N. Gustaf F. Mamangkey
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Species Inventory and Weight Measurements of Biofoulings Attached on the Pearl Oyster, Pinctada margaritifera, from Arakan Waters, North Sulawesi Putri T. J. Toreh; N. Gustaf F. Mamangkey; Farnis B. Boneka; Janny D. Kussen; Frans Lumuindong
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.20651

Abstract

This study was conducted with the aims to identify biofoulings living on the shell of the pearl oyster, Pinctada margaritifera and to analyse the weights of the biofoulings for three months. The study was conducted in Arakan waters, District of South Minahasa, North Sulawesi. Biofoulings were collected from the oysters after weighing the shells before and after cleaning. The difference of the weights before and after cleaning was become the weight of the biofoulings. The biofoulings were identified and and analysed. There were eight species of biofoulings recorded and described. Weight results were 3.4 g in the first month, 1.7 g in the second month and 1.1 g on the thord month, respectively.                                                                Keywords: Biofouling, pearl oyster, Pinctada magaritifera Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi biota pengotor yang menempel pada cangkang kerang mutiara Pinctada margaritifera dan mengetahui berat  biota pengotor yang disampling setiap bulan selama tiga bulan perkembangan.  Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Arakan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.  Biota pengotor diambil dari cangkang kerang mutiara Pinctada margaritifera kemudian diidentifikasi. Biota pengotor yang didapat dianalisis dengan cara mengukur selisih berat kerang ditimbang sebelum dibersihkan dan sesudah dibersihkan pada tiga bulan perkembangannya untuk mendapatkan hasil rata-rata berat biota pengotor yang diambil setiap bulan selama tiga bulan perkembangan.  Penelitian ini memperoleh delapan spesies biota pengotor yang menempel pada cangkang kerang Pinctada margaritifera. Hasil pengukuran rata-rata berat biota pengotor yang diambil setiap bulan selama tiga bulan perkembangan yaitu 3,4 gr (bulan pertama), 1,7 gr (bulan kedua) dan 1,1 g (bulan ketiga).  Kata kunci: Biota pengotor, kerang mutiara, Pinctada margaritifera
KARAKTERISTIK ARUS PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN MIANGAS KABUPATEN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Secilya Nainggolan; Ping A, Angmalisang; Wilmy E. Pelle; Darus S. J. Paransa; Royke M. Rampengan; N. Gustaf F. Mamangkey
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.58468

Abstract

Arus adalah proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan sehingga menimbulkan perpindahan horizontal dan vertikal sejumlah massa air. Perairan Sangihe Talaud merupakan pintu gerbang masukanya massa air laut dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia yang dinamakan Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Massa air Samudera Pasifik masuk ke perairan Indonesia melalui dua jalur salah satunya adalah melalui jalur Barat. Pemantauan dan pemetaan tiupan angin dan arus permukaan di perairan Talaud dalam penelitian ini menggunakan data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) khususnya dari Stasiun Maritim Kota Bitung. Data ini digunakan untuk menggambarkan dinamika arus permukaan laut di perairan Miangas yang merupakan jalur pelayaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisa data dilakukan pertama-tama dengan metode pengklasifikasian data ke dalam empat bulan dalam setiap tahun, kemudian data diolah menggunakan peangkat lunak WRPLOT dan ODV (Ocean Data View). Hasil penelitian menunjukan karakteristik arus permukaan laut di Perairan Miangas pada tahun 2020 secara kumulatif arah arus dominan menuju ke Barat Daya dengan kecepatan maksimum 49,86 cm/s. Selanjutnya pada tahun 2021 arah arus dominan menuju ke Timur Laut dengan kecepatan 48,69 cm/s. Pada tahun 2022 arah arus dominan menuju ke Timur Laut dengan kecepatan maksimum 48,49 cm/s dan pada tahun 2023 arah arus dominan menuju ke Timur Laut dengan kecepatan maksimum 50,42 cm/s. Kata kunci: arus, kuantitatif, oseanografi, Perairan Miangas