Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perancangan Alat Pembersih Panel Surya Berbasis Internet of Things Isyanto, Haris; Batubara, Muhammad Azra Komara; Almanda, Deni
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.125-132

Abstract

ABSTRAKFactor yang mempengaruhi penurunan kinerja panel surya berupa debu, pasir-pasir, kotoran dan lainnya. Partikel yang menempel pada panel surya diakibatkan pada pergerakan angin yang dapat mengenai permukaan panel surya. apabila partikel menempel luas permukaan maka intensitas matahari yang masuk akan terhalangi oleh parikel. Sehingga akan mengurangi daya yang dihasilkan. Dalam penelitian ini merancang alat pembersih panel surya untuk mengukur kinerja panel surya berupa tegangan, arus, daya berbasis internet of things. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kinerja selisih sebelum, dan sesudah dibersihkan. Persentase error dan keberhasilan pengukuran pada tegangan, arus, dan daya panel surya. hasil didapatkan bahwa tegangan sebelum pembersihan sebesar 12,11 V, arus 0,45 A, 5,5 Watt. Kemudian setelah dilakukan pembersihan didapatkan nilai tegangan sebesar 12,87 V, arus 1,76 A, dan daya 22,65 Watt. Selanjutnya persentase error pengukuran didapatkan rata-rata tegangan sebesar 0.80%, arus 3.14%, dan daya 3.92%. sedangkan persentase keberhasilan pengukuran didapatkan rata-rata tegangan 99.20%, arus 96.86%, daya 96.08%.Kata kunci : internet of things, panel surya, persentase error, persentase keberhasilanABSTRACTFactors that affect the performance of solar panels from dust, sand, dirt, and others. Particles attached to the solar panel are caused by the movement of the wind that can hit the surface of the solar panel. If the particles stick to the surface area, the intensity of the incoming sun will be blocked by the particles. This will reduce the power generated. This study, designing a solar panel cleaning tool to measure the performance of solar panels in the form of voltage, current, and power based on the internet of things. Tests were carried out in the form of performance testing the difference before, and after cleaning. Percentage of error and success of measurements on voltage, current, and solar panel power. The results showed that the voltage before cleaning was 12.11 V, current 0.45 A, 5.5 Watt. Then after cleaning, the voltage value is 12.87 V, the current is 1.76 A, and the power is 22.65 Watt. Furthermore, the percentage of measurement error obtained an average voltage of 0.80%, current of 3.14%, and power of 3.92%. while the percentage of successful measurements obtained an average voltage of 99.20%, current 96.86%, and power 96.08%.Keywords: internet of things, solar panels, error percentage, success percentage
Analisi Partial Discharge pada Generator 18 kv Dengan Metode High Frequensi Current Transformator (HFCT) Arfiansyah, Diky; Almanda, Deni; Samsinar, Riza; Fadliondi, Fadliondi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partial discharge merupakan peluahaan elektris yang tidak sepenuhnya menjembatani elektroda. Efek komulatif yang disebabkan oleh pelepasan secara bertahap akan memperburuk sifat dielektrik insulasi dan memperluas cacat apapun, sehingga menyebabkan kerusakan/kegagalan insulasi. Selain itu, sebagian besar kerusakan mekanis juga dapat menyebabkan pelepasan sebagian. Sistem tegangan tinggi memerlukan sistem isolasi modern untuk memperpanjang masa pakai bahan isolasi yang terpapar medan listrik tinggi. Dalam banyak aplikasi, harmonik dapat menyebabkan lebih banyak gelombang yang dihasilkan, mempercepat penuaan isolasi dan meningkatkan pelepasan sebagian. Partial Discharge (PD) biasanya terjadi pada celah-celah inti stator atau insulasi yang terdapat pada belitan luar stator. Beberapa teknik pengukuran PD kini telah ditingkatkan dan telah diterapkan pada kabel listrik dan aksesori kabel termasuk sambungan kabel dan terminasi. Diantaranya adalah teknologi High Frequency Current Transformer (HFCT), yang digunakan untuk mendeteksi dan melokalisasi sumber gangguan PD. Kata kunci: Partial Discharge , Isolasi , HFCT
Indikator Gangguan Trafo Distribusi Menggunakan Internet Of Things di PT.PLN Unit Induk Jakarta Raya Samsinar, Riza; Arifin, Agus; Almanda, Deni
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 2 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.2.151-154

Abstract

ABSTRAKSaat ini PT.PLN Persero Jakarta Raya masih belum menerpakan Early deteksi gangguan di gardu DIstribusi.Ketika terjadi gangguan maka proses penemu titik gangguan masih membutuhkan waktu yang lama.Kemudahan penentu titik gangguan saat ini masih di butuhkan di PT.PLN Persero Jakarta Raya sebagai solusi dan realtime sehingga menghemat waktu dan biaya.Dengan adanya sistem tersebut maka dapat menghemat waktu dan biaya.Selain sebagai deteksi gangguan sistem ini dapat di gunakan sebagai pengukuran Meter Trafo Distribusi.Dengan adanya sistem tersebut maka dapat menghemat biaya dan mengurangi energy yang tidak terjual.Pada sistem Indikator gangguan trafo distribusi penanganan gangguan di luar penelitian ini.Setalah melakukan monitoring dan analisa kecepatan deteksi gangguan kurang lebih 15 menit,dengan jarak antara gardu terdetksi gangguan kurang lebih 1,3 km.Dengan adanya peghematan waktu penemu titik gangguan maka nilai energy yang tidak terjual dapat di tekan.                                                                              ABSTRACT Currently PT. PLN Persero Jakarta Raya still has not implemented early detection of disturbances at distribution substations. When a disturbance occurs, the process of finding the point of interference still takes a long time. Ease of determining the point of disturbance is currently still needed at PT PLN Persero Jakarta Raya as a solution and realtime so as to save time and cost. With this system it can save time and cost. Apart from detecting interference this system can be used as a measurement for Distribution Transformer Meters. With this system it can save cost and reduce unsold energy.  The disturbance indicator system for distribution transformer disturbance handling is outside of this research. After monitoring and analyzing the disturbance detection speed of approximately 15 minutes, with the distance between the disturbance detected substations of approximately 1.3 km.  By doing the saving time of the disturbance point, the unsold energy value can be suppressed.