Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Corak Pemikiran Tokoh-Tokoh Intelektual Islam Di Abad Kontemporer hasriyoda hasriyoda; Yasser Mulla Shadra; Syamsan Syukur; Rahmawati Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2317

Abstract

  Kajian ini membahas tentang pola pikir tokoh intelektual Islam kontemporer, dengan fokus pada Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Sayyid Qutb, dan Seyyed Hossein Nasr. Setiap tokoh mewakili pendekatan berbeda dalam menanggapi tantangan modernitas dan dinamika perubahan sosial di kalangan umat Islam. Melalui metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis dan tekstual, penelitian ini mengungkap bahwa al-Afghani dan Abduh mengusung gaya reformis-modernis; Fazlur Rahman menawarkan pendekatan rasional dan kontekstual terhadap Al-Qur'an; Abu Zayd mengembangkan hermeneutika kritis terhadap teks-teks keagamaan; Sayyid Qutb menekankan ideologi Islam sebagai sistem kehidupan yang komprehensif; dan Seyyed Hossein Nasr menghadirkan spiritualitas Islam tradisional sebagai solusi atas krisis peradaban modern. Temuan-temuan ini menunjukkan adanya keberagaman perspektif produktif dalam wacana pemikiran Islam kontemporer, sekaligus pentingnya penggalian terus-menerus warisan intelektual Islam guna membangun respons Islam yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.
Latar Belakang Muncul dan Berkembangnya Pembaharuan Dalam Islam Maria Ulfah Ashar; Anis Abdurrahman; Andi Hasriani Hasfar; Makrifa Makrifa; Rahmawati Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5826

Abstract

Munculnya pembaharuan dalam Islam (tajdīd) merupakan respons historis terhadap kemunduran peradaban Islam serta meningkatnya tantangan modernitas. Setelah melemahnya dinamika intelektual pasca kejatuhan pusat-pusat keilmuan klasik, umat Islam menghadapi stagnasi epistemologis yang ditandai dengan menguatnya praktik taklid dan merosotnya etos ijtihad. Sejak abad ke-18, berbagai pemikir dan reformis Muslim berupaya melakukan reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan tuntutan rasionalitas, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kompleksitas sosial. Tokoh seperti Ibnu Taimiyah dan Muhammad ibn Abd al-Wahhāb menekankan purifikasi akidah dan pemurnian praktik keberagamaan, sementara Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh memperkenalkan pendekatan modernisme Islam yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, dan kemajuan sains. Dalam konteks abad ke-20, Fazlur Rahman memperluas gagasan pembaharuan dengan menawarkan rekonstruksi metodologis berbasis hermeneutika dan maqāṣid al-sharīʿah untuk menjawab persoalan sosial kontemporer. Tujuan penelitian. Untuk untuk mengkaji latar belakang teologis, sosial, dan epistemologis munculnya pembaharuan Islam yang melatarbelakangi munculnya gerakan pembaharuan Islam dari periode klasik hingga era modern. Metode. Kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis melalui analisis sumber primer dan sekunder terkait perkembangan pemikiran pembaharuan. Hasil Penelitian. Menunjukkan bahwa pembaharuan Islam lahir dari tiga faktor utama, yaitu kemunduran peradaban Islam dan melemahnya Lembaga keilmuan, pengaruh rasionalisme Barat yang mendorong refleksi ulang terhadap metodologi berpikir Islam, dan kebutuhan mendesak untuk mengontekstualisasikan ajaran Islam dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ilmu pengetahuan modern. Kesimpulan. Pembaharuan Islam merupakan bentuk revitalisasi epistemologi Islam agar tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip fundamental syariat.