Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cystatin C Serum Level and the Severity of Preeclampsia Abraham Winarto; Eddy Suparman; John Wantania
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 4, No.3, July 2016
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.577 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v4i3.434

Abstract

Objective: Determining the cystatin C serum level among normotensive, mild preeclamptic, severe preeclamptic pregnant women and their relationship with the severity of preeclampsia. Method: The study was held using cross sectional design in Prof. Dr. RD Kandou Hospital in Manado and its network hospitals. We did on 51 samples at term pregnant women, consisting of 17 samples for each group in normotensive, mild preeclampsia, and severe preeclampsia. The data were analyzed using SPSS version 22.0 software through ANOVA and Kruskal Wallis statistical test. Result: The mean cystatin C serum concentration in normotensive pregnant women, mild preeclampsia, and severe preeclampsia were 0.82 mg/l, 1.03 mg/l, and 1.32 mg/l; respectively. The ANOVA statistical test showed the significant association between cystatin C level and severity of preeclampsia (p
Hubungan Konsumsi Fast Food, Makanan/ Minuman Manis dan Aktifitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Dan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Christine Evelyn Sitorus; Nelly Mayulu; John Wantania
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.4.2020.31025

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran dengan jumlah jam pelajaran yang banyak, dan tuntutan akademik yang tinggi merupakan faktor terjadinya perubahan pola makan, dan asupan yang buruk serta aktifitas fisik yang kurang, akibatnya dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler pada saat dewasa nanti karena kaitannya dengan penyakit metabolic sindrom, bila tidak dideteksi sejak dini dan diintervensi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara konsumsi fast food, makanan/minuman manis dan aktifitas fisik dengan kadar gula darah dan status gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.  Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Jumlah responden sebanyak 140 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Variabel yang diteliti yaitu konsumsi fast food, makanan/ minuman manis, aktifitas fisik (variabel bebas) dan kadar gula darah dan status gizi (variabel terikat) Data diperoleh dengan mengukur asupan makanan (kuesioner food recall 3 x 24 hour), mengukur status gizi (Indeks Masa Tubuh), dan mengukur aktifitas fisik (kuesioner PAR yang dimodifikasi). Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan, status gizi normal 98 responden, status gizi gemuk, 114 responden sering mengkonsumsi makanan/minuman manis, 51 responden sering konsumsi fast food, 17 responden beraktifitas fisik ringan, 11 responden dengan kadar gula darah hiperglikemik. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat korelasi positif antara konsumsi fast food dengan status gizi (p=0,041; R=0,628); tidak terdapat kolerasi antara konsumsi fast food dengan kadar gula darah (p=0,524; R=0,056); kolerasi positif antara makanan/ minuman manis dengan status gizi (p=0,000; R=0,141); tidak terdapat kolerasi antara makanan/minuman manis dengan kadar gula darah (p=0,116; R=0,134); terdapat kolerasi positif antara aktifitas fisik dengan status gizi (p=0,046; R=0,169); terdapat kolerasi antara aktifitas fisik dengan kadar gula darah (p=0,018; R=0,200). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat korelasi positif antara konsumsi fast food, makanan/minuman manis dan aktifitas fisik terhadap status gizi, dan terdapat kolerasi positif antara aktifitas fisik dengan kadar gula darah.