Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN BIMBINGAN KARIR DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XII MIPA SMA NEGERI 2 TEGAL Essa Putra Lukita; hastin budisiwi; Hanung Sudibyo
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2021): JCOSE: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v4i1.86

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bimbingan karir dan kepercayaan diri dengan perencanaan karir pada peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik probably sampling dengan jenis simple random sampling. Adapun cara pengambilan data yaitu dengan menggunakan teknik observasi,kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat hubungan antara bimbingan karir dengan perencanaan karir. Hal ini ditunjukan dari nilai Koefisien regresi variabel bimbingan karir yaitu bernilai positif sebesar 0,82; artinya jika bimbingan karir mengalami kenaikan 1%, maka perencanaan karir akan mengalami peningkatan sebesar 0,82. Semakin tinggi bimbingan karir maka semakin tinggi perencanaan karir peserta didik. Sama halnya dengan kepercayaan diri, terdapat hubungan kepercayaan diri dengan perencanaan karir. Hal ini ditunjukan dari nilai Koefisien regresi variabel kepercayaan diri yaitu bernilai positif sebesar 0,041; artinya jika kepercayaan diri mengalami kenaikan 1%, maka perencanaan karir akan mengalami peningkatan sebesar 0,041. Semakin tinggi bimbingan karir maka semakin tinggi perencanaan karirpeserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan positif antara variabel bimbingan karir, kepercayaan diri dan perencanaan karir. Hal ini ditunjukan dari perhitungan uji regresi bersama-sama (Uji F), nilai Fhitung adalah 5,04. Jadi nilai Fhitung > Ftabel atau 5,04 > 3,47, artinya H03 ditolak dan Ha3 diterima. Berdasarkan uji F yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara bimbingan karir dan kepercayaan diri dengan perencanaan karir pada peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021.
KEMATANGAN KARIR MENGGUNAKAN TES MI SEBAGAI PENDUKUNG TES SDS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL Hastin Budisiwi; M. Arif Budiman S.
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v2n2.p131-137

Abstract

The aim of study to obtain information by describing career planning through the relationship test MI (Multiple Intellegence) and test SDS (Dominance, Inducement, Submissive, Compliance) as the needs of students in choosing career planning. This research approach use descriptive qualitative. Data obtained are the results of the MI and SDS test students VII semester guidance and counseling program. The object of research is the relationship between MI and SD test results. Knowledge of a career requires students who are in the seventh semester in order to get a decent job in accordance with their competence. By knowing the results of MI test and test of SDS expected student can determine career decision as plan early from career development. The population studied is a VII semester student guidance and counseling program with. Results obtained from charging kuisoner distribution is a significant relationship relationship between MI and SDS test results based on the suitability of job choice.      
Analisis Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik SMK Mulyani Mulyani; Hastin Budisiwi; Sukoco KW
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.24 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6351

Abstract

Belajar merupakan proses penting bagi siswa untuk meningkatkan prestasinya dalam suatu pembelajaran.Demikian juga bimbingan belajar sangat diperlukan sebagai bentuk cara dalam memberikan motivasi kepada siswa sehingga dengan adanya bimbingan belajar aka nada progres dari hasil bimbingan yang dilakukan oleh tenaga pendidik.Adapun permasalahan yang dialami siswa adalah adanya prestasi yang kurang dari hasil belajanya.Berangkat dari hal terbut maka perlu adanya pemecahan permaslahan yaitu dengan adanya bimbingan belajar pada siswa SMK YPT Kota Tegal.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis bimbingan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik SMK YPT Kota Tegal.Kajian teori dalam penelitian ini adalah yang berkaitan dengan bimbingan belajar.Metode yang digunakan dalam penelian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil analisis bahwa sebanyak 27 siswa yang mengalamiiii kenaikan prestasi belajar dari total siswa 45 ini dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SMK YPT Kota Tegal. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatakan dengan adanya bimbingan belajar dengan ditunjukkan adanya kenaikan sejumlah 27 siswa yg prestasinya mengalami kenaikan.
The Effect of Individual Counseling on Students' Aggressive Behavior in Class IX C of SMP Negeri 3 Brebes in the 2022/2023 Academic Year Muhammad Fikri Haikal; Sitti Hartinah; Hastin Budisiwi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 9 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7969647

Abstract

The purpose of this study was to find out individual counseling and aggressive behavior in Class IX C students of SMP Negeri 3 Brebes for the 2022/2023 academic year. As well as to find out whether individual counseling has an effect on the aggressive behavior of Class IX C students of SMP Negeri 3 Brebes for the 2022/2023 academic year. This type of research is a survey method with a quantitative approach. In this study, the population used was Class IX C students at SMP Negeri 3 Brebes for the 2022/2023 academic year, totaling 29 students. Sampling in this study used a saturated sample, namely all members of the population were sampled, so that the sample in this study was 29 students with 16 male students and 13 female students. The results showed that the level of individual counseling services for students was in the high category. The level of aggressive behavior in students is in the high category. There is an influence of individual counseling services on aggressive behavior in students as evidenced by statistical testing of simple linear regression analysis, which shows that Ha is accepted. Suggestions in this study are that schools and teachers are expected to collaborate with parents of students to help schools evaluate the effectiveness of individual counseling services and ensure that students receive the necessary support at home
Pengembangan Multimedia Si Pagi Jateng Bimbingan Karir Berbasis Android tentang Program Studi di Perguruan Tinggi Muhammad Arif Budiman Sucipto; Hastin Budisiwi; Nissa Tiara Utami; Nurul Fajriyana; Muhammad Ali Saefudin
JCOSE Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2023): JCOSE: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jcose.v5i2.145

Abstract

Usia periode pertumbuhan remaja dimulai pada usia 12 sampai dengan 13 tahun serta berakhir pada usia 20 tahun. Pada periode tersebut merupakan masa transisi remaja dalam perkembangan pada setiap individu mengalami suatu perubahan dari psikoseksual, perubahan hubungan dengan orangtua, cita-cita atau karir dalam orientasi masa depan. Pada penyelenggaraan pendidikan di Sekolah menengah atas peran guru bimbingan dan konseling salah satunya adalah membantu tercapainya perkembangan karir peserta didik/konseli. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah Menyusun multimedia interaktif bimbingan karir berbasis android Model APPED tentang program studi di perguruan tinggi dan menghasilkan multimedia interaktif bimbingan karir berbasis android Model APPED tentang program studi di perguruan tinggi. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan pendekatan model APPED. Model APPED yaitu model pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan diinspirasi akan kebutuhan penelitian Research and Development (R & D) dimana pada penelitian ini terdapat 5 langkah yang diperlukan dalam upaya penelitian sebagai bagian dari penelitian Research and Development. Adapun 5 langkah sistematis dan logis pada prosedur pengembangan model APPED terdiri atas : Analisis dan Penelitian Awal, Perancangan, Produksi, Evaluasi, Diseminasi. Hasil penelitian ini berdasarkan penilaian validator mendapatkan status layak dengan penjambaran dalam prosentase yaitu validator penilaian media sebesar 85%, validator penilaian materi sebesar 88,89% dan validitas penilaian instruksional sebesar 71,87%. Hasil saran dan masukan yang disampaikan oleh peserta didik sebagai pengguna adalah sebagai berikut: 1) tata letak perlu diperbaiki kembali karena ada beberapa menu yang tidak simetris, dengan tata letak yang seperti ini mengakibatkan tampilan yang kurang rapi. 2) Kesesuaian warna perlu diselaraskan supaya dapat meningkatkan perhatian pengguna media sehingga dapat meningkatkan antusias dan perhatian pengguna media. Kesimpulan hasil penelitian maka media Multimedia Si Pagi Jateng (Sistem Informasi Perguruan Tinggi Jawa Tengah layak untuk digunakan sebagai media layanan bimbingan konseling.
PENYESUAIAN DIRI SANTRI BARU TERHADAP STRES DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-AMIN KABUPATEN TEGAL I’if Annisatun Faiqoh; Renie Tri Herdiani; Hastin Budisiwi
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v1i2.29

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri santriwati baru di lingkungan pondok dan untuk mengetahui strategi santriwati baru dalam menyesuaikan diri terhadap kegiatan harian yang dijalaninya selama tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data deskrptif kualitatif dengan cara menelaah data, mereduksi data dan menafsirkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santriwati merasa banyaknya kegiatan di pondok membuat santri merasa tertekan karena santriwati dituntut untuk mengikuti kegiatan yang ada di pondok pesantren. Peraturan pondok yang ketat membuat santriwati merasa terkekang sehingga mereka harus mengikuti kegiatan yang ada di pondok pesantren. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri santriwati baru terdiri dari faktor internal yang meliputi perasaan tertekan yang menimbulkan stres dan faktor eksternal yang meliputi aturan pondok yang ketat, banyaknya kegiatan baru, dan latar belakang santriwati yang beragam.
Dukungan Psikologi Pada Anak Putus Sekolah Herdiani, Renie Tri; Budisiwi, Hastin
Khadimul Ummah Vol. 3 No. 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ku.v3i2.3815

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan psychosocial support kepada anak-anak yang putus sekolah dilingkunganterminal kota tegal. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim kami memberikan dukungan baik secara psikologi maupun sosial. Secara psikologi dengan tujuan agar kondisi psikologis anak-anak yang putus sekolah tidak mengalami gangguan sehingga dapat berkembang sesuai dengan usia perkembangannya. Selain itu dukungan sosial juga diberikan agar anak tersebut tidak menjadi sampah masyarakat tetapi bermanfaat bagi masyarakat luas. Metode yang kami pakai adalah dengan metode ceramah dan diskusi. Harapan dari tim kami dengan dibekali hal tersebut anak-anak yang putus sekolah bisa menjadi pribadi yang tangguh dan kreatif sehingga dapat bertahan hidup dimasyarakat tentu dengan tidak menjadi sampah masyarakat. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari anak-anak terbukti dengan selesainya kegiatan ini, banyak diantara mereka yang masih menjalin komunikasi dengan tim kami.
MEMBANGUN SOSIAL EMOSI ANAK MELALUI ART THERAPY Budisiwi, Hastin; Pratama, Faizhal Haris; Syh Hanif, Al Auliya; Fadhilah, Anisa Farah; Rahmawati, Aulya; Putri, Bela Dwi Ayunda; Purnama, Corinthians Desvianda
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.3081

Abstract

Perkembangan sosial dan emosional anak merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka. Upaya mengembangkan dan melatih kemampuan sosial emosional anak terdapat berbagai sarana yang dapat digunakan salah satunya yaitu melalui seni atau bisa disebut dengan art therapy. Kami berkolaborasi dengan salah satu komunitas yaitu Tangan Kaki Pemuda, yang merupakan salah satu komunitas di Tegal dan bergerak di bidang sosial. Pada kolaborasi ini kami membuat kegiatan sosial emosional dengan sasaran anak panti asuhan, mereka yang tinggal di panti asuhan sering menghadapi tantangan dalam perkembangan sosial dan emosional karena kurangnya figur orang tua dan lingkungan yang mendukung. Sasaran usia anak-anak yang mengikuti kegiatan ini berkisar pada usia 7-11 atau berada pada tahap perkembangan operasional konkrit. Maka dari itu dalam proyek ini menggunakan pendekatan seni dan karya (Art Therapy) yang dianggap sesuai dengan kebutuhan anak-anak usia sekolah dasar di panti tersebut. Hasil dari kegiatan dibuktikan dengan refleksi yang dilaksanakan pada akhir kegitan. Hasilnya anak-anak panti asuhan menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan memahami berbagai emosi dasar, lalu anak-anak juga mampu mengekspresikan perasaannya secara positif baik melalui peragaan ekspresi dan melalui karya seni. Melalui kegiatan permainan tradisional juga anak-anak mampu membangun keterampilan sosial seperti kerja sama dan saling menghargai, selain itu juga anak-anak memiliki pengetahuan mengenai permainan yang dimainkan pada zaman dahulu.
HUBUNGAN BODY IMAGE DISSATISFACTION DENGAN INTENSITAS BERMAKE-UP PADA MAHASISWI BK UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL Zahra Durrotul Hikmah; Sri adi Nurhayati; Hastin Budisiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14302

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing intensity of make-up use among female university students, which was assumed to be related to body image dissatisfaction. The study aimed to determine the level of make-up use intensity, the level of body image dissatisfaction, and the relationship between these two variables among students of the Guidance and Counseling Study Program at Universitas Pancasakti Tegal. This research employed a quantitative approach with a correlational method and an ex post facto design. The population consisted of 120 Guidance and Counseling students from semesters II, IV, VI, and VIII, with a sample of 48 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using research instruments measuring make-up use intensity and body image dissatisfaction. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test after fulfilling the prerequisite tests of normality and linearity. The results showed that make-up use intensity was dominated by the moderate category (52.08%) and high category (45.83%), while body image dissatisfaction was also dominated by the moderate category (50.00%) and high category (45.83%). The correlation analysis resulted in a correlation coefficient of r = 0.227 with a significance value (1-tailed) of 0.060 (p > 0.05), indicating that there was no significant relationship between body image dissatisfaction and make-up use intensity. These findings suggest that make-up use intensity among female students may be influenced by other factors, such as self-confidence, social environment, peer influence, and social media trends. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya intensitas penggunaan make-up pada mahasiswi yang diduga berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh (body image dissatisfaction). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat intensitas ber-make-up, tingkat body image dissatisfaction, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 120 mahasiswi BK semester II, IV, VI, dan VIII, dengan sampel sebanyak 48 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian yang mengukur intensitas ber-make-up dan body image dissatisfaction. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas ber-make-up berada pada kategori sedang sebesar 52,08% dan kategori tinggi sebesar 45,83%, sedangkan body image dissatisfaction berada pada kategori sedang sebesar 50,00% dan kategori tinggi sebesar 45,83%. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,227 dengan nilai signifikansi (1-tailed) sebesar 0,060 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara body image dissatisfaction dan intensitas ber-make-up. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan make-up pada mahasiswi kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kepercayaan diri, lingkungan sosial, pengaruh teman sebaya, dan perkembangan tren media sosial.
Model Bimbingan Karir Holland untuk Meningkatkan Kematangan Pilihan Karir Siswa Hastin Budisiwi
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v7i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model bimbingan karir Holland dalammeningkatkan kematangan pilihan karir siswa dan mengetahui tingkat keefektifanmodel bimbingan karir Holland dalam meningkatkan kematangan pilihan karirsiswa SMK YPT Kota Tegal. Kematangan karir merupakan keberhasilan individuuntuk menjalankan tugas perkembangan karir sesuai dengan tahapperkembangan yang sedang dijalani, meliputi pembuatan perencanaan,pengumpulan informasi mengenai pekerjaan, dan pengambilan keputusan kariryang tepat berdasarkan pemahaman diri dan pemahaman mengenai karir yangdipilih. Terdapat indikator kematangan karir yang mempengaruhi pengambilankeputusan pilihan karir individu. Pertama faktor genetik, kedua kondisilingkungan, ketiga faktor belajar, dan yang keempat keterampilan dalammenghadapi tugas. Penelitian ini melibatkan 30 siswa SMK YPT Kota Tegalsebagai sampel dalam penelitian yang diambil dengan menggunakan teknikPurposive Sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan denganmenggunakan skala psikologis, yaitu skala kematangan pilihan karir yangkemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase denganmenggunakan bantuan komputer program SPSS. Berdasarkan hasil analisis datadapat diketahui bahwa indikator tertinggi dalam kematangan pilihan karir siswayaitu faktor kondisi lingkungan mencapai 70%. Faktor berikutnya adalah faktorgenetik dan keterampilan dalam menghadapi tugas yaitu mencapai 57% dalamkategori tinggi ke dua. Serta faktor belajar menunjukkan 43% pada kategorirendah. Disarankan kepada guru pembimbing untuk memberikan pelayananbimbingan karir Holland untuk memaksimalkan mutu dan kualitas pelaksanaanlayanan bimbingan karir di sekolah khususnya dalam meningkatkan kematanganpilihan karir siswa