Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Hasil Belajar Biologi yang Diajar Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dengan Model Pembelajaran Langsung Berdasarkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 4 PALU Muhamad Erwin; Andi Tanra Tellu; I Nengah Kundera
Mitra Sains Vol 3 No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mitrasains.v3i1.36

Abstract

The study aimed, to describe the difference of students’ learning outcomes of (1) cooperative integrated reading and composition (CIRC) and direct instruction on biology subject, (2) describe the different of critical thinking high level and the lowest by student learning outcomes. This study using quasi experiment. All students in grade 10 who enrolled 2013-2014 would become research subject. The sample of this research consisted of two classes: X MIA5 and X MIA6. The results showed that the comparison between the two learning models can be seen with the magnitude of the significant probability value < 0.05. There is also a difference between the learning outcomes of students who have highest critical thinking skills with students who have the lowest, where the average of each value 55.63 and 38.42 or significant probability value < = 0.05. It could be concluded, that the student who have the highest critical-thinking skills were taught by using both learning models was better learning-outcomes than the lowest.
ADAT NATIONAL PARK AS LEGAL POLITICS OF LIVING SPACE OF ANAK DALAM TRIBE Erwin, Muhamad; Yusriyadi, Yusriyadi
Diponegoro Law Review Vol 9, No 1 (2024): Diponegoro Law Review April 2024
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dilrev.9.1.2024.87-103

Abstract

The Anak Dalam Tribe in Bukit Dua Belas National Park faces significant challenges due to conflicting paradigms between state control over national parks and customary land rights which sacrifice the interest of Anak Dalam Tribe. This study underscores the urgent need for a shift in the conservation legal paradigm to safeguard the tribe's living space. Employing a non-doctrinal research method, it examines law as a social reality within the tribe's habitat. The findings advocate for a new conservation model termed "Adat National Park." This model integrates traditional, environmentally friendly practices in collaboration with the National Park Authority. Such an approach aims to harmonize state conservation efforts with indigenous land rights, ensuring the tribe's active participation in management and the preservation of their cultural and ecological heritage. By adopting this model, it is possible to create a balanced and sustainable conservation strategy that respects both state interests and the rights as well as traditions of the Anak Dalam Tribe.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KO KULIKULER PRAMUKA PADA SANTRI DI PONDOK NURUL HARMAIN PUTRA Lala Hilayatul Hilali; Sumasni; Nurul Fadila; Baiq Usiyana Kurnia; Muhamad Erwin; Dimar Amita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5302

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan multikultural dalam kegiatan ko kurikuler pramuka pada santri Pondok Pesantren Nurul Harmain Putra. Pendidikan multikultural bertujuan membentuk generasi yang toleran dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan multikultural di pondok pesantren ini terintegrasi dalam berbagai kegiatan pramuka seperti perkemahan, pertukaran budaya, dan partisipasi internasional. Keberagaman santri dan pengajar menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran multikultural. Namun, implementasi ini menghadapi kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana serta kurangnya pengawasan yang optimal. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan penuh dari berbagai pihak untuk keberhasilan pendidikan multikultural
Kepailitan PT Sritex Akibat Pembatalan Perjanjian Perdamaian Dalam PKPU Ditinjau Dari Teori Keadilan Muhamad Ashil Firdaus; Annalisa Y; Muhamad Erwin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17310

Abstract

Sebagai salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, PT Sritex dinyatakan pailit pada tahun 2024 setelah perjanjian perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dibatalkan karena ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya. Total utang mencapai sekitar Rp29,8 triliun dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja lebih dari 11.000 pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepailitan PT Sritex ditinjau dari teori keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan perjanjian perdamaian dan penetapan pailit telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Namun, dari perspektif keadilan, pelaksanaan pemberesan harta pailit belum sepenuhnya memberikan perlindungan yang proporsional bagi kreditur dan pekerja. Selain itu, masih terdapat kendala dalam efektivitas, transparansi, dan kepastian waktu pembayaran hak kreditur. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan dan transparansi dalam proses kepailitan.