Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Effect of Constructive Play Therapy on Anxiety Levels of Preschool Children Due to Hospitalization Nurwulansari Nurwulansari; Maria Ulfah Ashar; Huriati Huriati; Sysnawati Syarif
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.638 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.282

Abstract

During the hospitalization process, the child will show anxiety due to unfamiliar environmental factors, lack of freedom in activities, and lack of emotional support. Continual anxiety will cause a decrease in the immune system so that it accelerates the occurrence of disease complications during treatment and slows down the recovery process. The focus of nursing intervention that is done is to minimize anxiety by providing psychological support to children through the provision of constructive play therapy. The aim if this research is to determine the effect of constructive play therapy towards the anxiety level of preschool children due to hospitalization. The research design used in this study was Pre-experiment with a one-group pre-post test design. Data collection using preschool anxiety scale (PAS) questionnaire. The sample in this study were 30 respondents selected by using accidental sampling technique. Based on the results of the Wilcoxon Test analysis, the mean value of pre-test 36.57 and post-test 28.23 and the value of p = 0.0001 <0.05. Meaning that there is an effect of constructive play therapy on the level of anxiety in preschool children with the treatment of constructive play therapy your child who easily communicate the right feeling of anxiety during in the hospitalization, so that the anxiety experienced can be decreased. Constructive play therapy can reduce response anxiety in preschool children who experience hospitalization. Therefore, it is recommended to the hospital and nurses to be able to apply constructive play therapy. as one of the interventions to minimize the impact of hospitalization.
Pengaruh Wudhu Tehadap Perubahan Status Hemodinamik Pasien Sindrom Koroner Akut Nurul Khusnul Khotimah; Maria Ulfah Ashar; Wahdania Wahdania
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 8, No 2 (2022): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v8i2.552

Abstract

Background: Gejala yang dialami pada pasien sindrom koroner akut (SKA) selain angina, juga mengalami perubahan status hemodinamik seperti takikardi, takipnea, hipertensi, atau hipotensi, dan penurunan saturasi oksigen (SaO2) atau kelainan irama jantung dapat juga terjadi. Wudhu merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan sebagai tetapi untuk peningkatan status kesehatan.Purpose: untuk mengetahui pengaruh wudhu terhadap perubahan status hemodinamik sebelum dan sesudah intervensi pada pasien dengan sindrom coroner akutMethods: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan quasi eksperimen, yaitu penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subjek ke dalam kelompok perlakuan atau control. Penelitian ini dilakukan di RSUD Labuang Baji Makassar dari bulan Juli sampai dengan Agustus  2022. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang memiliki gejala dari SKA dan jumlah sampel 15 pasien. Analisa bivariat peneliti menggunakan rumus mann-Whitney U.Results: tidak ada pengaruh wudhu terhadap status hemodinamik pada pasien SKA yang terdiri dari tekanan darah sistol p Value 0.868, diastole p value 0.204,  dan nadi p Value 0.819  dari ke 3 parameter nilai p Value > 0.005. Akan tetapi dilihat dari nilai mean terdapat penurunan tekanan darah sitole  4 point yang menunjukan kea rah perbaikan.Conclusion: tidak ada pengaruh wudhu terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien sindrom koroner akut 
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP ODHA DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU KOTA MAKASSAR Maria Ulfah Ashar
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v11i1.46362

Abstract

  Backgroud:Human Immunodeficiency Virus Acqured Immmunodeficiency Syndromme (HIV/AIDS) is growing rapidly and is one of the biggest challenges today despite efforts to control and suppress its transmission. AIDS is an infectious disease caused by infection from a virus called HIV, HIV / AIDS problem is a big problem that threatens Indonesia and many countries around the world. HIV/AIDS causes crises simultaneously, causing health crises, country-building crises, economic crises and humanitarian crises. Purpose :The purpose of this study was to determine the effect of family support on the quality of life of PLHIV at the Jumpandang Baru Health Center in Makassar City. The research method used is a quantitative method with a cross-sectional approach research design. The sampling technique in this study used a non-probability sampling method, namely accidental sampling. The number of samples in this study was 32 respondents. Result:The results of the somer's D test obtained a p value of 0.000 with a meaningfulness level of a 0.05 meaning a p value of < a which means that there is an influence of family support on the quality of life of PLHIV at the Jumpandang Baru Health Center, Makassar City with a correlation strength of 0.713 (strong). Conclusion:The conclusion of this study is that there is an influence of family support on the quality of life of PLHIV at the Jumpandang Baru Health Center in Makassar City and respondents who have a good quality of life on average have good family support.  Advice for subsequent researchers is to be able to continue the research that has been carried out using different variables Keywords: Family Support, HIV/AIDS, Quality of Life
Efektifitas Intervensi Terapi Back Massage Dan Murottal Al-Quran Untuk Pemenuhan Kebutuhan Kenyamanan Dan Nyeri Pada Klien Dengan Soft Tissue Sarcoma Femur Hilda arisandi; Wahdaniah; Maria Ulfah Ashar
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v4i1.72

Abstract

Prevalensi Soft Tissue Tumor di Indonesia adalah 4,3 per 1.000 penduduk. Setiap tahun 3,5 juta jiwa menderita nyeri akibat kanker setiap hari. Ada banyak terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri namun sangat jarang terapi tersebut digunakan pada pasien kanker. Tujuan penulisan untuk mengetahui bagaimana intervensi terapi back massage dan murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat nyeri pada klien dengan soft tissue sarcoma femur.Study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pemberian terapi back massage dan murottal Al-Qur’an surah Ar-Rahman 78 ayat dilakukan setiap hari selama 3 hari. Pada hari pertama klien mengatakan nyeri berat dengan skala nyeri 8 pada bagian paha. Setelah diberikan intervensi pasien mengatakan merasa sedikit nyaman dan skala nyeri menurun 6 NRS. Kemudian evaluasi implementasi manajemen nyeri hari kedua klien mengatakan nyeri skala 7 NRS dengan kondisi umum lemah, klien tampak meringis, setelah diberikan intervensi terapi back massage dan mendengarkan murottal Al-Qu’an klien merasa nyaman dan rileks klien bisa mengungkapkan perasaannya skala nyeri berkurang menjadi 5 NRS. Selanjutnya pada evaluasi hari ketiga  implementasi manajemen nyeri didapatkan klien mengatakan nyeri pada paha sebelah kanan dengan skala nyeri 5 dengan kondisi umum lemah setelah intervensi diberikan klien mengatakan nyeri berkurang skala 3 NRS dan klien merasa lebih tenang dan rileks mendengarkan murottal Al-Quran. Disimpulkan bahwa terdapat penurunan nyeri hari pertama hingga hari ketiga pada klien dengan sarcoma femur yang diberikan intervensi terapi back massage dan murottal Al-Qur’an.
Terapi Murottal Terhadap Nyer Pasien Ulkus Diabetes Melitus : Studi Kasus Suarda, Andi Ainun Dzatti Iffah; Ashar, Maria Ulfah; Jamaluddin, Ahmad
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 5 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i2.49151

Abstract

Background: The incidence of type 2 diabetes mellitus is between 85% and 95% of the world's population suffers from diabetes mellitus. Diabetes occurs when the sufferer's body is unable to absorb glucose into cells and use it as energy. This condition ultimately causes excess glucose to build up in the body's bloodstream. Diabetic foot ulcers are the most common complication in people with diabetes mellitus and can lead to amputation. In cases of diabetic foot ulcers, patients always require pain management. One non-pharmacological therapy that can be used to reduce pain is murottal therapy. Objective: The aim of this study was to analyze nursing care for patients with a medical diagnosis of type 2 diabetes mellitus complicated by diabetic ulcers with acute pain problems using murottal therapy. Methods: This research is a case study using data collection techniques of observation, interviews, physical examination and documentation. Murottal therapy is given for 15 minutes once a day for 3 consecutive days. Results: Murottal therapy has been proven to be effective in helping reduce or reduce pain in diabetic ulcer patients. On the primary day, the patient's pain scale was 7 (severe) and by the third day, the patient's pain scale had diminished to 4 (moderate). Conclusion: Murottal therapy intervention provided good changes in reducing the pain scale.
Pengaruh Kombinasi Terapi Dzikir dan Relaksasi Benson terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Ashar, Maria Ulfah; Wahyuliana, Wahyuliana; Wahdaniah, Wahdaniah; Taslim, Muh. Taslim
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 2 (2025): Journal Nursing Care
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v11i2.1422

Abstract

Background: Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan dengan prevalensi yang terus meningkat, prognosis buruk dan biaya pengobatan yang tinggi. Pasien yang menjalani hemodialisa akan mengalami kecemasan karena krisis situasional, ancaman kematian dan ketakutan karena tidak mengetahui hasil akhir dari hemodialisa.Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi dzikir dan relaksasi benson terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.Methods: Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pre-experiment rancangan one group pre-post test.Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mayoritas mengalami kecemasan berat 8 orang (66,7%) dan setelah dilakukan intervensi kombinasi terapi dzikir dan relaksasi benson menurun menjadi kecemasan ringan 10 responden (83,3%) dengan nilai signifikan p-value 0,002 <0,05 menggunakan uji wilcoxon t-test. Hal ini menunjukkan ada pengaruh kombinasi terapi dzikir dan relaksasi benson terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.Conclusion: Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya lebih mengembangkan variabel dependen yang lain, sehingga ruang lingkup penelitian bisa lebih luas dan tidak hanya untuk kecemasan
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
Pengaruh Terapi Dzikir Melalui Aplikasi Spiritual Islamic Nursing Care (SINC) Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Ashar, Maria Ulfah; Wahdaniah; Nurul Khusnul Khotimah; Zubair, Syarifah Azzahra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.207

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah penyakit yang berkembang secara bertahapdalam jangka waktu lama, ditandai dengan perubahan bentuk dan fungsi ginjal serta hilangnya kemampuan ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Salah satu tindakan yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis, yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk ketidakstabilan hemodinamik. Terapi yang digunakan adalah terapi dzikir pada aplikasi Spiritual Islamic Nursing Care (SINC). Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap status hemodinamik. Penelitian ini ialah quasi eksperiment menggunakan one group pre post test design. Sampel penelitian ini sebanyak 25 responden menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang dipakai ialah uji paired sampel t test dan uji wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi perubahan sebelum dan setelah pada tekanan darah sistol (p-value 0.000), diastole (p-value 0.184), nadi (p-value 0.006), pernapasan (p-value 0.000), Suhu (p-value 0.000) dan SpO2 (p-value 0.000). Kesimpulan terhadap penelitian ini ialah terapi dzikir yang dilakukan selam 3 hari berpengaruh terhadap perubahan status hemodinamik.
Edukasi Pijat Kaki untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien NSTEMI Ashar, Maria Ulfah; Khotimah, Nurul Khusnul; Mukhtar, Musdalifah; Hafid, Anwar
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1230

Abstract

Pendahuluan: Pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut NSTEMI, keluhan umum yang sering dirasakan yaitu rasa nyeri terutama di area dada kiri sebagai akibat dari tidak optimalnya pompa jantung yang disebabkan adanya sumbatan. Terapi komplementer/alternatif yang bisa dilakukan sudah sangat banyak, salah satunya pijat refleksi kaki. Pijat refleksi atau reflexology massage merupakan terapi komplementer yang sering dijadikan bahan penelitian dalam penerapan pengurangan nyeri, biasanya yaitu Foot Massage reflexology atau pijat refleksi kaki. Metode: Pemberian edukasi dan simulasi langsung teknik pijat kaki untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan diagnosis NSTEMI. Pendekatan yang digunakan adalah metode direct communication. Hasil: Pasien dan keluarga mampu mempraktikkan teknik tersebut sesuai instruksi dan SOP yang diberikan. Kesimpulan: Setelah dilakukan edukasi kesehatan foot massage, pasien dan keluarga mengetahui cara dan manfaat foot massage, mau melakukan foot massage, dan mampu melakukan foot massage.
Latar Belakang Muncul dan Berkembangnya Pembaharuan Dalam Islam Maria Ulfah Ashar; Anis Abdurrahman; Andi Hasriani Hasfar; Makrifa Makrifa; Rahmawati Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5826

Abstract

Munculnya pembaharuan dalam Islam (tajdīd) merupakan respons historis terhadap kemunduran peradaban Islam serta meningkatnya tantangan modernitas. Setelah melemahnya dinamika intelektual pasca kejatuhan pusat-pusat keilmuan klasik, umat Islam menghadapi stagnasi epistemologis yang ditandai dengan menguatnya praktik taklid dan merosotnya etos ijtihad. Sejak abad ke-18, berbagai pemikir dan reformis Muslim berupaya melakukan reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan tuntutan rasionalitas, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kompleksitas sosial. Tokoh seperti Ibnu Taimiyah dan Muhammad ibn Abd al-Wahhāb menekankan purifikasi akidah dan pemurnian praktik keberagamaan, sementara Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh memperkenalkan pendekatan modernisme Islam yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, dan kemajuan sains. Dalam konteks abad ke-20, Fazlur Rahman memperluas gagasan pembaharuan dengan menawarkan rekonstruksi metodologis berbasis hermeneutika dan maqāṣid al-sharīʿah untuk menjawab persoalan sosial kontemporer. Tujuan penelitian. Untuk untuk mengkaji latar belakang teologis, sosial, dan epistemologis munculnya pembaharuan Islam yang melatarbelakangi munculnya gerakan pembaharuan Islam dari periode klasik hingga era modern. Metode. Kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis melalui analisis sumber primer dan sekunder terkait perkembangan pemikiran pembaharuan. Hasil Penelitian. Menunjukkan bahwa pembaharuan Islam lahir dari tiga faktor utama, yaitu kemunduran peradaban Islam dan melemahnya Lembaga keilmuan, pengaruh rasionalisme Barat yang mendorong refleksi ulang terhadap metodologi berpikir Islam, dan kebutuhan mendesak untuk mengontekstualisasikan ajaran Islam dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ilmu pengetahuan modern. Kesimpulan. Pembaharuan Islam merupakan bentuk revitalisasi epistemologi Islam agar tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip fundamental syariat.