Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKSI PROTEASE ALKALI DAN KERATINASE DARI Brevibacillus agri A-03 TERMOFILIK Anthoni Agustien; Jetty Nurhajati; Linar Z. Udin; Pingkan Aditiawati
Jurnal Riset Kimia Vol. 4 No. 1 (2010): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i1.44

Abstract

 ABSTRAK Protease alkaline and keratinase are a group of protease enzym which have important value in detergen industry and skin tannery. Brevibacillus agri A-03 is thermophilic bacteria isolate that comes from Ambayan Sumatera Barat hot spring and has the ability to produce protease and keratinase. The purpose of this research is to get protease alkaline and thermostable keratinase from Brevibacilus agri-A03. thermostable enzym is produced from enzym production enzym that contains kasein and keratin at various medium pH, inoculum incubation temperature and medium type. Enzym activity is measured by modified Walker methode, protein content is measured by Lowry methode. Protease alkaline is produced at exponential phase, maximum at 18th hours of incubation and keratinase is produced at stationer phase, maximum at 22nd hours. Both enzym is produced optimically at medium pH condition 9.0; incubation temperature 55°C, inoculum 5% by using modified Johnvesly and Naik medium with each protease and keratinase specific activity 1.927 and 1.047 U/mg  Keywords: Protease alkaline, Keratinase, Thermofilic, Brevibacillus agri A-03   
Pengembangan Minuman Probiotik dari Buah Kawista (Feronia limonia) dengan Bakteri Asam Laktat Indigenous elysabet herawati; pingkan aditiawati
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v2i1.329

Abstract

Kawista (Feronia limonia) merupakan tanaman suku jeruk-jerukan (Rutaceae) berpotensi sebagai tanaman obat. Menurut penelitian yang pernah dilaksanakan, buah kawista baru diolah menjadi sirup, dodol, selai dan madumongso. Semakin meningkatnya perhatian terhadap pengaruh makanan dan minuman terhadap kesehatan, memicu berkembangnya produk kesehatan dengan pemanfaatan bahan alami. Berdasarkan manfaat buah kawista, penelitian bertujuan untuk mengembangkan produk sirup buah kawista sebagai minuman probiotik dengan pemanfaatan bakteri indigenous genus Lactobacillus yang diisolasi dari buah kawista. Pembuatan minuman probiotik kawista diawali dengan pembuatan sirup dengan metode maserasi. Bakteri  indigenous diisiolasi dari kulit luar, kulit dalam dan sirup buah kawista dengan teknik pengenceran bertingkat. Isolasi dilakukan pada media NA yang dimodifikasi dengan sirup kawista. Sebanyak 35 isolat bakteri yang didapat diseleksi dengan pemindahan ke media MRS. Dilakukan uji metode difusi sumur untuk mengetahui aktivitas antimikroba isolat terhadap bakteri patogen pencernaan yakni Bacillus subtilis, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Diamati zona bening yang terbentuk pada 3 bakteri uji sehingga didapatkan 3 isolat bakteri terpilih dengan diameter zona 15,5 mm; 17 mm dan 30,5 mm. Isolat terpilih didentifikasi dengan metode  perwarnaan gram sehingga diketahui jenis bakteri adalah gram positif. Identifikasi molekuler dilakukan oleh Macrogen-Korea. Dari hasil sekuensing didapatkan spesies Lactobacillus paracasei strain FT179 sebagai isolat fermentasi. Dilakukan pembuatan kurva baku dan kurva tumbuh untuk mengetahui pertumbuhan optimal sebagai acuan pembuatan starter. Waktu pertumbuhan optimum Lactobacillus paracasei didapatkan pada jam ke 12.