Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BULUTANGKIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MOTORIK, KOORDINASI MATA-TANGAN, DAN PERSEPSI KINESTETIK PADA MAHASISWA PUTRA PENKEPOR SEMESTER IV JPOK FKIP UNS TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Bambang Wijanarko
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 15 No. 1 (2015): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v15i1.295

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1)  Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kemampuan motorik dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis pada mahasiswa putra Penkepor semester IV JPOK FKIP UNS Surakarta. (2)  Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan koordinasi mata-tangan dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis pada mahasiswa Putra Penkepor Semester IV JPOK FKIP UNS Surakarta. (3)  Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan persepsi kinestetik dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis pada mahasiswa putra penkepor semester IV JPOK FKIP UNS Surakarta dan bila ada seberapa besar hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi korelasional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Penkepor semester IV JPOK FKIP UNS surakarta yang mengikuti perkuliahan bulutangkis pada tahun akademik 2013/2014. Penetapan sampel yang digunakan adalah purposive sampling berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan tes dan pengkuran yang terdiri dari empat variabel yaitu kemampuan motorik, koordinasi mata-tangan, persepsi kinestetik dan hasil belajar keterampilan bulutangkis. Untuk mengukur kemampuan motorik dengan tes medicine ball, standing broad jump dan dogging run. untuk mengukur koordinasi mata-tangan dengan lempar tangkap bola tenis. Untuk mengukur persepsi kinestetik dengan vertical dan horizontal linear space test. Dan tes keterampilan bulutangkis. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan analisis regresi tiga prediktor dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1)  Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan motorik dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis, rhitung = 0,461 > rtabel = 0,260 dan memberikan sumbangan sebesar 19,40%.   (2)  Ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata-tangan dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis, rhitung = 0,341 >  rtabel = 0,260 dan memberikan sumbangan sebesar 8,85%.  (3)  Ada hubungan yang signifikan antara persepsi kinestetik dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis, rhitung = 0,367 >  rtabel = 0,260 dan memberikan sumbangan sebesar 12,48%.  (4)  Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan motorik, koordinasi mata-tangan,  persepsi kinestetik dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis. Nilai Fhitung 12,371 > Ftabel 2,78 dan memberikan sumbangan sebesar 40,73%. Besarnya R² antara kemampuan motorik (X1), koordinasi mata-tangan (X2), persepsi kinestetik (X3) dengan hasil belajar keterampilan bulutangkis (Y) adalah 0,407.
PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN IMAGERY TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SMASH BULUTANGKIS PADA SEKOLAH BULUTANGKIS KUSUMA KLATEN TAHUN 2018 SHAFIRA AINUN NIHA M.; BAMBANG WIJANARKO
Jurnal Ilmiah Spirit Vol. 18 No. 2 (2018): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v18i2.733

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Pengaruh penggunaan metode latihan audio visual dan imagery terhadap peningkatan keterampilan smash bulutangkis pada siswa Sekolah Bulutangkis Kusuma Klaten tahun 2018. (2) Penggunaan metode latihan yang lebih baik antara audio visual dan imagery terhadap peningkatan keterampilan smash bulutangkis pada siswa Sekolah Bulutangkis Kusuma Klaten tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pemain bulutangkis Sekolah Bulutangkis Kusuma Klaten tahun 2018 sebanyak 30 atlet. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas, uji normalitas. Hasil analisis data uji reliabilitas hasil tes awal  smash diperoleh nilai r hitung spearman brown sebesar 0,625 yang nilainya > 0,6  artinya bahwa uji smash bersifat reliabel. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Hasil probabilitas uji normalitas berturut-turut pre-test smash kanan audio visual, pre-test smash kanan imagery, pre-test smash kiri audio visual, pre-test smash kiri imagery, post test smash kanan audio visual, post-test smash kanan imagery, post-test smash kiri audio visual, post-test smash kiri imagery yaitu 0,001; 0,245; 0,245; 0,258; 0,025; 0,004; 0,045; 0,015. yang berarti data berdistribusi normal yaitu yang nilai probabilitas > 0,05 pada observasi, pre-test-smash kanan, pre-test smash kiri audio visual,dan pre-test smash kiri imagery. Sisanya tidak berdistribusi normal yaitu yang nilai probabilitas < 0,05 pada observasi pre-test smash kanan dan semua observasi post-test. Karena terdapat observasi tidak normal maka asumsi normalitas tidak terpenuhi. Sehingga pengujian menggunakan statistik nonparametrik dan tidak perlu uji homogenitas. Analisis data tes awal kelompok audio visual dan imagery pada smash kanan yaitu diperoleh nilai p sebesar 0,902 > 0,05 sedangkan pada smash kiri probabilitas sebesar 0,841 > 0,05. yang berati tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tes awal kelompok audio visual dan imagery. Analisis data peningkatan audio visual pada smash kanan diperoleh probabilitas sebesar 0,129 > 0,05 sedangkan pada smash kiri probabilitas sebesar 0,470 > 0,05 yang berarti tidak ada peningkatan signifikan smash pada kelompok audio visual. Analisis data peningkatan imagery pada smash kanan diperoleh probabilitas sebesar 0,603 > 0,05 sedangkan pada smash kiri diperoleh probabilitas sebesar 0,317 > 0,05 yang berarti tidak ada peningkatan signifikan smash pada kelompok imagery.  Analisis data tes akhir smash akhir antara kelompok audio visual dan imagery pada smash kanan diperoleh probabilitas 0,297 > 0,05 sedangkan pada smash kiri diperoleh probabilitas sebesar 0,833 > 0,05. Yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara perlakuan audio visual dan imagery. Persentase peningkatan perlakuan audio visual pada smash kanan sebesar 18,5 dan smash kiri sebesar 12,5. Sedangkan pada perlakuan imagery pada smash kanan sebesar 7,7 dan pada smash kiri sebesar 8,0. Yang berarti perlakuan audio visual cenderung lebih baik dibandingkan imagery.
Pengaruh Pengasuhan Terhadap Karakter Disiplin Anak Bambang Wijanarko; Rini Sugiarti
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37728/jpr.v7i3.604

Abstract

One of the character values that needs to be developed and introduced to children in order to make an individual have a personality that has the quality of adalah disciplinary character where in the character of discipline there are many values that are needed by a child in everyday life and one of the keys to an individual's success is discipline. Discipline is a behavior that obeys and obeys the rules of the applicable rules. This study aims to empirically examine the influence of parenting on the character of children's discipline. The sempling technique in this study was a purposive sampling technique with the study subjects as many as 66 students with . This research was conducted at SDN Pandeanlamper 05 Semarang city. The research data were collected using two scales, namely the discipline character scale and the parenting scale, data analysis using a simple regression linear analysis using the JASP 016.3 program. The results showed that parenting had a positive and significant effect on the character of child discipline with p =.001 where p < 0.05. Keywords: child discipline, parenting, child character.
Penggalian Potensi Wisata Desa Kemlagi dalam Pengembangan Destinasi Wisata Kampung Tematik Eny Rachmawati; Didit Panji Saputra; Risma Millatul Ummah; Bambang Wijanarko; Putri Diah Ayu Lestari; Ika Vitriasari; Bravo Chandra Arista; Mochamad Farizal; Mukhamad Agung Maulana; Kintan Puspita Wardani; Debrina Putri Buana; Nur Vina Yulfana; Putri Virda Rahayu; Faren Kesita Gelioni; Ervinda Hardina Dwi Pratiwi; Arvianti Pramudita Tjandra; Ricky Damara Paulus; Puput Anggraeni; Sintia Roseta Dela; Salwa Firdaus Syah; Bentar Putra Setiyanto; Adinda Putri Sari Rahayu; Fathurachman Samba; Elly Kurniawati; Muhammad Yunus; Vony Puspitasari
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 4 No. 2 (2025): Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v4i2.3041

Abstract

Village potential greatly influences the community's economy. Management of superior village products from various sectors will influence and provide beneficial impacts for the village itself. Kemlagi Village, Mojokerto Regency has various products in the tourism sub-sector based on culture/local wisdom, agriculture and livestock whose quality is not inferior to other potential villages. To increase the potential of the village area, it is necessary to increase the village branding of any potential sub-sectors that the village has. Therefore, it is carried out in several stages; field observations, interviews, documentation and data analysis related to village economic potential. With the result that the lack of public understanding of product marketing and promotion is the main obstacle in developing local potential. The community responded to this by providing suggestions and ideas to each other so that their village could develop. Apart from that, this activity also introduces the use of social media to help branding and promotion of villages and UMKM products in Kemlagi Village, Mojokerto Regency.
The Influence Of Drill Training Method On Basic Futsal Playing Skills In U-15 Men's Players At Surakarta Futsal Academy Dedy Prasetyo Pamungkas; Bambang Wijanarko; Manshuralhudlori
Fair Play Vol. 1 No. 1 (2024): FAIR PLAY
Publisher : Java Mutiara Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71264/fairplay.v1i1.3

Abstract

This study aims to determine the effect of drill training methods on basic futsal playing skills in U-15 male players of the Surakarta Futsal Academy. This research is a research that uses an experimental method with One Group Pretest-Posttest Design research design. The subjects in this study were all 26 U-15 male players of the Surakarta Futsal Academy. This study used an experimental design in one group using the drill training method treatment. This study was conducted as many as 16 meetings with a frequency of meetings 3 times in 1 week. Pretest and posttest data collection using basic futsal playing skills tests. The data analysis technique used is the normality test using the Shapiro Wilk test while the hypothesis test uses the paired sample t test using the help of the SPSS program.. The results of data analysis with paired sample t test showed that the value of Sig. (2 Tailed) was 0.000 < 0.05 which means that there is a significant influence between drill training methods on basic futsal playing skills in U-15 boys of Surakarta Futsal Academy. The average pretest result was 69.2888 while the average in the posttest was 59.8569. The results of the average pretest and posttest showed that there was an increase of 13.62%. This shows that there is an improvement in basic futsal playing skills after treatment using the drill training method. Based on the results of research and analysis of research data, it can be concluded that there is a significant influence between drill training methods on basic futsal playing skills in U-15 male players of the Surakarta Futsal Academy.
Motives for Physical Activity among Deaf Students: A Descriptive Analysis Ekawati, Febriani Fajar; Tri Winarti Rahayu; Budhi Satyawan; Ismaryati; Deddy Whinata Kardiyanto; Bambang Wijanarko
INKLUSI Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.120212

Abstract

Participation in physical activity offers important health and social benefits for Deaf students, including opportunities for skill development, social interaction, and enhanced self-confidence. However, limited attention has been given to the motivational factors that shape their engagement in physical activity within inclusive education contexts. This study aimed to examine the types of motivation influencing Deaf students’ participation in sports and physical activities. Employing a quantitative descriptive design, the study involved 43 Deaf students aged 12–19 years who completed an adapted version of the Motives and Barriers for Physical Activity and Sport (MBAFD) questionnaire. The findings indicated that intrinsic motivation—particularly enjoyment, learning new movements, and perceived well-being—emerged as the dominant factor driving participation in physical activity. These results underscore the importance of fostering autonomy-supportive and enjoyable physical education environments to promote sustained engagement among Deaf students and inform the development of more inclusive and context-responsive physical education practices. Partisipasi dalam aktivitas fisik memberikan manfaat kesehatan dan sosial yang penting bagi siswa Tuli, termasuk pengembangan keterampilan, peningkatan interaksi sosial, dan penguatan kepercayaan diri. Namun, kajian yang secara khusus menelaah faktor-faktor motivasional yang memengaruhi keterlibatan siswa Tuli dalam aktivitas fisik masih terbatas, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis motivasi yang memengaruhi partisipasi siswa Tuli dalam aktivitas olahraga dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 43 siswa Tuli berusia 12–19 tahun yang mengisi kuesioner Motives and Barriers for Physical Activity and Sport (MBAFD) versi adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, terutama yang berkaitan dengan kesenangan, pembelajaran gerak baru, dan persepsi kesejahteraan, merupakan faktor dominan yang mendorong partisipasi aktivitas fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan lingkungan pendidikan jasmani yang mendukung otonomi, menyenangkan, dan responsif terhadap kebutuhan siswa Tuli guna mendorong keterlibatan yang berkelanjutan serta memperkuat praktik pendidikan jasmani inklusif.