Joice Rimper
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Struktur komunitas foraminifera benthik berdasarkan habitat di perairan Sulawesi Utara Jeine Bawole; Janny Kusen; Joice Rimper
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16881

Abstract

Penelitian mengenai struktur komunitas foraminifera telah dilakukan di beberapa lokasi di perairan Sulawesi Utara yang bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis foraminifera benthik dan struktur komunitas berupa kepadatan, keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Juga untuk mengetahui pola penyebaran foraminifera secara umum. Pegambilan sampel foraminifera dilakukan di garis pantai di zona intertidal, di beberapa kedalaman, dan juga di ekosistim yang berbeda seperti mangrove, lamun dan terumbu karang. Sampel diambil secara volumetri di Desa Salurang (Stasiun 1), Desa Binebas (Stasiun 2), Desa Bulo (Stasiun 3), Kelurahan Malalayang (Stasiun 4, dan Kelurahan Molas (Stasiun 5). Koordinat dari masing-masing stasiun dicatat mengacu pada tampilan posisi koordinat pada alat GPS (Global Positioning System). Pada setiap titik di tiap stasiun sampel yang terdapat dalam sedimen pasir dan lumpur diambil menggunakan alat keruk sekop dan dimasukkan dalam wadah plastik berlabel ukuran 240 ml. Sampel selanjutnya dibawa ke Laboratorium Biologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk proses identifikasi, pengambilan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua substrat pada masing-masing stasiun penelitian terdiri dari pasir bercampur lumpur. Teridentifikasi ada sebanyak 10 spesies foraminifera pada semua stasiun penelitian dengan total individu sebanyak 1185 individu foraminifera. Struktur komunitas menunjukkan bahwa kepadatan individu tertinggi terdapat di Stasiun 4 yaitu pada spesies Baculogypsina sphaerulata. Pola penyebaran foraminifera per jenis per stasiun pada umumnya seragam, diikuti penyebaran mengelompok. Hanya ada satu jenis di satu titik pengamatan yang menunjukkan pola penyebaran acak. Penyebaran secara seragam atau merata merupakan pola penyebaran yang umumnya terjadi di alam.
Analisis logam timbal (pb) dan konsentrasi klorofil pada alga Padina australis Hauck dari perairan teluk Totok dan perairan Blongko, provinsi Sulawesi Utara Batar Siahaan; Desy Mantiri; Joice Rimper
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.16937

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kandungan logam timbal (Pb) pada air, sedimen, dan  thallus alga serta mengetahui konsentrasi pigmen klorofil pada alga Padina australis Hauck yang terdapat di Perairan Teluk Totok dan Perairan Blongko. Perairan Teluk Totok merupakan perairan tempat buangan limbah pertambangan, sedangkan Perairan Blongko adalah perairan yang relatif bersih dan termasuk dalam Daerah Perlindungan Laut. Analisis logam timbal (Pb) pada air, sedimen, dan thallus alga berdasarkan metode standar American Public Health Association (APHA) dan analisis pigmen klorofil total yaitu dalam aseton 95% dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis konsentrasi logam timbal (Pb) telah terdeteksi pada dua perairan, di sedimen Perairan Blongko sebesar 4,4 ppm dan Perairan Teluk Totok keberadaan logam timbal lima kali lebih banyak yaitu sebesar 22,6 ppm. Analisis logam pada Thallus alga P.australis  Hauck di Perairan Teluk Totok sebesar 3,8 ppm, lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi timbal (Pb) dalam thallus P. australis Hauck dari Perairan Blongko yaitu sebesar 1,1 ppm. Nilai rata-rata konsentrasi pigmen klorofil a dan c di Perairan Teluk Totok adalah 19.073 g/ml klorofil a dan 1.275 g/ml klorofil c lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pigmen klorofil di Perairan Blongko yaitu 7.296 g/ml klorofil a dan 0.975 klorofil c. Perairan yang telah terkontaminasi logam, alga yang hidup didalamnya mampu melakukan proses fotosintesis untuk mempertahankan hidup.
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI GRANULOMETRI SEDIMEN DI PADANG LAMUN DESA MOKUPA KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Melisa Lahimade; Royke Rampengan; Calvyn Sondak; Inneke Rumengan; Joice Rimper; Rignolda Djamaluddin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.3.2024.57842

Abstract

Informasi menyangkut kondisi substrat di padang lamun merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan ekosistem lamun. Pantai Desa Mokupa memiliki kawasan padang lamun yang infomasi menyangkut ukuran butir sedimennya belum pernah dihadirkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen di padang lamun Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Pengambilan sedimen dilakukan menggunakan metode sistematis di mana sedimen yang diambil pada kawasan padang lamun adalah pada area berkategori tutupan lamun jarang, sedang, padat dan sangat padat. Hasil yang diperoleh adalah komposisi sedimen   padang lamun sekitar Desa Mokupa terdiri dari sedimen berukuran debu sampai kerakal.  Pada kawasan dengan kategori tutupan lamun padat dan sangat padat, sedimen pasir halus berada pada proporsi yang terbesar. Sebaliknya sedimen kerakal proporsinya mengecil dibandingkan dengan yang terdapat pada kawasan dengan kategori tutupan sedang dan jarang. Berdasarkan nilai rataan empirik, granulometri sedimen pada kawasan berkategori tutupan sangat padat adalah yang paling halus.  Nilai penyortiran menunjukkan hampir keseluruhan sampel sedimen kawasan padang lamun berada pada kriteria buruk sampai buruk sekali.  Kemencengan umumnya berada pada kriteria asimetris kuat ke ukuran besar.  Kriteria peruncingan pada kawasan berkategori tutupan padat adalah leptokurtik, sedangkan pada kategori tutupan sangat padat adalah sangat leptokurtik. Kata kunci: Padang lamun, Komposisi sedimen, Distribusi granulometri, Mokupa