Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH DIAMETER PHANTOM DAN TEBAL SLICE TERHADAP NILAI CTDI PADA PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN CT-SCAN Aprilyanti, Dinda Dyesti; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh diameter phantom dan tebal slice terhadap nilai CTDI pada pemeriksaan menggunakan CT-Scan. CTDI merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah dosis radiasi yang diterima oleh pasien akibat pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data CTDI pada phantom menggunakan detektor Unfors Xi Set dan pengambilan data CTDI pada pasien yang terdiri dari 15 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin besar diameter phantom dan tebal slice yang digunakan maka semakin kecil nilai CTDI yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. (2) Nilai CTDI yang diterima phantom pada posisi detektor arah jam 12, 9 dan 3 lebih besar dari nilai CTDI pada posisi detektor arah jam 6 dan posisi pusat. (3) Nilai CTDI pada phantom lebih kecil dari nilai CTDI berdasarkan SK-BAPETEN No. 01-P/Ka-BAPETEN/I-03. (4) Nilai CTDI pada phantom lebih besar dari nilai CTDI pada pasien, tetapi keduanya masih berada di bawah nilai batas dosis yang direkomendasikan oleh BAPETEN.
PERBANDINGAN DOSIS RADIASI DI UDARA TERHADAP DOSIS RADIASI DI PERMUKAAN PHANTOM PADA PESAWAT CT-SCAN -, Suwarni; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom pada pesawat CT-Scan.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi CTDI dari pengukuran dosis radiasi yang dipancarkan oleh pesawat CT-Scan di udara dan di permukaan phantom. Penelitian ini menggunakan detektor pencil ion chamber untuk pengukuran dosis radiasi di udara dan TLD-100 untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan phantom. Dari hasil pengukuran diperoleh dosis radiasi di udara lebih besar dibandingkan dengan dosis radiasi di permukaan phantom. Dari perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom hasil yang diperoleh masih berada dalam nilai batas dosis yang dikeluarkan oleh BAPETEN (SK.BAPETEN No. 08-P/ka-BAPETEN/1-2011).
UJI KESESUAIAN PESAWAT CT-SCAN MEREK PHILIPS BRILIANCE 6 DENGAN PERATURAN KEPALA BAPETEN NOMOR 9 TAHUN 2011 Chirsnia, Ivone; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pada pesawat CT-Scan merek Philips Briliance 6 yitu uji kesesuaian akurasi tegangan, akurasi keluaran radiasi, linearitas keluaran radiasi, kualitas berkas sinar-X, posisi meja pemeriksaan, laser penanda dan kesesuaian dosis radiasi pasien.  Pengujian dosis radiasi pasien digunakan fantom sebagai pengganti pasien. Hasil uji dibandingkan dengan nilai lolos uji Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011. Hasil yang diperoleh yaitu pesawat CT-Scan merek Philips Briliance 6 dalam kondisi andal dengan perbaikan.
ESTIMASI NILAI CTDI DAN DOSIS EFEKTIF PASIEN BAGIAN HEAD, THORAX DAN ABDOMEN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN MEREK PHILIPS BRILIANCE 6 Silvia, Helga; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Yuliati, Helfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi CTDI dan dosis efektif pasien bagian head, thorax dan abdomen pada hasil pemeriksaan CT-Scan. Penelitian dimulai dengan mengukur diameter efektif pasien dari citra CT-Scan. Kemudian diameter efektif (D) disubtitusi pada persamaan CTDIw untuk estimasi nilai CTDI pada pasien. Sedangkan dosis efektif dihitung dengan software ImPACT CT Patient Dosimetry Calculator dengan data 10 orang pasien masing-masing bagian pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: CTDI pasien pada pemeriksaan bagian head berkisar antara  21,09 mGy hingga 26,98 mGy, CTDI 11,26 mGy hingga 32,55 mGy bagian thorax, dan antara 7,72 mGy hingga 19,38 mGy bagian abdomen. Dosis efektif pasien berkisar antara 1 mSv hingga 2,8 mSv pada bagian head, 8,14 mSv hingga 15 mSv pada bagian thorax dan 9,14 mSv hingga 14 mSv pada bagian abdomen. Sedangkan organ yang paling besar mendapatkan dosis efektif pada bagian head adalah otak dan kelenjar saliva, pada bagian thorax  adalah paru-paru dan pada bagian abdomen adalah lambung. Semua fungsi yang dihasilkan pada penelitian ini digunakan untuk mengestimasi lebih lanjut nilai CTDI dan dosis efektif yang diameter efektif dan scan length-nya tidak sama dengan nilai yang digunakan pada penelitian ini. Potensi risiko kanker pada pasien pemeriksaan menggunakan CT-Scan relatif kecil yaitu 0,01% pada bagian head, 0,07% pada bagian thorax dan 0,08% pada bagian abdomen.
KARAKTERISASI DOSIMETRI SUMBER BRAKITERAPI IR-192 MENGGUNAKAN METODE ABSOLUT Putra, Mahmudi Rio; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang karakterisasi dosimetri sumber brakiterapi Ir-192 menggunakan metode absolut. Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini meliputi laju kerma dan kuat kerma dari sumber brakiterapi Ir-192 buatan BATAN. Pengukuran dilakukan menggunakan detector extrapolation chamber pada jarak 10 cm dan  divariasikan pada jarak 20 cm, 30 cm, 40 cm, dan 50 cm sebagai validasi jarak. Sebagai validasi alat ukur dilakukan  pengukuran menggunakan detektor farmer yang telah terkalibrasi dengan Ir-192. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran pancaran radiasi Ir-192 selama satu menit dan dikonversikan menjadi laju kerma dan kuat kerma. Berdasarkan  penelitian  ini diperoleh hubungan  laju kerma berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara detektor dengan sumber radiasi, kuat kerma yang di pancarkan sumber Ir-192 buatan BATAN bernilai 7,64 x 10-8 Gy s-1 m2.AbstractIt had been done a research to determine the characterization of dosimetry on Ir-192 brachytherapy source by using absolute method. The characterization which was done in this research involved kerma speed  and kerma work on Ir-192 brachytherapy source made by BATAN. The measurement was done by using detector extrapolation chamber against 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, and 50 cm as distance validity and the measurement used farmer detector as tool measurement validity which had been calibrated with Ir-192. The technigue of data collection was done by measuring radiation of Ir-192 for one minute and converting it to be kerma speed and kerma work. The result of this research is that kerma speed is inversely with distance guadrate between detector and radiation source, the kerma work which is amitted by Ir-192 source made by BATAN is 7,64 x 10-8 Gy s-1 m2.
Analisis Nilai Noise dari Citra Pesawat CT-Scan pada Beberapa Rekonstruksi Kernel dengan Variasi Slice Thickness Almuslimiati, Almuslimiati; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.57-63.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis nilai noise dari citra pesawat CT-Scan pada beberaparekonstruksi kernel dengan variasi slice thickness. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fantom sebagai bahan pengganti pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rekonstruksi kernel terhadap nilai noise. Nilai noise ysng didapatkan dibandingkan dengan batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness terbaik akan ditentukan dari masing-masing rekonstruksi yang digunakan. Penelitian dilakukan pada arus 250 mAs dan tegangan 120 kV dengan menggunakan rekonstruksi kernel standar, lung, soft, edge, bone dan chest serta variasi slice thickness dari 1 mm – 10 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rekonstruksi kernel yang digunakan memberikan pengaruh berupa peningkatan nilai noise. Nilai noise yang didapatkan masih dalam batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness yang paling baik adalah dengan ketebalan 6 mm, karena pada ketebalan ini dihasilkan nilai noise yang paling sedikit. Penggunaan slice thickness yang tidak terlalu tebal akan membuat citra menghasilkan detail-detail gambar yang tinggi dan sebaliknya, untuk itu perlu adanya optimasi penggunaan slice thickness agar bagian tubuh yang menjadi objek pemeriksaan dapat didiagnosis dengan baik.Kata kunci : fantom, noise, rekonstruksi kernel, slice thickness
Kalibrasi TLD Badge di Udara dan Permukaan Fantom Menggunakan Sumber Radiasi Pesawat Sinar-X Konvensional Dewi, Rahmawati; Prasetio, Heru; Milvita, Dian; Rahayu, Irma Dwi; Pardi, Pardi; Mustofa, Yahya
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.257-263.2020

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi TLD Badge di udara dan permukaan fantom menggunakan sumber radiasi pesawat sinar-X konvensional tipe Allenger 100R. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi TLD Badge dengan menentukan besarnya nilai faktor kalibrasi, mengetahui besarnya faktor hamburan balik (backscatter factor) serta mengetahui estimasi dosis radiasi di permukaan fantom. Penelitian menggunakan solid water phantom sebagai pengganti tubuh radiografer, TLD Badge sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor Unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan pada penelitian (0,5; 1; 3; 5; 7,5) mGy dengan tegangan (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa TLD Badge berada dalam kondisi baik dan besarnya faktor kalibrasi TLD Badge  yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan estimasi dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi. Besarnya nilai faktor kalibrasi berdasarkan tegangan referensi 70 kV diperoleh sebesar 0,018 mGy/nC  mendekati dengan nilai faktor kalibrasi TLD Badge yang telah dilakukan oleh pihak PTKMR BATAN yaitu 0,020 mGy/nC. Nilai backscatter factor TLD Badge memiliki pola yang sama dengan protokol IAEA TRS No.457. Backscatter factor TLD Badge yang diperoleh dapat menambah literatur backscatter factor di protokol IAEA TRS No.457 untuk luas lapangan radiasi 350 cm x 350 cm . TLD Badge has been calibrated in air and phantom surface using radiation source of x-ray conventional type allenger 100R. The study aims to determine of the condition of the TLD Badge by determining the value of the calibration factor, knowing the magnitude of the backscatter factor and knowing the estimated radiation dose on the phantom surface The study uses solid water phantom as a substitute for the body of the radiographer, TLD Badge as a detector to be calibrated and Unfors-X2 detector as a standard detector. The radiation dose used in this study (0.5; 1; 3; 5; 7.5) mGy with voltage (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Calibration results show that the TLD Badge is in good condition and the magnitude of the TLD Badge calibration factor obtained could be used to determine the estimated radiation dose received by the radiation worker. The value of the calibration factor based on the 70kV reference voltage obtained by 0.018 mGy /nC is close to the TLD Badge calibration factor value that has been carried out by PTKMR BATAN which is 0.020 mGy /nC. Backscatter factor value TLD Badge has the same pattern as the IAEA TRS protocol No.457. The TLD Badge backscatter factor obtained can add to the backscatter factor literature in the IAEA TRS protocol No.457 for the 350 cm x 350 cm radiation field area.
Estimasi Laju Dosis Radiasi yang Lolos Melalui Dinding Primer dan Sekunder Berdasarkan Beban Kerja Pesawat Teleterapi Co-60 di Instalasi Radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang (Studi Kasus Januari - Juni 2019) Ramadhani, Santri; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Mursiyatun, Mursiyatun
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.284-291.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer dan sekunder, berdasarkan beban kerja pesawat teletrapi Co-60 di instalasi radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data dosis pasien, pekerja radiasi periode Januari-Juni 2019 dan data desain dinding ruang penyinaran Co-60. Metode perhitungan menggunakan persamaan analitik dari SRS No. 47 IAEA. Hasil yang didapatkan adalah nilai beban kerja pesawat Co-60 per minggu berkisar antara (6,4-288) Gy m2 per minggu. Nilai ini masih berada di bawah rekomendasi NCRP No. 49. Hasil perhitungan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer berkisar antara (5,35 × 10-9–1,99 × 10-6) Sv per minggu, sedangkan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding sekunder akibat radisi bocor berkisar antara (2,27 × 10-14- 2,41 × 10-6) Sv per minggu dan melalui dinding sekunder akibat radiasi hambur berkisar antara (1,56 × 10-17- 1,94 × 10-9) Sv per minggu. Nilai estimasi laju dosis radiasi yang didapatkan masih berada di bawah nilai batas dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN No. 3 Tahun 2013 pasal 30 dan 31 tentang limitasi dosis radiasi untuk pekerja radiasi dan masyarakat umum. Research has been conducted on the estimation of the rate of radiation doses that pass through the primary and secondary walls, based on the workload of the Co-60 teletherapy instrument in the radiotherapy installation of RSUP. Dr. M. Djamil Padang. The research using secondary data, that are the patient dose and radiation workers for the January-June 2019 period and Co-60 wall design data. The method of calculation was analytic equations from Safety Report Series (SRS) International Atomic Energy Agency (IAEA) No. 47. The result show that the workload value of Co-60 ranges from (6.4-288) Gy m2 week. This value was still lower than the recommendation of NCRP No. 49. The results of the calculation of the estimated radiation dose rate that passes through the primary wall obtained ranged between (5.35 × 10-9-1.99 × 10-6) Sv per week, while through the secondary wall due to the leakage of radiation ranged between (2.27× 10-14–2.41 × 10-6) Sv per week and through the secondary wall due to scattering radiation ranged between (1.56 × 10-17–1.94 × 10-9) Sv per week. The estimated value of the radiation dose obtained is still lower than the value of dose limit (NBD) determined by BAPETEN No. 3 of 2013 articles 30 and 31 concerning the limitation of radiation doses for radiation workers and general public.
Estimasi Dosis Radiasi 3D Energi Foton Berbasis Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose untuk Treatment Planning System (TPS) Pesawat LINAC Primadila, Ervy; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Kanie, Muhammad Al Jabbar
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.323-330.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi dosis radiasi 3D energi foton berbasis percentage depth dose (PDD) dan profile dose untuk treatment planning system (TPS) pesawat LINAC menggunakan Matlab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempermudah dan meningkatkan ketelitian pada pembacaan distribusi dosis radiasi permukaan di beberapa kedalaman secara langsung dalam satu kurva.  Estimasi dosis radiasi dilakukan menggunakan data PDD dan data profile dose pada kedalaman 5, 10, 15, 20, dan 25 cm.  Data PDD dan profile dose diambil dengan berkas foton 6 MV dan 10 MV pada luas lapangan 10x10 cm2 dan source surface distance (SSD) 100 cm.  Teknik yang digunakan dalam pengolahan data PDD dan profile dose adalah teknik interpolasi agar data-data tersebut memiliki nilai dengan interval 0,1 mm.  Interval 0,1 mm berguna untuk memberikan jarak antar titik distribusi dosis radiasi bernilai sebesar 0,1 mm.  Hasil penelitian adalah estimasi dosis radiasi 3D yang menunjukkan distribusi dosis radiasi permukaan pada setiap kedalaman yang digunakan dalam penelitian.  Estimasi dosis radiasi pada setiap kedalaman memiliki pola distribusi dosis radiasi yang menyerupai pola distribusi dosis radiasi pada TPS standar di Rumah Sakit Universitas Andalas. Estimasi dosis radiasi menunjukkan bahwa distribusi dosis radiasi akan semakin lebar dan nilai dosis radiasi menjadi semakin menurun seiring peningkatan kedalaman target penyinaran.  A research has been conducted on estimating the 3D radiation dose with photon energy based percentage depth dose (PDD) and profile dose for treatment planning system (TPS) of LINAC using Matlab.  The purpose of this study is to simplify and improve accuracy in reading the distribution of surface radiation dose at several depths directly in one curve.  Estimating of radiation dose is done using percentage depth dose (PDD) and profile dose data at depths of 5, 10, 15, 20, and 25 cm.  PDD and profile dose data were obtained using photon energy 6 MV and 10 MV in field size of 10x10 cm2 and source surface distance (SSD) of 100 cm.  The technique used in processing PDD and profile dose is interpolation technique, so that the data have values with interval of 0.1 mm.  The interval of 0.1 mm is useful for giving the distance between points of radiation dose distribution is 0.1 mm.  The results were estimating of 3D radiation dose at each depth used in the study.  The radiation dose estimation for each depth produced has a radiation dose distribution pattern similar to the radiation dose distribution pattern at a standard TPS at Andalas University Hospital.  The radiation dose estimation show that the distribution of radiation dose will get wider and the value of radiation dose will decrease with increasing depth of the radiation target.
Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi pada Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri, dan RS UNAND Syahda, Aprizka Smartalova; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.517-523.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan proteksi radiasi pada pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri dan RS UNAND.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi, mengestimasi efek yang diterima pekerja radiasi serta mengevaluasi penerapan prinsip proteksi radiasi bagi pekerja radiasi.  Pada penelitian digunakan data sekunder untuk dosis radiasi perorangan pekerja radiasi dan data primer untuk laju paparan radiasi di instalasi radiologi menggunakan surveymeter fluke dengan tegangan pesawat sinar-X 80 kV.  Hasil penelitian menunjukkan dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi pada ketiga rumah sakit dalam waktu 3 bulan di bawah Nilai Batas Dosis (NBD) yaitu (0-0,46) mSv dengan acuan NBD berdasarkan Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 yaitu 20 mSv dalam satu tahun.  Efek radiasi yang diterima pekerja radiasi diperkirakan efek stokastik karena dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi rendah.  Penerapan proteksi radiasi terkait waktu, jarak, dan penggunaan perisai radiasi ruang memenuhi standar BAPETEN No. 4 Tahun 2013, akan tetapi penggunaan APD sebagai perisai diri belum mengikuti standar. A research on the application of protection from radiation has been done in the radiology installation at Naili DBS Hospital, Selaguri Hospital, and University of Andalas Hospital.  This study aims to evaluate the radiation dose received by radiation workers, to estimate the effect of the radiation to the radiation workers and to evaluate the principal application of radiation protection to radiation workers. The research uses primary data for the radiation exposure rate in radiology installation by using survey meter fluke with 80 kV of X-ray energy and secondary data for the radiation dose for each individual. The result shows that the radiation dose received by the radiation workers on the aforementioned hospitals are below the Dose Limits (NBD) based on Perka BAPETEN No. 4 of 2013, which is (0–0.46) mSv for 3 months compared to 20 mSv for year which is the maximum amount allowed. The radiation effect sustained by the radiation workers is projected to be stochastic, due to the low rate of radiation dose rate. The application of radiation protection related to time, distance and the usage of a radiation shield meets the required standard of BAPETEN, but the usage of personal protective equipment as a self-defence mechanism has not met the required standard yet.