more reliable electric vehicles.