Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : BAHAS

FONOTAKTIK DAN TEKANAN DALAM BAHASA GAYO LUT Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3129

Abstract

ABSTRAK Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut
Peer Review : SISTEM MORFOLOGI BAHASA GAYO: KAJIAN TRANSFORMASI GENERATIF* Zainuddin .
BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 37.3088

Abstract

ABSTRAK This paper describes the morphological system of Gayo language (SMBG), a sub-system of grammar in the field of linguistics. It is aimed at describing the morphological phenomena of word formation rules through the process of affixation, reduplication and composition, as a major issue in this study, in terms of developing the typology of language. The theory of word formation process applied Halle’s model (1973) in generative morphology that requires four steps or sub-components, namely (1) a list of morpheme, (2) the rules of word formation, (3) filter, (4) dictionary.  This study used a descriptive qualitative method in which the analysis is primarily based on the description of the grammatical meaning of morphological process. The finding showed that the type and pattern of morphophonemic in SMBG consisting of six types of rules and two types of patterns: such as rule assimilation nasal phoneme / N- / and inhibitory phoneme / p /, with the deep and surface of the structural pattern (SA-SL). Productivity morphemes process in BG include: (1) Affix forming verbs, such as: prefix {muN-}, confix {muN-(-әn)}. (2) Affix forming nouns, such as: prefix {pәN-}, infix{-әn-}. (3) Affix forming adjectives, such as: confix {muN-(-ən)}, prefix {mu-}. (4) Affix forming reduplication such as: suffix {-ən}, prefix {mu-}. (5) affixes forming composition, such as: prefix {mu-}, confix {i-(-ən)}. The typology of BG, it tends to include in the type of mixed type in terms of formation processes at the level of affixation, reduplication, and composition. And said to be qualitative type, since within the words mostly consisting of two morphemes. like muninget, 'remember', which consists of two morphemes, namely [{mu-} + (inget)}], where mu- as bound morphemes and ingat recall (MD). Potential forms found in the BG include / pengunenen /, / penyerahen /, / penyantiren /, / murumen /, / mukamulen /, / penyantoken /, / berguruen /, / perojoken /. Among the words that have the potential exists idiosyncrasy phonological, idiosyncrasy semantic, and lexical idiosyncrasy.   Kata Kunci: Morfologi Bahasa Gayo: Kajian Transformasi Generatif
Peer Reviewer: VERBA TINDAK TUTUR DALAM BAHASA GAYO Zainuddin .
BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 37.3136

Abstract

Abstrak   Verba tindak tutur (speech act verbs) merupakan bagian kajian pragmatik yang berkenaan dengan hubungan bentuk-bentuk linguistik dengan penggunaannya oleh penutur bahasa yang ideal. Dalam artikel ini dibahas lima jenis kategori utama verba tindak tutur dalam bahasa Gayo Lut, yaitu (1) verba representatif (asertif), (2) verba direktif, (3) verba kamisif, (4) verba ekspresif, (5) verba deklarasi. Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa dari kelima kategori jenis tindak ilokusi ini satu verba kadang-kadang masuk kedalam dua verba kategori lainnya, seperti verba mudesak “mendesak” dalam kategori representative (asertif) masuk juga dalam verba kategori direktif dan masuk juga dalam verba kategori komisif. Verba mumerene “menyampaikan” masuk juga kedalam verba kategori representative dan masuk juga kedalam verba kategori ekspresif. Untuk menentukan penggunaan kategori-kategori tersebut penutur bahasa Gayo Lut cenderung menggunakan metabahasa verba tindak tutur untuk memerikan wacananya sendiri, oleh sebab itu dari sisi lain perilaku penutur bahasa Gayo Lut memerikan penggunaan verba tindak tutur yang berpredikat kategori yang bervariasi seperti keyakinan (creditive), keinginan (volitional), sikap (attitude) dan secara perilaku psikologis penutur cenderung menduga, berasumsi, ingin, mau, brmaksud, memaafkan dan merasa berterima kasih.   Kata Kunci: verba tindak tutur, bahasa Gayo Lut  
KONTRIBUSI FILSAFAT TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU BAHASA Zainuddin .
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.3132

Abstract

Abstract   Sepanjang sejarah peradaban manusia, filsafat telah menjadi sebuah ilmu sebagai dasar pemikiran yang mendapat perhatian sangat dalam karena filsafat memberikan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Telah berabad-abad lamanya ilmu pengetahuan dikaji dan berkembang sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri serta memberi perhatian terhadap kehidupan manusia. Faktor-faktor tentang perkembangan ilmu filsafat ini tentu memberikan pengaruh atau kontribusi yang signifikan kepada berbagai bidang ilmu lainnya termasuk filsafat bahasa. Filsafat bahasa selalu dipahami pada dua perspektif yang berbeda, yaitu pertama sebagai alat analisis konsep-konsep, kedua sebagai kajian tentang materi bahasa yang dianalisis . Dalam keterkaitan konsep-konsep dan analysis, filsafat telah melahirkan bahasa tentang bentuk bahasa ekspresi (expression) dan makna (meaning). Bentuk bahasa secara umum direpresentasikan oleh tata bahasa, sedangkan makna dibahas secara mendalam dalam kajian semantik. Beberapa filsuf pada zaman Yunani seperti Plato memberikan gambaran yang jelas terhadap bentuk bahasa, yakni onoma dan rhemata. Onoma berfungsi sebagai nomina atau subjek dan rhemata berfungsi sebagai adverba atau predikat. Dalam dunia pengajaran bahasa, filsafat juga memberikan jalan yang sangat luas dimulai dari teori-teori tentang pemerolehan bahasa (language aquisation device) baik berdasarkan pandangan behaviorisme dan kognitivisme. Secara praktis dalam merepresentasikan sebuah pemikiran yang logis (logos) berpedoman pada teori induktif dan deduktif. Deduktif berpedoman pada aliran rasionalisme dengan bertitik tolak dari sesuatu yang umum kepada yang bersifat khusus. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa filsafat dapat memberikan kontribusi atau nuansa yang positif terhadap perkembangan bahasa baik secara teoritis maupun praktis. Kata Kunci  : Kontribusi Filsafat, Ilmu Bahasa  
cover dan daftar isi no 89 TH XL 2014 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i89 TH XL.3107

Abstract

ABSTRACT The aims of the present study are to describe the tehnique of translating English collocations and Indonesian collocation. The tehnique of translating the subject matters by comparing the patterns of English collocations and the Indonesian collocations in terms of lexical collocation and grammatical collocation as source of translation studies. The source of the translation studies based on the writer’s teaching experiences from Postgraduate Studies teaching the subject matters of collocations at the English Applied Linguistics Study Program Postgraduate School, State University of Medan academic year of 2013/201. Key Words: tehnique, collocation,patterns
Cover dan daftar isi no 78 TH 37 Tahun 2010 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3386

Abstract

Abstrak Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut
Cover dan daftar isi no 80 TH 37 Tahun 2011 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 37.3137

Abstract

Abstrak   Verba tindak tutur (speech act verbs) merupakan bagian kajian pragmatik yang berkenaan dengan hubungan bentuk-bentuk linguistik dengan penggunaannya oleh penutur bahasa yang ideal. Dalam artikel ini dibahas lima jenis kategori utama verba tindak tutur dalam bahasa Gayo Lut, yaitu (1) verba representatif (asertif), (2) verba direktif, (3) verba kamisif, (4) verba ekspresif, (5) verba deklarasi. Dari hasil pembahasan menunjukkan bahwa dari kelima kategori jenis tindak ilokusi ini satu verba kadang-kadang masuk kedalam dua verba kategori lainnya, seperti verba mudesak “mendesak” dalam kategori representative (asertif) masuk juga dalam verba kategori direktif dan masuk juga dalam verba kategori komisif. Verba mumerene “menyampaikan” masuk juga kedalam verba kategori representative dan masuk juga kedalam verba kategori ekspresif. Untuk menentukan penggunaan kategori-kategori tersebut penutur bahasa Gayo Lut cenderung menggunakan metabahasa verba tindak tutur untuk memerikan wacananya sendiri, oleh sebab itu dari sisi lain perilaku penutur bahasa Gayo Lut memerikan penggunaan verba tindak tutur yang berpredikat kategori yang bervariasi seperti keyakinan (creditive), keinginan (volitional), sikap (attitude) dan secara perilaku psikologis penutur cenderung menduga, berasumsi, ingin, mau, brmaksud, memaafkan dan merasa berterima kasih.   Kata Kunci: verba tindak tutur, bahasa Gayo Lut
cover dan daftar isi no 85 TH 37 2012 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 37.3099

Abstract

ABSTRAK This paper describes the morphological system of Gayo language (SMBG), a sub-system of grammar in the field of linguistics. It is aimed at describing the morphological phenomena of word formation rules through the process of affixation, reduplication and composition, as a major issue in this study, in terms of developing the typology of language. The theory of word formation process applied Halle’s model (1973) in generative morphology that requires four steps or sub-components, namely (1) a list of morpheme, (2) the rules of word formation, (3) filter, (4) dictionary.  This study used a descriptive qualitative method in which the analysis is primarily based on the description of the grammatical meaning of morphological process. The finding showed that the type and pattern of morphophonemic in SMBG consisting of six types of rules and two types of patterns: such as rule assimilation nasal phoneme / N- / and inhibitory phoneme / p /, with the deep and surface of the structural pattern (SA-SL). Productivity morphemes process in BG include: (1) Affix forming verbs, such as: prefix {muN-}, confix {muN-(-әn)}. (2) Affix forming nouns, such as: prefix {pәN-}, infix{-әn-}. (3) Affix forming adjectives, such as: confix {muN-(-ən)}, prefix {mu-}. (4) Affix forming reduplication such as: suffix {-ən}, prefix {mu-}. (5) affixes forming composition, such as: prefix {mu-}, confix {i-(-ən)}. The typology of BG, it tends to include in the type of mixed type in terms of formation processes at the level of affixation, reduplication, and composition. And said to be qualitative type, since within the words mostly consisting of two morphemes. like muninget, 'remember', which consists of two morphemes, namely [{mu-} + (inget)}], where mu- as bound morphemes and ingat recall (MD). Potential forms found in the BG include / pengunenen /, / penyerahen /, / penyantiren /, / murumen /, / mukamulen /, / penyantoken /, / berguruen /, / perojoken /. Among the words that have the potential exists idiosyncrasy phonological, idiosyncrasy semantic, and lexical idiosyncrasy.   Kata Kunci: Morfologi Bahasa Gayo: Kajian Transformasi Generatif
Peer Reviewer : TEKNIK PENERJEMAHAN SANDING KATA : SUATU TINJAUAN TEORETIS Zainuddin .
BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i89 TH XL.3106

Abstract

ABSTRACT The aims of the present study are to describe the tehnique of translating English collocations and Indonesian collocation. The tehnique of translating the subject matters by comparing the patterns of English collocations and the Indonesian collocations in terms of lexical collocation and grammatical collocation as source of translation studies. The source of the translation studies based on the writer’s teaching experiences from Postgraduate Studies teaching the subject matters of collocations at the English Applied Linguistics Study Program Postgraduate School, State University of Medan academic year of 2013/201. Key Words: tehnique, collocation,patterns
Peer Reviewer: KONTRIBUSI FILSAFAT TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU BAHASA Zainuddin .
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.3133

Abstract

Abstract   Sepanjang sejarah peradaban manusia, filsafat telah menjadi sebuah ilmu sebagai dasar pemikiran yang mendapat perhatian sangat dalam karena filsafat memberikan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Telah berabad-abad lamanya ilmu pengetahuan dikaji dan berkembang sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri serta memberi perhatian terhadap kehidupan manusia. Faktor-faktor tentang perkembangan ilmu filsafat ini tentu memberikan pengaruh atau kontribusi yang signifikan kepada berbagai bidang ilmu lainnya termasuk filsafat bahasa. Filsafat bahasa selalu dipahami pada dua perspektif yang berbeda, yaitu pertama sebagai alat analisis konsep-konsep, kedua sebagai kajian tentang materi bahasa yang dianalisis . Dalam keterkaitan konsep-konsep dan analysis, filsafat telah melahirkan bahasa tentang bentuk bahasa ekspresi (expression) dan makna (meaning). Bentuk bahasa secara umum direpresentasikan oleh tata bahasa, sedangkan makna dibahas secara mendalam dalam kajian semantik. Beberapa filsuf pada zaman Yunani seperti Plato memberikan gambaran yang jelas terhadap bentuk bahasa, yakni onoma dan rhemata. Onoma berfungsi sebagai nomina atau subjek dan rhemata berfungsi sebagai adverba atau predikat. Dalam dunia pengajaran bahasa, filsafat juga memberikan jalan yang sangat luas dimulai dari teori-teori tentang pemerolehan bahasa (language aquisation device) baik berdasarkan pandangan behaviorisme dan kognitivisme. Secara praktis dalam merepresentasikan sebuah pemikiran yang logis (logos) berpedoman pada teori induktif dan deduktif. Deduktif berpedoman pada aliran rasionalisme dengan bertitik tolak dari sesuatu yang umum kepada yang bersifat khusus. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa filsafat dapat memberikan kontribusi atau nuansa yang positif terhadap perkembangan bahasa baik secara teoritis maupun praktis. Kata Kunci  : Kontribusi Filsafat, Ilmu Bahasa